
"Mas, itu bau apaan sih? Kok menyengat gitu, aku gak suka. Aku mual nyium nya" Rengek Melly.
"Ini minyak kayu putih mell, biasanya juga kamu pakai ini kalau masuk angin" Ucap Dayat bingung akan tingkah istrinya.
"Uwekkk, mas jauhin dong. Aku gak tahan. Uwekkk" Melly merasa sangat mual dengan terus mendorong Dayat untuk menjauh darinya.
Dayat menjadi sangat bingung, dengan menjauh sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Udah mas, mandi aja sana. Aku gak apa kok, nanti mas terlambat lagi" Ucap Melly lagi.
"Tapi kamu kan sakit. Mas besok aja kerjanya" Tolak Dayat. Namun masih berdiri sedikit jauh dari Melly.
"Gak apa mas, aku udah agak mendingan kok sekarang. Jauhin aja itu minyak dulu" Balas Melly.
"Bener gak apa-apa?" Tanya Dayat lagi memastikan.
"Iya mas aku gak apa-apa" Balas Melly.
"Baiklah, mas mandi dulu. Nanti kalo ada apa-apa hubungin mas cepat ya"
"Iya mas"
Dayat pun pergi ke kamar mandi. Sementara itu, Melly berbaring ditempat tidur nya sembari memijit kepalanya yang sedikit pusing.
Setelah beberapa saat, Dayat keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.
"Sayang, mana bajuku?" Teriak Dayat.
"Itu diatas meja" Tunjuk Melly.
__ADS_1
Dayat menoleh kearah yang Melly tunjuk. Tanpa menjawab, Dayat langsung mengambil pakaian nya dan mengenakannya.
"Sayang masih pusing?" Tanya Dayat lembut, yang sudah menghampiri Melly ditempat tidur.
"Masih mas" Balas Melly dengan begitu lirihnya. Sepertinya Melly merasa sangat lemah saat ini, entah kenapa kepalanya begitu sakit.
"Ya udah, kamu istirahat saja dulu ya. Mas mau berangkat sekarang" Ucap Dayat. Melly mengangguk mengiyakan.
Dayat sedikit menunduk dan hendak mencium kening Melly. Namun belum sempat Dayat mendaratkan ciuman paginya di kening Melly, Dayat sudah lebih dulu didorong oleh Melly.
"Mas, kamu kok bau sih. Itu bau apa lagi" Rengek Melly lagi yang sudah mendorong tubuh Dayat sedikit mundur dan menjauh darinya.
Melly terus menutup hidungnya, dengan sedikit menekan perut nya yang terasa memberontak dan ingin muntah.
Dayat nampak mencium tubuhnya sendiri kekiri dan kekanan.
"Gak bau. Bau apaan sih Mell? Ini cuma bau parfum" Balas Dayat.
"Bukannya kamu suka bau parfum ini? Inikan kamu yang beliin" Ucap Dayat yang juga dibuat bingung oleh Melly disana.
"Tapi aku tetap gak suka sama baunya. Mas pergi aja sana, aku mau muntah nih" Usir Melly.
Dayat dengan pasrah berlalu pergi tanpa ciuman pagi dari Melly. Wajahnya masam, entah apa yang sedang Dayat pikirkan hanya dialah yang tau. Memikirkan sikap Melly yang tiba-tiba berubah seperti ini membuatnya frustasi.
Dayat keluar dari kamar dengan membawa kebingungan karena sikap Melly.
"Bau apa coba?" Ucap Dayat kesal dengan masih mencoba mencium bau tubuhnya untuk memastikan dan terus memikirkan ucapan Melly serta tingkah Melly yang berubah.
Bruuakkkkkk
__ADS_1
Lagi-lagi Dayat yang sejak tadi menggerutu tidak jelas, tanpa memperhatikan jalannya ia tidak sengaja menabrak Wira.
Wira menyernyitkan sebelah alisnya, menatap bingung akan tingkah kakaknya. Bagaimana bisa seorang Dayat hanya berjalan saja bisa tidak sefokus ini.
"Apa ada masalah?" Tanya Wira memastikan. Dayat tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apa lagi sampai menabrak seseorang.
"Ahh tidak. Aku pergi dulu" Dayat membantah, dan segera pergi dari sana. Nampak Wira masih menatap kepergian Dayat yang menurutnya sangat aneh.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
__ADS_1
-Kesalahan Satu Malam