Menikah Karena Hutang

Menikah Karena Hutang
Part 18


__ADS_3

Keesokan harinya, Maura sudah bersiap sih kan siap akan pergi ke suatu tempat di mana dia akan bertemu dengan pengacaranya. dia juga sudah mengajak Arkan untuk pergi ke sana dan Arkan menyetujuinya.


Maura sudah rapih dan akan segera turun ke lantai bawah, sedangkan pak sopir juga sudah menunggunya di sana.Tetapi Arkan belum juga berganti pakaian, padahal Maura sudah mengingatkannya bahwa mereka akan bertemu dengan seseorang pagi ini.


"Kenapa belum ganti baju juga? "tanya Maura terhadap arkam yang dari tadi masih memainkan ponselnya.


"Kamu saja sih yang pergi, nggak penting juga aku harus ikut bersamamu "jawab Arkan tanpa melihat ke arah Maura.


"Karena ini penting makanya kamu harus ikut! kalau kamu nggak dibutuhkan di sana yang ngapain juga aku ngajak kamu ke sana" kata Maura dengan nada bicara sedikit penekanan.


"Ya sudah tunggu sebentar ganti baju dulu! "jawab Arkan dengan kesal sambil melepaskan ponselnya lalu ditaruh di atas tempat tidur.


Setelah mendengar Arkan berbicara seperti itu, Maura langsung turun ke lantai bawah.Sebab setelah Arkan sembuh dia kembali ke atas,sebab Maura lebih menyukai kamar di bagian ata.Karena dia bisa menikmati indahnya pemandangan kampung lewat lantai tersebut.


Setelah berada di lantai bawah, dia menunggu Arkan sambil duduk di ruang keluarga dan memainkan ponselnya.


Setelah beberapa saat, akhirnya Arkan turun sudah berganti pakaian dan terlihat sangat rapi.Dengan menggunakan kaos oblong dan celana jeans sepatu, Arkan langsung mengajak Maura untuk segera pergi.Sebab siang ini dia akan pergi ke kampus dan mengurus semuanya setelah cukup lama dia tidak masuk dikarenakan sakit akibat kecelakaan.


"Ayo berangkat! "ajak Arkan terhadap Maura.


Maura pun langsung bangkit dari duduknya, lalu mengikuti langkah Arkan dari belakang dan menuju teras.Sebab mereka sudah ditunggu oleh pak sopir yang berada di pekarangan rumah dia sudah siap untuk mengantarkan majikannya ke tempat yang dituju.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mereka sudah berada di dekat kendaraan, lalu Arkan dan Maura masuk ke dalam kendaraan tersebut.Dan menginstruksikan pak sopir untuk segera melajukan kendaraannya, agar segera sampai di tempat tujuan.Karena Maura sudah tidak ingin menundanya lagi, dia ingin segera cepat selesai dengan semua ini dan akan segera pergi ke tempat baru dan lingkungan baru. Untuk memulai hidupnya yang baru di sana, dengan harapan dia bisa hidup lebih tenang dan damai di lingkungan yang baru.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di tempat yang dituju, lalu Maura turun terlebih dahulu dari dalam kendaraan dan diikuti oleh Arkan.


Arkan melihat ke sekeliling tempat ini, dia baru pertama kalinya datang. Maura tidak berkata apapun hanya berjalan lebih cepat lalu Arkan pun mengejar Maura dengan langkah yang mengimbanginya. setelah beberapa saat Arkan sudah berjalan sejajar dengan Maura lalu dia berkata "Ini tempat apa? "tanya Arkan terhadap Maura.


"Ini adalah kantor notaris "jawab Maura dengan singkat tanpa melihat ke arah Arkan di sampingnya.


Arkan tidak bertanya kembali terhadap Maura, dia terus melangkahkan kakinya mengikuti Maura.Hingga akhirnya Maura masuk ke salah satu ruangan yang ada di gedung tersebut, dan Maura mengucapkan salam. Di sambut oleh beberapa orang yang sudah ada di dalam menunggu dirinya datang.


Lalu Maura dipersilahkan untuk duduk yang sudah tersedia di ruangan tersebut, akhirnya mau ra duduk dan Arkan pun ikut duduk di samping Maura.


