
"Baik pak, saya mengerti. Saya minta maaf" Jawab wanita itu dengan masih menundukkan kepalanya.
"Baik, sekarang pergi" Jawab Dayat tegas.
Hari sudah semakin sore.
Dayat begitu bersemangat bekerja hari ini. Hanya saja mood nya begitu buruk tadi pagi karena kedatangan Fina.
Dayat keluar dari kantor, beberapa karyawan menyapa Dayat dengan sangat ramah.
Dayat tidak menjawab hanya membalas dengan sedikit senyuman tipis dibibirnya.
Dayat masuk kedalam mobil dan hendak pulang. Dan mobilnya segera membelah jalan raya yang semakin ramai. Tentu saja yang menyetir adalah Rian, karena sejak kecelakaan itu, Dayat belum berani membawa mobilnya sendiri. Kecelakaan tiga tahun yang lalu masih menyisakan trauma yang belum bisa Dayat hilangkan dari pikirannya. Terlebih secara tidak langsung penyebab kecelakaan itu adalah Fina, karena Fina yang bermesraan bersama seorang laki-laki itu telah membuat Dayat menjadi seperti ini.
"Tuan, kita sudah sampai" Ucap Rian kesekian kalinya.
Dayat seketika terperanjat dari lamunannya, "Maaf Rian, aku tidak mendengarkan kamu tadi" Ucap Dayat cepat.
"Apa ada masalah Tuan?" Tanya Rian lagi.
"Tidak ada. Hanya sedikit tidak enak badan aja" Balas Dayat berbohong. Sebenernya bukan itu yang membuatnya terhanyut didalam lamunannya tadi, ia teringat tragedi yang menimpanya 3 tahun yang lalu.
Dayat segera turun dari mobil, wajahnya yang tadi murung kini tersenyum sumringah disaat melihat istrinya Melly sedang duduk diruang tamu.
Dayat segera menghampiri Melly, "Sayang, kamu menungguku?" Tanya Dayat senang dan mendaratkan bokongnya untuk duduk di samping istrinya.
__ADS_1
Tangannya terangkat dan hendak merangkul istrinya, namun Melly dengan kasar menepis tangan Dayat yang membuat Dayat mengangkat kedua alisnya heran.
"Sayang, kenapa?" Tanya Dayat dengan ekspresi bingung.
"Kamu ngapain aja di kantor?" Tanya Melly Ketus. Dayat kembali mengangkat sebelah alisnya, dengan sedikit terdiam sejenak.
"Aku kerja sayang" Jawab Dayat kemudian.
"Kerja apa pacaran?" Balas Melly lagi ketus.
"Pacaran?" Ucap Dayat tidak mengerti.
"Iya pacaran, bukannya kamu pacaran sama Fina Dikantor? Ngapain pulang? Gak sekalian pulang ke rumah Fina aja" Ucap Melly beruntun dengan nada kesal.
"Jadi kamu tau Fina ada kekantor tadi pagi?" Tanya Dayat memastikan.
"Dengarkan dulu penjelasan aku" Ucap Dayat. Namun Melly nampak menatap Dayat dengan malas. Rasanya begitu sakit jika harus mengingat Photo kemesraan Dayat dan Melly dikantor yang dikirim oleh nomor yang tidak dikenal pagi tadi.
Sementara itu, dibalik dinding yang jaraknya tidak terlalu jauh. Seseorang sedang berdiri disana dan menguping pembicaraan Dayat dan Melly.
Seseorang itu nampak memegang benda pipih kesayangannya itu, dan menulis sebuah pesan disana.
"Kak Fin rencana kita berhasil. Kak Dayat sedang bertengkar dengan Melly saat ini" Isi pesan itu
"Mell, kamu percayakan sama aku? Aku gak akan macam-macam kok. Tadi pagi Fina datang, aku sudah mengusirnya dan dia tiba-tiba memelukku. Ini pasti rencana busuk Fina lagi untuk membuat kita bertengkar Mell. Lagi pula siapa lagi yang ingin memisahkan kita selain dia. Kamu tau dari mana Fina Datang kekantor?" Tanya Dayat serius.
__ADS_1
"Nih" Melly menunjukan sebuah foto kepada Dayat yang memperlihatkan Dayat dan Fina sedang berpelukan disana.
Dayat nampak menggeram melihat foto itu, Dayat sangat yakin bahwa ini adalah rencana busuk Fina untuk menghancurkan rumah tangga nya dengan Melly.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
__ADS_1
-Kesalahan Satu Malam