
"Maafkan aku Fina, jika kamu selama ini juga menderita karena aku. Tapi,,," Dayat sedikit menggantung perkataan nya. Matanya tertuju kepada Melly, dan hal itu membuat Fina sangat marah. Bahkan disaat dia sudah menjelaskan semuanya pun, Dayat masih menatap Melly penuh cinta.
"Berhenti menatapnya Dayat! Tidakkah kau ingin menatapku sejenak. Lihat aku Dayat! Aku sangat mencintai kamu" Ucap Fina lagi, kali ini ia terlihat begitu memohon agar Dayat bisa kembali kepadanya.
"Mas, jika kau ingin kembali kepadanya, aku ikhlas jika harus kau tinggalkan" Ucap Melly pasrah disana.
Sementara itu.
Rian, Wira dan juga detektif Bram masih menikmati drama cinta yang secara langsung dipertontonkan dihadapan mereka.
Ada rasa haru, bercampur dengan kekesalan akan keegoisan Fina. Melly yang begitu mulia hatinya, tidak ingin membebankan Dayat dengan menjerat Dayat dengan sebuah cinta. Namun sebaliknya Fina, dia dengan begitu egoisnya, mengataskan segala pengorbanan nya untuk bisa kembali kepada Dayat.
"Fina"
Mendengar namanya disebut oleh Dayat, Fina tersenyum sumringah.
"Maaf, aku tidak bisa pergi meninggalkan Melly. Karena aku sudah mencintai dia" Sambung Dayat. Senyum Fina seketika hilang.
"Kalau begitu bersiaplah untuk kehilangan Melly, Dayat" Ucap Fina.
Semua mata tertuju kepada Melly dan Fina. Sepertinya serial drama cinta sudah berakhir saat ini. Ketegangan pun terjadi. Melly hanya bisa pasrah, dengan kaki dan tangan yang masih terikat oleh tali, tidak mungkin baginya untuk mengelak lagi dari belati itu.
Melly terlihat memejamkan matanya, berharap tuhan mengampuni segala dosanya di dunia ini.
__ADS_1
"Fina jangan!" Teriak Dayat. Fina yang hendak menancapkan belati itu, seketika membulatkan matanya, disaat Dayat berlari dengan sekuat tenaga mendekatinya dan mendorong kursi yang Melly duduki sehingga dirinyalah yang terkena belati itu.
"Dayat" Teriak Fina. Matanya kini sudah mengeluarkan kristal beningnya. Melihat Dayat yang sudah tergeletak, membuat Fina merasa bersalah. Kakinya terasa begitu lemah, sehingga ia bersimpuh didekat Dayat dan menangis sejadi-jadinya disana.
Melly juga tidak kalah terkejutnya, bagaimana mungkin? suami yang ia cintai itu sekarang sudah terluka tepat didepan matanya.
Rian, dengan sigap langsung menghampiri Dayat. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa ini semua akan terjadi. Kejadian nya begitu tiba-tiba, membuat mereka tidak anti waspada akan semua ini.
Sementara itu, Detektif Bram meregang Fina dan membawanya keluar menuju kantor polisi. Dan Wira menyelamatkan Melly dan melepaskan ikatan tali yang ada ditubuh Melly.
Melly nampak tidak bisa berkata-kata lagi. Matanya hanya mengeluarkan air mata yang begitu derasnya. Ia menangis sejadi-jadinya disana. Memanggil nama Dayat berulang kali, agar Dayat selalu sadar walaupun tubuhnya terluka.
Dayat hanya tersenyum tipis, kala melihat istri tercintanya sekarang baik-baik saja, sebelum ia benar-benar menutup matanya.
Suara Ambulans terdengar sangat keras. Melly dan Wira nampak sudah berada didalam Ambulans bersama Dayat menuju rumah sakit terdekat.
Sesampainya disana.
Dayat langsung dibawa keruangan UGD, dimana pasien akan di tindak lanjuti dengan segera oleh Dokter.
Melly terlihat sangat pucat, bahkan keadaan sekarang sudah membuatnya lupa akan seorang bayi yang sempat ada didalam perut nya dan sekarang sudah tidak ada lagi.
Saat ini, ia hanya mengkhawatirkan Dayat yang sekarang masih ditangani Dokter.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Kesalahan Satu Malam
__ADS_1