
Nampak mama tergeleng-geleng, menatap kepergian anaknya itu.
"Jagan Diambil hati ya Mel" Ucap mama lagi kepada Melly.
"Iya ma, gak apa-apa kok" Jawab Melly.
Tidak berapa lama, semua orang sudah menuju meja makan. Terkecuali Clara.
"Mas, ini makanannya" Melly menyodorkan sepiring nasi beserta lauk pauknya kepada Dayat. Dayat menerimanya dengan senang hati.
"Terimakasih ya sayang" Ucap Dayat dengan senyuman manisnya.
Semua anggota keluarga pun makan disana, termasuk Wira, mama Sonia dan juga ibunya Melly.
"Ini semua Melly loh yang masak" Ucap mama Sonia bangga, sembari memakan makanannya.
"Oh ya. Enak-enak loh makanannya" Ucap Wira memuji.
Melly tersenyum bahagia, "Melly masih belajar kok ma" Balas Melly.
"Belajar aja seenak ini. Apalagi kalau sudah pandai memasak, kamu bisa jadi chef terkenal nih" Puji Wira lagi.
"Sudah, istriku hanya memasak makanan untuk ku. Tidak ada Chef-chef an disini" Ucap Dayat ketus.
Ya, begitulah Dayat. Dia selalu tidak suka jika ada yang memuji istrinya terlalu berlebihan. Walaupun itu adiknya sendiri. Baginya, tidak akan ada pria manapun yang akan memuji Melly selain dirinya saja.
"Sudah, sekarang makan aja dulu. Aku bersyukur jika kalian semua menyukai masakan ku, itu sudah menjadi kebahagiaan untukku" Balas Melly menimpali.
Setelah semuanya selesai makan, semuanya pergi ke kamar masing-masing. Begitupun Melly dan juga Dayat. Karena merasa sangat lelah, Melly dan Dayat pun segera tidur disana.
__ADS_1
Tiga minggu kemudian. Dan selama tiga minggu itu pula Fina tidak pernah muncul lagi kerumah setelah pertemuannya dengan Fina sewaktu di restoran waktu itu. Hal itu membuat Melly sedikit bernafas lega. Mungkin Fina sudah sadar sekarang, begitulah pikir Melly.
Pagi harinya, Melly sedikit menyerjapkan matanya, menatap keluar jendela yang sudah memancarkan cahaya matahari.
"Sudah pagi, sebaiknya aku segera mandi. Karena hari ini mas Dayat akan pergi bekerja, maka aku harus menyiapkan segala keperluannya sebelum dia bangun" Ucap Melly lirih. Matanya tergerak untuk melihat suaminya yang masih terlelap disampingnya.
"Kenapa wajahmu begitu tampan mas disaat tidur? Ah, dasar mesum. Aku harus segera bangun sebelum mas Dayat bangun" Melly menggerutu mencoba menyadarkan dirinya.
Melly segera beranjak dari tempat tidur, dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan mengganti baju, Melly segera menyiapkan baju yang akan Dayat pakai hari ini. Lengkap dengan jaz hitam, kemeja putih serta dasi dan celana panjang disana.
Sebelum membangunkan Dayat, Melly pergi ke dapur terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan. Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi, Melly segera kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya.
Hari ini adalah hari pertama Dayat akan bekerja dan kembali ke dunia perbisnisan.
"Mas, ayo bangun" Seru Melly.
"Ayo, hari ini kan mas akan kekantor" Ucap Melly mengingatkan.
"Ah, iya" Balas Dayat singkat.
Dayat segera bangun dari tidur nya.
"Ini mas handuknya" Melly memberikan sebuah handuk kepada Dayat yang masih duduk di atas ranjang.
Tiba-tiba,,,,,,,
"Ahhhh" Melly meringis, dan hampir terjatuh. Untung saja Dayat dengan sigap menangkap tubuh nya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Tanya Dayat khawatir.
"Gak kok mas, hanya keram perut dan kepala ku sedikit pusing. Mungkin masuk angin" Jawab Melly yang sudah duduk di samping Dayat.
"Sini mas kasih minyak angin" Dayat mengambil minyak kayu putih yang ada didalam nakas sebelah tempat tidurnya.
"Mas, itu bau apaan sih? Kok menyengat gitu, aku gak suka. Aku mual nyium nya" Rengek Melly.
"Ini minyak kayu putih mell, biasanya juga kamu pakai ini kalau masuk angin" Ucap Dayat bingung akan tingkah istrinya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
__ADS_1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Kesalahan Satu Malam