Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Mas Dayat menjadi sangat Agresif


__ADS_3

Mas Dayat nampak menatapku begitu lama, dengan wajah tidak sukanya yang nampak begitu nyata.


"Apa dia marah?" Batinku. Aku menatap mas Dayat dengan penuh rasa khawatir dan takut. Pasalnya Dayat tidak pernah melihatku seperti itu sebelumnya.


"A-ada A-apa mas? A-apa pertanyaan ku salah?" Tanya ku terbata-bata.


"Untuk apa kau menanyakan Rian? Kau suka padanya? Apa mulai tertarik padanya?" Ucap mas Dayat beruntun yang membuatku sampai membuang nafas panjang.


"Mas, aku kan hanya bertanya apakah Rian sudah lama bekerja dengan mu? Hanya itu" Ucapku sedikit kesal. Pertanyaan seperti itu saja sampai membuatnya marah seperti ini.


"Lalu untuk apa bertanya. Kalau pun tau kamu mau apa?" Tanya mas Dayat balik dengan suara sedikit meninggi.


"Kamu kenapa sih mas? Aku gak ada niat lain, aku hanya mau ber,,,,,," Belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku, namun mas Dayat sudah lebih dulu memotongnya.


"Hanya mau apa? Aku gak suka jika kamu menanyakan pria lain di hadapanku" Ucap mas Dayat yang sudah memotong perkataan ku.


"Hanya bertanya gitu aja sudah marah. Apalagi liat aku jalan sama laki-laki lain. Mungkin aku langsung dipenggal sama dia" Gerutuku kesal. Sembari mengganti pakaianku.


Mas Dayat nampak menatapku dengan tatapan menyala, perkataan ku barusan ternyata didengar olehnya, walaupun terdengar lirih.


Aku sedikit memaksakan tawa, kala menyadari bahwa mas Dayat sedang menatapku dengan tajam.


"Mas, kamu gak ganti baju?" Tanyaku basa-basi. Takut, itulah yang aku rasakan.


"Apa perkataan ku tadi didengar sama mas Dayat?" Tanyaku didalam hati.


Kembali aku memaksakan bibirku untuk tersenyum, dan mulai mendekati mas Dayat.

__ADS_1


"Mas mau aku gantikan bajunya?" Tanyaku lagi.


Namun mas Dayat masih tidak menjawab dan terus menatapku, hal itu tentu membuatku begitu risih.


Tiba-tiba aku terkaget, kala mas Dayat memegangi kedua bahuku dengan sangat erat. Dan.


Bruuakkkkkk


Tubuhku dilempar ke atas tempat tidur, aku terbaring disana. Dan mas Dayat berjalan mendekatiku dan mengunci tubuhku dengan tubuhnya.


"Aku akan menghukum mu karena sudah berani bertanya tentang pria lain dihadapan ku" Ucap mas Dayat dengan senyuman menyeringainya.


"Mas, aku gak salah. Aku hanya bertanya....." Kembali aku dibuat terdiam oleh nya. Karena mas Dayat sudah ******* bibirku dengan sangat rakusnya. Lalu melepaskannya lagi setelah aku mulai diam.


"Jangan membela dirimu lagi. Salah tetap saja salah. Dan aku akan tetap menghukum mu" Balas mas Dayat lagi.


Dan benar saja, mas Dayat tidak menggubris ku. Kembali mas Dayat bermain diatas ranjang dengan begitu agresif nya. Sehingga membuat aku begitu kelelahan sampai tidak bisa berdaya lagi.


Aku tertidur, kala mas Dayat sudah selesai bermain disana.


Cup.


Sebuah kecupan mendarat di kening ku, yang diberikan oleh mas Dayat. Walaupun mataku sudah terpejam, namun masih dapat kurasakan kecupan hangat dari mas Dayat.


"Aku sangat mencintaimu, jadi jangan pernah berpikir untuk memikirkan pria lain selain aku" Ucap mas Dayat sedikit berbisik di telingaku.


Aku masih bisa mendengar dengan jelas perkataan mas Dayat, seketika bibir ku tersenyum tipis disana. a

__ADS_1


Pagi hari menyapa.


Bulan madu tersisa dua hari lagi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2


-Anak genius: Kesalahan Satu Malam

__ADS_1


__ADS_2