Menikahi Camelia

Menikahi Camelia
Enam Belas


__ADS_3

Happy reading semua... ❤


* * *


"Kenapa bengong sih.?" Suara Nayra mengejutkan Camelia.


"Eh ... Kamu bikin kaget ja tau.?"


"Lagian kamu kenapa sih, dari tadi aku lihat cuma ngelamun aja.?"


Camelia tersenyum tipis, ia menggelengkan kepalanya pelan. "Aku gak pa-pa kok."


Sebenarnya ingin sekali Camelia menceritakan semuanya kepada sahabat baiknya itu. Ia ingin mencurahkan isi hatinya, ia ingin sekali bisa berbagi cerita, tapi apakah ini waktu yang tepat Nayra mengetahui segalanya. Mengetahui tentang perjodohan-nya dengan Davin. Mengetahui rencana pernikahan mereka yang hanya tinggal sebentar lagi.


Bagi Camelia, Nayra adalah teman yang sangat ia percaya. Suatu saat nanti ia berjanji akan memberi tahukan semuanya pada sahabatnya itu. Tapi bukan sekarang, ini bukan waktu yang tepat.


Nayra juga sangat mengetahui dengan betul kalau saat ini ada yang tengah di sembunyikan oleh sahabatnya itu dari dirinya. Tetapi Nayra juga tidak akan memaksa Camelia untuk tetap bercerita, karena Nayra yakin kalau Camelia sahabatnya itu akan bicara dengan sendirinya.


"Mel...?"


"Hmm... " Jawab Camelia santai seraya meneguk minuman miliknya.


"Tumben kamu pake cincin.?"


"Uhuk.. Uhuk..."


Camelia tersedak begitu saja saat sang sahabat menanyakan hal itu, ia ingat kenapa dirinya sampai melupakan hal itu. Ia melihat ke arah tangannya dan menyadari bahwa sekarang ia tengah memakai sebuah cincin berlian melingkar di jari manisnya. Camelia buru-buru menyembunyikan rasa gugupnya, ia tidak ingin jika Nayra mengetahui dan mencurigai dirinya.


"Emm ... I __ Ini cincin punya mama ku."


Nayra mengerutkan keningnya, ia menatap lekat wajah sang sahabat baiknya itu. "Kok kayak cincin kawin atau tunangan gitu ya.?"


"Mungkin, aku gak tau, soalnya mama yang memberikan nya padaku."


Nayra cuma menyunggingkan sedikit bibirnya, ia sangat yakin bahwa ada yang di sembunyikan oleh sahabatnya itu. Dan sebentar lagi ia akan mengetahui nya sendiri.


"Hai... Sayang.!" Sapa Rakha hangat.


Camelia dan Nayra menoleh ke arah suara itu, kemudian mereka berdua tersenyum saat tiba-tiba Rakha ada di hadapan mereka saat ini.


"Mel...?" Ujar Rakha kembali.

__ADS_1


"Ya, kenapa Kak.?" Jawab Camelia dengan tersenyum.


"Nanti malam ada acara gak.?"


"Memangnya kenapa.?"


"Aku mau ngajak kamu ke acara ulang tahunnya Dinda." Ia berkata dengan menatap wajah kekasih nya itu, dan berharap jika Camelia mau ikut bersama dengan dirinya.


Camelia bingung sendiri, ia tidak tahu harus menjawab apa pada kekasih-nya itu. Kalau dia menolak ajakan Rakha tentu itu akan membuat Rakha kecewa, kalaupun ia mau, terus alasan apa yang harus ia berikan kepada kedua orang tuanya. Mereka pasti tidak akan mengijinkan jika Camelia pergi bersama dengan Rakha.


"Gimana.?" Tanya Rakha kembali.


"Aku __ " Dengan sedikit bingung.


Sebelum Camelia menjawab pertanyaan dari Rakha, tiba-tiba saja segerombolan orang datang menghampiri-nya siapa lagi kalau bukan para sahabat tengilnya itu. Mereka tidak sengaja melihat Rakha berada disana, dengan segera mereka semua menghampirinya dan ikut bergabung duduk bersama dengan mereka semua.


"Wih ... Lagi pada ngapain nih.?" Sewot Candra kala itu.


Rakha menoleh ke arah suara itu, ia mendengkus sebal saat dirinya melihat bahwa yang datang itu adalah para sahabatnya yang tengil dan juga usil.


"Hai ... Nona-nona cantik, makin hari kalian makin cantik ja ya." Goda Ryan dengan sedikit genit.


Mereka semua tergelak kencang saat melihat tampang jengahnya Rakha. Sedangkan untuk Camelia dan Nayra mereka hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dan untuk Davin seperti biasa ia hanya memasang wajah datarnya.


"Gimana untuk acara nanti malam, jadi kan kita pergi ke pesta itu.?" Tanya Candra kembali.


"Jadi dong.." Sewot Ryan semangat.


"Gimana Vin, lo ikut pergi kan.?" Tanya Candra.


Davin hanya mengedikkan bahunya, "Gak tau gue.." Jawabnya santai.


"Ayolah Vin ... Sesekali lo ikut? kita pergi bareng dan bersenang-senang disana. Lagian sekarang lo kan single.." Dengan nada meledek Ryan mengatakannya.


Davin hanya meliriknya sekilas, kemudian ia sedikit menyunggingkan bibirnya. Entah kenapa saat ini tiba-tiba saja Davin jadi teringat dengan sang kekasih yang kini sedang jauh dari dirinya. Dalam pikirannya saat ini ia sangat merindukan gadis itu, sudah satu minggu ia tidak bertemu bahkan untuk komunikasi saja rasanya sangat sulit karena Yuanita begitu sibuk dengan pekerjaannya itu.


"Kha, lo gimana.?" Tanya Candra kembali.


Rakha menatap Camelia, "Gimana kamu mau kan ikut denganku.?"


Semua kini tengah menatap kepada gadis yang berada di hadapan mereka, dan Camelia-pun menjadi bingung, dan tidak sengaja juga ia menatap ke arah Davin, mereka saling beradu pandang dalam waktu yang cukup lama. Dan perhatian mereka-pun teralihkan saat terdengar suara yang membuyarkan pandangan mereka berdua.

__ADS_1


"Hei sayang ... Gimana?"


"Eh... Aku, aku gak tau Kak."


Rakha tersenyum tipis, ada rasa kecewa dari raut wajahnya. Dan itu berhasil membuat Camelia semakin merasa bersalah, jika terus seperti ini keadaannya maka akan terus pula untuk dirinya lebih menyakiti hatinya Rakha. Ini tidak boleh di biarkan, semua ini harus segera ia selesaikan sendiri. Ia tidak ingin jika terus menyakiti hatinya Rakha. Camelia harus segera mengambil keputusan untuk hubungan mereka berdua.


Ya ... Mungkin ini sudah waktunya, sudah saatnya untuk dirinya mengambil keputusan. Camelia memutuskan untuk ikut pergi bersama dengan Rakha, dengan berat hati Camelia akan segera mengakhiri hubungannya, meskipun nanti dia atau Rakha akan sama-sama terluka. Tetapi Camelia sudah berpikir dengan matang ia tidak ingin jika terus menyakiti hati kekasihnya itu. Dan ia juga sudah siap jika Rakha akan kecewa dan membenci dirinya.


"Kak, baiklah aku akan ikut denganmu."


"Benarkah.?"


Camelia tersenyum, "Ya."


"Kalau gitu nanti aku jemput ya.?"


"Gak usah Kak, nanti kita ketemu di tempatnya ja ya.?"


Meskipun ada rasa kecewa di hatinya tapi Rakha mencoba untuk tersenyum, ia merasa senang karena Camelia mau ikut bersama dan menemaninya.


Ada rasa bersalah dalam hatinya Camelia saat ini, meskipun berat tetapi ini sudah menjadi keputusannya, ia tidak ingin menyakiti hati Rakha secara terus-menerus. Mengingat sebentar lagi ia akan menikah dengan orang lain siapa lagi kalau bukan sahabatnya sendiri yaitu Davin.


Maafkan aku, tapi ini sudah waktunya...


* * *


Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen, share ke teman kalian yang lain dan vote-nya juga buat aku...


Jadikan cerita ini favorit kalian ya..


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam kata atau penulisannya.


Jangan lupa juga untuk tetap baca ceritanya


"Ketika Harus Memilih" Buat yang belum baca...


Semoga kalian suka..


Terima kasih..


Salam saya... ❤

__ADS_1


__ADS_2