
Dokter Tony manggut-manggut, manatap ibuku yang terbaring dan mulai memeriksanya.
Aku sedikit menjauh, dan berdiri di samping suamiku. Sembari menunggu Dokter Tony memeriksa ibu.
Tidak berapa lama, Dokter Tony pun selesai memeriksa ibu.
"Dok, ibu saya sakit apa?" Tanyaku dengan sangat antusias.
"Hanya kecapekan saja, jadi tubuhnya mengalami drop. Saya akan memberikan vitamin untuk memulihkan kondisi ibu mu, dan obat anti nyeri ini untuk meringankan demam yang dirasakan ibu mu" Ucap Dokter Tony dengan memberikan beberapa obat untuk ku.
Setelah menjelaskannya kepada ku, Dokter Tony berpamitan kepada ku.
"Kalau begitu saya pergi dulu, semoga lekas sembuh" Ucap Dokter Tony. Namun setelah itu, ia menghampiri mas Dayat dan mengajaknya keluar.
Dokter Tony dan mas Dayat pun keluar, aku hanya melihatnya saja dan aku tidak terlalu perduli, yang aku perduli kan saat ini hanyalah ibu.
Diluar,
Lebih tepatnya, disebuah taman samping rumah.
Dokter Tony dan Dayat sudah duduk disebuah bangku panjang disana, sembari melihat pemandangan disekitar.
"Kamu sudah banyak berubah ya sekarang?" Ucap Tony membuka suara.
"Perasaan kamu saja" Balas Dayat, masih menatap lurus kedepan.
__ADS_1
"Hebat juga ya istri mu, Dayat yang ku lihat sekarang adalah Dayat yang pernah ku kenal dulu. Pakai jurus apa istrimu, sehingga mampu meluluhkan hati seorang Tuan Muda Dayat" Ucap Dokter Tony lagi.
"Dia,,,,Dia adalah seorang wanita yang sempurna. Seorang wanita yang mempunyai ketulusan hati yang luar biasa" Jawab Dayat.
Dokter Tony tertegun mendengar jawaban Dayat, "Apa aku tidak salah mendengar? Seorang Dayat bisa sebucin ini dengan wanita" Ucap Dokter Tony tidak percaya.
Dayat sedikit menoleh kepada Dokter Tony, lalu berkata. "Jika kau mendapatkan wanita seperti Melly, maka kau akan bersikap sama sepertiku" Jawab Dayat dengan wajah seriusnya.
Dokter Tony nampak menggelengkan kepalanya, "Aku harap kamu benar, jika saja Melly adalah istri ku pasti aku akan bahagia" Ucap Dokter Tony kemudian.
Dayat nampak menatap Dokter Tony dengan tajam, "Kamu bilang apa tadi? Jangan berani-berani ya" Ancam Dayat tidak suka.
"Hahahahh, kamu ini ya. Bercanda bro, santai" Ucap Dokter Tony dengan tertawa geli disana.
Dokter Tony juga merupakan sahabat dari Dayat, sejak kecil mereka selalu bersama. Hanya saja, saat kuliah mereka mengambil jurusan yang berbeda. Dayat mengambil jurusan bisnis dan manajemen di Amerika, sementara Tony mengambil jurusan kedokteran di London. Dan setelah mereka lulus kuliah, Dayat dengan sengaja merekrut Tony sebagai Dokter pribadinya, karena kepercayaan nya kepada Tony melebihi siapapun.
Setelah selesai berbincang-bincang, Dokter Tony berpamitan untuk pulang. Dayat kembali ke kamar ibu mertuanya menyusul Melly.
"Sayang, kamu sudah sarapan?" Tanya Dayat yang sudah berada di depan pintu kamar.
Aku hanya menggeleng, ibu yang melihat itu dengan segera ia menyuruhku untuk pergi makan.
"Nak, ibu gak apa-apa. Kamu makan gih sana, kasihan suamimu pasti juga belum makan" Ucap ibu mengingatkan.
Aku sedikit menatap mas Dayat, lalu kembali menatap ibu. "Baik buk, Melly makan dulu ya. Nanti ibuk panggil aja Melly kalau butuh sesuatu" Balasku.
__ADS_1
Ibu nampak membalas ku dengan anggukan, lalu tersenyum manis padaku, menandakan bahwa dia baik-baik saja jika aku tinggalkan sendiri.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
Please jangan lupa vote, komen dan Like ya. 🥰🥰
Baca juga novel aku yang lainnya,
-Menikahi CEO Yang Kejam 1
-Menikahi CEO Yang Kejam 2
-Anak genius: Kesalahan Satu Malam
__ADS_1