Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Kehadiran Fina


__ADS_3

"Jangan berpikir yang tidak-tidak. Mas hanya cintanya sama kamu, kamu paham kan? Jangan cemburuan lagi ya" Ucap mas Dayat kemudian. Aku mengangguk, dengan hati yang sedikit berbunga-bunga mendengar perkataan mas Dayat barusan.


Rian pun melajukan mobilnya setelah hatiku mulai mereda.


Sepanjang perjalanan, Melly dan Dayat berbincang dengan sedikit canda gurau disana. Sehingga tidak terasa hari sudah mulai sore, dan kami juga sudah memasuki kota kecintaan. Yaitu kota Surabaya.


"Mas aku lapar" Rengek Melly dengan memegang perut nya yang terus meronta-ronta meminta makanan.


Mendengar itu, Dayat segera memerintahkan Rian untuk mencari restoran terdekat disana.


"Rian, cari restoran ya. Kita berhenti sebentar, karena istriku ingin makan" Ucap Dayat.


"Baik tuan" Balas Rian tegas dan sedikit menambah kecepatan mobilnya menuju restoran yang memang langganan Dayat dahulu.


Tidak berapa lama, Rian menepikan mobilnya dan berhenti tepat disebuah restoran ternama di kota Surabaya.


Sebuah restoran dengan nuansa modern, terlihat elegan dan berkelas untuk kalangan orang kaya.


Melly nampak melihat disekitarnya, kala memasuki restoran. Dan Dayat selalu berada di samping Melly.


"Silahkan duduk tuan putri" Dayat menarik sebuah bangku untuk Melly duduk. Melly mendaratkan bokongnya disana dengan senang hati.


Setelah itu, Dayat duduk di sebuah bangku yang ada didepan Melly. Dan melihat menu hidangan yang tersedia disana.


"Sayang kamu mau makan apa?" Dayat membuka suara, namun masih menatap sebuah buku menu ditangannya.


Melly menggerakkan tangannya mengambil buku menu itu, dan melihat berbagai gambar makanan lengkap dengan nama makanannya.

__ADS_1


Melly begitu bingung kala memilih makanan apa yang ingin dia makan disana, karena menurutnya makanan disana sepertinya begitu menggiurkan. Terlebih lagi Melly tidak pernah makan di restoran ternama seperti sekarang, melihat jenis makanan yang tersedia di menu makanan saja dia belum pernah.


"Sayang, ayo! Pelayannya sudah menunggu dari tadi" Kembali Dayat bersuara, dan itu sangat mengejutkan Melly yang sejak tadi termanggu melihat jenis makanan yang ada disana.


"Aku mau yang ini" Melly menunjukan gambar makanan yang ingin dia makan.


"Baiklah, pelayan makanan ini dua ya! Minuman jus jeruknya dua" Ucap Dayat pada pelayan itu.


"Baik tuan, silahkan menunggu sebentar" Balas pelayan itu sebelum meninggalkan tempatnya.


"Mell, kamu bahagiakan selama sama aku" Ucap Dayat tiba-tiba, dengan memegang kedua tangan Melly erat.


Melly menatap Dayat dengan lekat, "Apa mas pikir aku tidak bahagia?" Tanya Melly balik.


"Aku tidak tau. Hanya saja, melihat dari sikapmu sepertinya bahagia" Balas Dayat yakin.


Keduanya pun tersenyum bahagia dengan masih berpegangan tangan.


"Ehhem" Sebuah deheman berhasil membuat Melly dan Dayat menoleh ke arah suara.


"Kamu" Dayat menatap tajam seseorang itu.


"Apa aku boleh duduk? Sebaiknya aku duduk saja" Fina tersenyum manja kepada Dayat.


"Lagi-lagi wanita ini, merusak suasana saja" Umpat Melly kesal.


Dayat menyadari bahwa kehadiran Fina begitu mengganggu perasaan Melly.

__ADS_1


"Untuk apa kau mengganggu kami Fina?" Ucap Dayat membuka suara.


"Aku tidak mengganggu, aku hanya ingin bergabung bersama kamu tentunya" Balas Fina dengan nada suara selembut mungkin.


"Tapi aku tidak mengijinkan kamu untuk duduk bersama kami" Balas Dayat dingin.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰


Baca juga novel aku yang lainnya,


-Menikahi CEO Yang Kejam 1


-Menikahi CEO Yang Kejam 2

__ADS_1


-Anak genius: Kesalahan Satu Malam


__ADS_2