"Semuanya lancar tidak ada hambatan sedikitpun, mungkin karena ini masih pagi jadi jalanan tidak terlalu macet "jawab Maura dengan nada bicara yang lembut sambil tersenyum ke arah orang-orang yang berada di sana.


Setelah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya ke tujuan inti dari pertemuan mereka.


Pengacara mengeluarkan berkas-berkas yang harus ditandatangani Arkan dan juga Maura, atas pengalihan aset-aset yang dimiliki maurat kepada Arkan.


Arkan belum mengetahui tujuan dari pertemuan ini, dia hanya diam tak menjawab apapun di antara percakapan mereka.Sebab dia tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh mereka semua, lebih baik dia diam daripada salah bicara nantinya.


Hingga akhirnya Maura menyodorkan sebuah berkas yang harus ditandatangani oleh Arkan, lalu Arkan mengambil berkas tersebut dan ditandatanganinya tanpa dibaca terlebih dahulu.Apa isi dari kertas tersebut yang dia tanda tangan nih, dia selalu berpikir bahwa Maura itu tidak pernah melakukan apapun meskipun dia berbuat jahat padanya, kali ini Arkan tidak mau berpikir bahwa Maura itu jahat.

__ADS_1


"Baiklah sepertinya sudah selesai semuanya, dan ini berkas-berkasnya silakan ibu bawa dan kopiannya akan saya simpan di kantor "kata pengacara tersebut sambil menyerahkan berkas yang asli terhadap Maura.


"Oke semuanya terima kasih atas waktunya, yang sudah meluangkan hadir di tempat ini.Maaf jika selama di sini saya banyak merepotkan dan mengganggu semuanya "kata Maura dengan nada bicara penuh permohonan, sebab dia terakhir kali di sini bekerja sama dengan mereka.Mungkin di tempat baru dia akan bekerja sama dengan orang lain dan yang baru, sebab jika masih bekerja sama dengan orang-orang ini itu sangat sulit dan sangat jauh.


Tetapi jika Maura tidak menemukan orang yang cocok di tempat barunya,maka dia akan memanggil kembali orang-orang ini untuk menjadi pengacaranya di sana.


Pertemuan di antara mereka sudah selesai, dan pengalihan aset milik Maura kepada Arkan pun telah selesai.Tetapi akan belum menyadarinya bahwa itu adalah terjadi, dia pikir itu adalah hanya berkas kuasa kepengurusan perkebunan terhadap dirinya.


Maura pamit meninggalkan semua yang ada di ruangan itu, lalu berjalan perlahan keluar diikuti oleh Arkan.Setelah beberapa saat mereka sudah berada di tempat parkir, lalu masuk ke dalam kendaraan yang akan mengantar mereka pulang.


Kendaraan yang akan mengantar mereka sampai di rumah,melaju dengan kecepatan sedang.Selama di dalam perjalanan Maura tidak berkata apapun dia hanya melihat keluar jendela dan sekeliling jalan, bahwa ini hari terakhir dirinya berada di kota ini.Mungkin suatu saat nanti dia akan rindu di sini rindu suasana dan tempat ini.


Ada rasa sedih menyelimuti hati Maura, satu tahun bersama Arkan itu bukan waktu yang singkat.Tetapi ini sudah keputusannya untuk mengakhiri hubungan dan Arkan,bahwa dia akan melepaskannya mulai saat ini.Dan akan hidup di tempat baru tanpa bayang-bayang Arkan dan keluarganya.


Setelah cukup lama berada di perjalanan, akhirnya kendaraan berhenti tepat di depan rumah Maura.


Maura turun dari kendaraan terlebih dahulu, langsung menuju pintu masuk.Sebelum berangkat dia sudah memerintahkan pelayan kepercayaannya, untuk mengemas barang-barang milik Maura sebagian yang akan dibawa ke tempat baru.


Maura langsung masuk ke dalam kamarnya, untuk melihat apakah sudah selesai atau belum barang-barang miliknya dikemas.


Setelah berada di dalam kamar ternyata barang-barang miliknya sudah ada di koper dan siap untuk dibawa berangkat.

__ADS_1


__ADS_2