
Maura kaget seketika saat melihat orang yang datang ke rumahnya, dia mundur beberapa langkah.Saat hendak menutup pintu, tetapi sudah di halang oleh orang tersebut.Sehingga Maura kalah tenaga dan pintu tidak bisa di tutup, orang tersebut masuk ke dalam rumah.
Maura terus mundur, saat orang itu terus maju.
"Mau apa kamu datang ke mari? " tanya Maura terhadap orang tersebut.
"Ayolah, jangan galak-galak! aku semakin tertarik saat melihat kamu galak seperti itu, tidak seperti wanita lain" kata Baron sambil terus melangkah maju.
Baron adalah orang yang satu minggu terakhir ini, selalu berusaha mendekati Maura. Dia juga di kenal sebagai preman di kampung ini dan mempunyai banyak istri, tetapi Maura merasa takut saat di dekati oleh Baron.
"Jangan mendekat, kalau nggak nanti aku teriak! " ancam Maura sambil terus mundur, dan Baron terus mendekat.
"Teriak saja! tidak akan ada orang yang akan mendengar nya" jawab Baron dengan santai, seolah dia tidak takut terhadap siapa pun.
Hingga pada akhirnya Maura di pojokan ke dinding oleh Baron, dan tidak bisa melarikan diri.
Tubuh Maura sudah berada di kungkungan Baron, dan tidak bisa untuk melarikan diri.
Baron perlahan mendekatkan wajahnya terhadap wajah Maura, sehingga sudah tidak ada jarak lagi. Deru nafas Baron sudah bisa di rasakan oleh Maura, dia berusaha berontak. Tetapi tangan nya sudah di kunci oleh Baron.
"Tolong lepaskan? " Maura memohon terhadap Baron.Tetapi orang itu malah menyeringai tipis.
"Nanti juga aku akan melepaskan mu, tetapi setelah mencicipi nya dulu. Seperti sangat menarik jika kita lakukan di sini" kata Baron sambil membelai wajah Maura dengan lembut, hal itu sudah membuat Maura ketakutan.
"Kamu mau apa saja akan ku kasih, tapi tolong jangan lakukan ini! " kata Maura dengan sorot mata penuh permohonan.
"Aku hanya menginginkan diri mu, jika aku tidak bisa mendapatkan dengan suka rela. Maka, akan ku paksa.Sebab yang di dapat dengan cara paksa itu lebih memuaskan" jawab Baron, sambil tangan nya bergerak turun menyentuh pipi Maura lalu ke leher dan bagian dada.
Tangan yang satunya sudah mulai membuka kancing baju maura,dan yang satu masih mengunci tubuh Maura agar tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Rumah ini dan perkebunan akan ku serahkan semuanya untuk mu, tapi tolong lepaskan aku" kata Maura dengan nada bicara yang sudah bergetar ketakutan.
"Aku tidak butuh itu semua, yang kubutuh hanya semua yang ada di dalam diri kamu" jawab Baron sambil mulai menyentuh gunung kembar Milik Maura.
Maura hanya bisa memohon pertolongan terhadap sang kuasa,agar mengirim seseorang yang bisa menyelamatkan nya pada saat ini.
Maura memejamkan matanya, saat Baron menempelkan bibirnya terhadap bibir Maura. Dan wanita itu hanya bisa menangis saat Baron memperlakukan nya dengan cara yang keji, dan baju Maura sudah tidak menempel lagi di tubuhnya.
Setelah puas Baron melahap Bibir Maura dengan cara paksa, bagi Baron ini sangat nikmat tetapi sangat menyakitkan bagi Maura.
Bahkan Arkan saja yang berstatus sebagai suaminya, selama satu tahun tidak pernah melakukan ini.
Maura berharap di tempat baru akan mendapatkan kedamaian, namun nyatanya malah mendapatkan malapetaka seperti ini.
"Jangan menangis, nikmati permainan nya nanti juga kamu akan candu dengan hal ini" kata Baron sambil mengusap bibir Maura dengan ibu jadi Milik nya.
Pakaian bagian atas Maura sudah tidak ada ada yg menutup nya, bahkan penutup gunung kembarnya sudah tergeletak di lantai.
