
Aku tersenyum malu, pipiku memerah dengan sedikit senyuman dibibirku.
"Tuh kan senyum-senyum, gak marah lagi kan sekarang" Ucapnya lagi memastikan.
Didalam kamar,
Ya, aku dan mas Dayat sudah kembali ke dalam kamar.
Seperti biasa, jika siang begini rumah pasti sangat sepi. Wira pergi kekantor, Clara pergi kuliah, dan ibu setiap hari selasa selalu pergi arisan.
Kini hanya ada aku dan mas Dayat, dan ibu di kamarnya.
"Mell" Seru mas Dayat yang masih duduk di kursi panjang yang ada dikamar.
Aku yang duduk di meja rias sontak menoleh kepada mas Dayat, dan berkata. "Iya mas"
"Minggu depan, jika mas sudah benar-benar bisa berjalan dengan normal, mas mau mengajak mu bulan madu" Ucap mas Dayat.
Aku terdiam dengan mulut yang sedikit menganga.
"Kamu mau kan?" Tanya mas Dayat lagi, seketika aku terbuyar dari lamunanku.
"Hanya kita berdua mas?" Tanyaku kemudian.
"Iya" Jawabnya singkat.
"Yang dilakukan saat bulan madu itu apa mas" Tanyaku dengan perasaan ingin tahu.
__ADS_1
Jujur, aku tidak pernah tau apa yang biasa dilakukan setiap pasangan suami istri yang sedang bulan madu.
Mas sedikit tercengang mendengar pertanyaan ku, "Kau tidak tau" Tanya mas Dayat memastikan. Aku hanya mengangguk dengan raut wajah polos ku.
"Baiklah, aku akan memberitahumu setelah kita pergi bulan madu" Ucap mas Dayat dengan senyuman yang tidak biasa.
Aku tersenyum kecut, melihat dari ekspresi mas Dayat sepertinya ada sesuatu yang dia rencanakan. Entah apa itu, pirasatku mengatakan itu tidak baik untukku.
Hari sudah mulai sore,
Tidak banyak yang kami lakukan hari ini. Aku hanya membantu melatih mas Dayat untuk berjalan.
Setiap harinya, mas Dayat selalu giat berlatih. Awalanya mas Dayat hanya berjalan dengan terpincang-pincang, namun kini sudah sedikit membaik. Berkat obat yang pak Giyoto berikan pada kami, sedikit demi sedikit membantu penyembuhan mas Dayat, dan benar-benar bagus dan manjur.
Satu minggu kemudian.
Sesuai prediksi mas Dayat, kini dia sudah bisa berjalan dengan normal.
Sebagai hadiahnya, mas Dayat mengajakku untuk pergi bulan madu kesebuah pulau kecil, khusus untuk para pasutri yang ingin bulan madu. Begitulah ucapnya padaku.
Aku tidak bisa menolak, karena bulan madu itu juga aku inginkan.
Karena aku ingin menghabiskan waktu berdua bersama mas Dayat.
Terlebih lagi, akhir-akhir ini Fina tidak pernah berhenti untuk terus mendekati mas Dayat, walaupun mas Dayat bersikeras menolak, namun Fina tidak ingin menyerah sedikit pun, hal itu tentu membuat aku kesal sekaligus membuat pikiranku menjadi berantakan karena karena Fina.
Jadi aku putuskan untuk mengikuti ajakan mas Dayat untuk pergi berlibur bulan madu. Untuk sejenak menenangkan pikiran ku dan sakit hatiku kepada perempuan tidak tau malu itu.
__ADS_1
Aku dan mas Dayat sudah bersiap untuk pergi, dengan ditemani seorang supir sekaligus sekertaris yang sempat bekerja dengan mas Dayat 3 tahun yang lalu.
Mas Dayat sengaja merekrut sekertaris nya kembali, karena dia begitu percaya kepada Sekertaris nya untuk mengurus segala keperluannya selama bulan madu di luar kota.
Kini kami sudah dalam perjalanan, mobil yang kami tumpangi sudah membelah jalan raya yang semakin ramai.
Menempuh jarak sekitar 6 jam didalam mobil, sungguh membuat aku kelelahan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
__ADS_1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam