
Balik lagi aku...
Semoga suka..
Oke kalau begitu...
Happy reading... ❤
* * *
"Kamu kenapa sayang.?" Tanya Rakha pada Camelia, karena ia merasa ada yang aneh dengan kekasihnya itu.
Camelia terperanjat kaget saat mendengar Rakha bicara kepadanya.
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya-nya kembali.
Camelia tersenyum kikuk, ia menggelengkan kepalanya pelan. "Aku gak apa-apa kok. "
"Yakin? "
Camelia tersenyum kembali, ia menatap wajah sang kekasih dengan inten. Ada rasa bersalah dalam dirinya, bagaimana ia akan mengatakan pada Rakha dengan apa yang sebenarnya terjadi. Camelia benar-benar merasa bingung saat ini, ia tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan. Camelia tidak ingin membuat Rakha kecewa, bagaimana-pun Rakha adalah orang yang baik dan tulus mencintai dirinya.
"Kamu sakit.?" Tanya Rakha kembali.
"Gak kok Kak.. " Jawab nya gugup.
Rakha tersenyum melihat Camelia yang gugup seperti itu. Saat keduanya masih asik menyantap makanan di kantin kampus itu, tiba-tiba saja beberapa temannya Rakha datang, dan salah satu dari mereka adalah Davin. Tanpa menunggu lama mereka-pun ikut bergabung duduk bersama keduanya.
"Pada ngapain Lo..? " Ucap Davin pada semua temannya itu.
"Ciee ... Ciee ... yang lagi pacaran, sampai gak mau kita ganggu.?" Ucap Ryan dengan menaik turunkan alisnya.
Rakha berdecak, ia menatap malas pada teman-temannya itu. Rakha harus siap jika ia akan menjadi bahan ledekan para sahabatnya yang tengil itu. Berbeda dengan Camelia dan Davin, mereka terdiam dan sesekali hanya saling melempar pandangan sengitnya. Entah kenapa dengan mereka berdua, hingga rasa canggung-pun sangat terasa di antara keduanya.
"Camelia ya.? " Goda Candra. "Makin hari makin cantik ja sih.." Imbuhnya kembali.
__ADS_1
"Diem lo... Jangan gangguin pacar gue.?" Sewot Rakha pada temannya itu.
"Wihh ... Ada yang marah nih, takut sang pujaan hati di ambil orang.! " Ucap Ryan dengan sedikit mengejek.
Camelia menatap balik Candra dan Ryan ia hanya tersenyum tipis kepada mereka berdua. Camelia sudah mengetahui bagaimana sikap dari para temannya Rakha, maka tidak heran baginya jika ia sering mendengar ocehan-ocehan yang tidak bermanfaat. Camelia hanya menjadi pendengar saja di saat semuanya sedang asik membicarakan sesuatu.
Begitupun dengan Davin, ia lebih banyak diam. Davin hanya menyunggingkan senyuman ketika para sahabatnya itu sedang bercanda. Entah apa yang sedang Davin pikirkan saat ini, yang jelas pikirannya itu sedang berceceran kemana-mana. Davin mengingat jika hari ini Yuanita akan berangkat ke Paris dalam waktu satu bulan lamanya.
"Vin ...? " Tanya Rakha pada temannya itu.
Davin menoleh dengan kening yang mengkerut. "Kenapa? "
"Bukannya Yuan berangkat hari ini.?" Tanya Rakha kembali.
"Hmm.. " Hanya itu yang keluar dari mulut nya Davin.
"Lo gak nganter dia.?" Sewot Candra.
"Nanti gue nyusul pas mau berangkat." Jawab Davin santai.
Davin memperhatikan bagaimana seorang Rakha sangat mencintai gadis yang akan menjadi calon istrinya itu, ia bisa melihat kesungguhan Rakha yang begitu perhatian terhadapnya. Davin juga memperhatikan dalam diam gadis yang sekarang terlihat sangat gugup dan gelisah. Sesekali ia juga menangkap bahwa gadis itu sedang menatap ke arah dirinya. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka berdua saat ini. Yang jelas mereka sedang sama-sama merasa bersalah terhadap pasangan-nya masing-masing.
"Mel... Melia..?"
Camelia terperanjat kaget saat sang kekasih memanggil dirinya, Camelia terlihat sangat gugup sekali. Sekilas ia melirik ke arah Davin, dimana saat itu juga Davin sedang menatap dingin kepadanya, dan dengan buru-buru mereka mengalihkan pandangan matanya itu.
"Huh.. Apa Kak.?" Jawab Camelia gugup.
Rakha hanya tersenyum tipis. "Kamu ini lagi mikirin apa sih sampai gugup kayak gitu.?"
"Aku... Aku... gak lagi mikirin apa-apa kok.!" Jawab Camelia mencoba untuk menyembunyikan ke gugupannya itu.
"Kamu cantik.." Ucapnya pelan, tapi masih dapat di dengar oleh para sahabatnya itu.
Camelia sangat malu dan wajahnya memerah ketika ia melihat kepada semua orang yang sedang menatap dirinya. Mereka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Mel..? "
"Ya, kenapa kak.?"
"Nanti malam ada acara gak.?"
Camelia menatap wajah Rakha dengan tatapan heran. "Memangnya kenapa.?"
"Aku mau ngajak kamu makan malam di rumah. Mama ku ingin bertemu dengan kamu."
Camelia terkejut saat Rakha memintanya untuk makan malam bersama dengan keluarganya. Camelia bingung harus menjawab apa, sedangkan nanti malam akan ada acara pertemuan dan juga makan malam bersama dengan keluarganya Davin.
"Gimana? Apa kamu bisa.?" Tanya Rakha kembali.
Lagi-lagi Camelia terdiam, ia melirik sekilas ke arah Davin dan benar saja laki-laki itupun sedang menatap ke arahnya. Mereka saling bertatapan dalam diam, terlihat jelas bahwa saat ini ada yang sama-sama sedang terlihat gelisah.
"Kak, aku minta maaf kayaknya untuk nanti malam aku gak bisa, soalnya aku dan keluargaku ada urusan."
Rakha terdiam, ia menatap wajah sang kekasih dan tersenyum lebar. "Ya udah gak pa-pa, kan bisa lain waktu kamu makan malam sama keluargaku." Ujarnya kembali.
Camelia tersenyum tipis, sebenarnya ia sangat tidak tega menolak ajakan kekasihnya itu. Dalam hati kecilnya yang paling dalam Camelia merasa bersalah terhadap Rakha, ia tidak mau membuat Rakha kecewa dan sakit hati. Bagaimana nanti jika Rakha mengetahui kalau dirinya akan segera menikah dengan orang lain, dengan sahabatnya sendiri.
Berbeda dengan Davin, ia masih saja setia menyesap secangkir coffee latte miliknya. Davin-pun mendengar percakapan yang di lakukan antara Rakha dan sang calon istrinya itu. Sama halnya seperti Camelia, Davin sangat merasa bersalah dalam dirinya. Ia akan menikahi gadis yang sangat di cintai oleh sahabatnya itu. Meskipun mereka hanya akan menjalani pernikahannya sesuai dengan rencana yang sudah mereka buat, hanya akan bertahan selama satu tahun.
Bagaimana jika semua orang yang ada disini mengetahui kalau aku orang yang akan menikahi kekasih dari sahabatnya sendiri. Aku seperti orang jahat saja yang merebut pacar dari temanku sendiri.
"Vin ... Aku denger kamu di jodohkan sama kakek Wijaya. Apa itu benar??"
Deg..
Apa? darimana dia tahu soal ini..???
Sialll..........!!!!
* * *
__ADS_1