Baron sudah berada di atas tubuh Maura, dengan nafas yang memburu sangat cepat.
Sudah terlihat dengan jelas bahwa Baron ingin segera menuntaskan hasratnya.
Di saat Baron ingin melucuti pakaian bawah milik Maura, terdengar pintu di ketuk.
Dan Maura ingin berteriak tetapi Baron membekap mulut Maura,hingga wanita itu tidak kuasa untuk meminta pertolongan.
Baron tidak ingin melewatkan waktu yang sangat berharga ini,dan dia sudah tidak kuasa menahan lagi hasratnya.
Di saat Baron ingin melakukan penyataan terhadap Maura, dan pintu terbuka dengan paksa.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang lagi, Baron langsung di tarik dari atas tubuh Maura.
Di hajar lah sampai babak belur, dan orang itu membabi buta.
Hingga wajah Baron sudah tidak terlihat oleh darah.
"Hanya berani sama perempuan kamu!, ayo sini lawan aku kalau kamu memang laki-laki" kata orang tersebut sambil menendang sarang burung Milik Baron.
Arkan menghajar Baron dengan membabi buta, bahkan tidak ada ampun sedikitpun untuk laki-laki yang sudah berani menyentuh Maura.Dia tidak ikhlas jika perempuan yang sudah dia jaga kehormatannya selama satu tahun, direnggut oleh orang lain.
Bahkan Baron sudah terkulai lemas di atas lantai yang bersimbah darah, beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah akibat dipukulin oleh Arkan.Bahkan Jaka pun tidak bisa menghentikan Arkan yang menghajar Baron tidak ada ampun.
"Ayo lawan... jangan diam saja kamu pengecut dasar laki-laki b4jing4n, tunjukkan bahwa kamu itu laki-laki "kata Arkan dengan nada bicara yang dipenuhi dengan amarah.
Baron tidak melawan sedikitpun terhadap perlakuan Arkan untuk dirinya pada saat ini dia sangat terjepit oleh keadaan.Dia tidak menyangka juga bahwa akan ada yang menolong Maura, padahal sebelumnya dia sudah memastikan bahwa dia aman berada di sini.Sebab sudah melihat sang pelayan tadi pergi keluar bersama sopir.
ternyata ada dewa penolong lain yang menyelamatkan Maura pada saat ini, bahwa dia sudah berkhayal bisa mengarungi nikmatnya dunia.Sambil menikmati tubuhnya Maura,ternyata khayalan itu hanya semata. Bahkan dia mendapatkan ganjarannya atas perlakuan terhadap Maura, sekarang tubuhnya sudah tidak berbentuk lagi akibat dihajar habis-habisan oleh Arkan yang tidak memberikannya ampun.
Di saat pak sopir dan pelayan datang, mereka langsung turun dari kendaraan dan masuk ke dalam rumah ketika mendengar keributan di dalam rumah.
Betapa terkejutnya pelayan tersebut, saat melihat majikannya sedang menangis sambil memeluk dirinya dengan tidak menggunakan pakaian sehelaipun.Dia langsung mendekat ke arah Maura lalu membuka sweater yang dipakainya lalu ditutupkan ke Maura.Setelah itu dia lari ke dalam kamar untuk mengambil selimut untuk di gunakan menutupi tubuh Maura.
Maura masih memeluk tubuhnya sendiri sambil menangis dan gemetaran, Arkan sudah puas menghajar habis-habisan Baron.
Dia serahkan Baron terhadap sopir dan juga Jaka, untuk mengurus orang tersebut agar diserahkan kepada pihak yang berwajib.
Arkan mendekat ke arah Maura yang masih gemetar dan menangis dengan memeluk dirinya sendiri.
Lalu Arkan memeluk tubuh Maura sambil mengucapkan kata maaf beribu-ribu maaf terhadap wanita itu, andai saja bukan karena dirinya.
__ADS_1
Mungkin semua ini tidak akan terjadi, penyesalan hanyalah penyesalan yang dirasakan Arkan pada saat ini.Rasa sakit ketika melihat Maura seperti itu mulai dia rasakan, jika saja dia telat sedikit saja mungkin Maura sudah direnggut kesuciannya oleh laki-laki tak berguna seperti Baron.