
Tentu saja, Nayla yang mendengar nya langsung senang.
"Aaa.. makasih ya bun!! " Seru Nayla sambil memeluk bunda nya.
"Iya.. sama-sama sayang.. " Jawab Bunda sambil membelai rambut Nayla yang dalam pelukan nya.
"Ya udah bun, kalau gitu aku mau bilang ke ayah langsung ya! " Ucap Nayla melepaskan pelukan dan beranjak pergi. Tapi, Aina menghentikan langkah kaki nya.
"Eiitttsss!! mau kemana? " Tanya Aina yang memberhentikan suapan makanan nya.
"Ya mau ke ruang keluarga, nemuin ayah! " Seru Nayla dengan semangat.
"Makanan kamu udah habis belom? belom kan! dihabisin dulu gih nanti aja ngomong ke ayah! " Saran Aina sedikit tegas.
"hmm.. bener tuh kata kakak kamu nay! habisin dulu makanan nya" Ucap bunda yang setuju dengan saran yang diberikan Aina.
Nayla yang mendengar nya pun menghembuskan nafas dengan kasar. Ia pun segera kembali ke tempat duduk nya untuk melanjutkan memakan makanan nya dengan wajah cemberut.
Aina yang melihat wajah Nayla seperti itu menjadi tersenyum menahan tawa karena baginya wajah Nayla sangat lucu jika ia ngambek.
"Ya udah, biar bunda aja nanti yang bilang ke ayah! kalian lanjutin aja makan nya" Ucap Bunda beranjak pergi.
Nayla hanya mengangguk dengan wajah yang masih cemberut.
"Dek.. udah donk nggak usah cemberut gitu ih! nanti kamu nggak cantik lagi lohh" Ucap Aina memberi candaan agar Nayla bersemangat kembali.
"Ih apaan si! orang lagi makan juga! katanya suruh makan" Jawab Nayla yang masih ngambek.
"Dek. kamu itu udah gede, masa tingkah kamu masih kayak anak tk " Ucap Aina menahan tawa.
__ADS_1
" Ya udah nggak ngambek lagi deh.." Jawab Nayla lagi yang berusaha tidak ngambek. Karena ia merasa malu jika ada orang yang bilang kalau kelakuan nya kayak anak tk.
" ya udah senyum kalau gitu.. " Pinta Aina agar Nayla tidak cemberut lagi.
Nayla pun tersenyum..
" Nah, gitu kan baru cantik" Ucap Aina setelah melihat senyum manis dari Nayla.
Mereka pun melanjutkan makan makanan nya.
Sementara itu di ruang keluarga..
" Yah! " Ucap Bunda memanggil sambil berjalan menemui Ayah.
" Kenapa Bun? " Tanya Ayah.
" Korea? " Tanya Ayah sekali lagi.
" Iya yah, Korea " Jawab Bunda.
" Boleh Bun. Emangnya Nayla mau nya kapan pergi nya? " Tanya Ayah.
" Bunda belum tau yah, ya udah nanti bunda tanya sama Nayla " Ucap Bunda.
Ayah hanya mengangguk dan melanjutkan menikmati kopi nya.
Beberapa hari kemudian.
Pada malam hari nya, mereka semua sudah mempersiapkan koper yang berisi baarang-barang yang di perlukan terutama baju-baju karena mereka akan menginap di hotel yang ada di Korea sana.
__ADS_1
Ayah sudah memesan tiket pesawat, dan mereka akan berangkat ke bandara pagi-pagi sekali agar tidak tertinggal penerbangan.
"Bun.. " Ucap Aina saat sedang makan malam.
"Iya, kenapa sayang? " Tanya Bunda sambil memberhentikan suapan makan nya.
"Bun, ayo ke rumah kak Yasmine dulu sebelum berangkat" Pinta Aina.
"Iya tuh bun, aku juga kangen banget sama kak Yasmine! " Ucap Nayla tiba-tiba.
"Oh ya udah, habis makan kita ke rumah kakak kamu ya" Jawab Bunda. Ayah yang melihat nya hanya tersenyum.
Setelah makan malam, mereka pun pergi ke rumah Yasmine yang merupakan anak pertama dari pak Burhan dan Ibu Ratna.
Sesampainya di rumah Yasmine.
Ayah membunyikan bel rumah. dan di dalam, terlihat Daniel dan Yasmine yang berada di ruang keluarga sedang menonton Televisi.
" Siapa ya yang dateng malam-malam gini? " Tanya Yasmine pada dirinya sendiri dan berjalan menuju pintu rumah.
"Jangan ma! biar papa aja yang bukain " Pinta Daniel karena merasa kasihan kepada Yasmine karena tadi ia mual-mual, pikirnya sih karena sakit. Yasmine hanya mengangguk dan duduk kembali di sofa.
Saat Daniel membuka pintu, terkejutlah ia karena ternyata yang dibalik pintu itu adalah ayah mertuanya beserta keluarga nya.
"Ayah! Ibu!.. " Ucap Daniel sambil mencium telapak tangan mereka.
"Hai kak.. " Ucap Aina dan Nayla hampir bersamaan. Daniel hanya tersenyum melihat mereka.
"Ya udah ayo masuk.. " Pinta Daniel kepada mereka. Ayah sekeluarga pun masuk.
__ADS_1