
Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan vote-nya juga buat aku setelah membaca...
Oke kita lanjut lagi yu ceritanya...
Happy reading buat semua... ❤
* * *
"Mel... "
"Hmm... Kenapa Nay?"
"Aku yang seharusnya nanya sama kamu?"
Camelia mengernyit bingung. "Memangnya kenapa?"
"Kamu yang kenapa? itu mata kamu kok sembab gitu kayak yang habis nangis tau gak?"
"Hah." Camelia segera menangkup kedua pipinya begitu saja. "Masa sih?"
"Memangnya di rumah kamu gak ada cermin?"
Tanya Nayra sedikit sinis.
Camelia tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis.
"Mel...?" Nayra jeda kalimatnya. "Aku ngerasa ada yang kamu sembunyiin deh dari aku?"
Camelia mengernyit bingung. "Apa maksud kamu?"
"Sebenarnya selama ini kamu tinggal dimana sih?"
Camelia terkejut dengan mulut yang sedikit menganga. "A - aku, tinggal di rumahlah." jawabnya gugup.
"Di rumah siapa?"
"Ya... Di rumah Mamahku."
"Bukannya kamu tinggal di rumah orang lain?"
"Aku gak ngerti maksud kamu Nay?"
"Aku yang lebih gak ngerti sama kamu? kenapa selama ini kamu bohongin aku sih?"
"Bohong apa?"
"Bohong, ternyata kalau selama ini kamu dan Davin sudah menikah kan?"
"Nay...!!! " Camelia sangat terkejut.
"Kenapa sih kamu gak pernah mau cerita sama aku?"
"Nay aku - "
"Kenapa kamu gak pernah mau jujur sama aku?"
"Aku __ "
"Kamu keterlaluan Mel? kamu gak anggap aku sahabat?"
"Bukannya begitu Nay."
"Lalu apa?"
"Aku - aku cuma gak mau kalau sampai orang lain mengetahui bahwa kami sudah menikah."
"Kenapa?"
"Karena pernikahan ini tidak seperti yang kamu bayangkan Nay, aku menikah karena di jodohkan, dan - " Camelia menghela nafas panjang. "Kita menikah hanya untuk sementara sampai batas waktunya tiba."
__ADS_1
"Maksud kamu apa Mel."
Camelia menatap dalam mata sahabat nya itu. "Aku dan Davin... Sepakat kalau kita menikah hanya sampai satu tahun, setelah itu - "
"Setelah itu kalian berpisah?" potong Nayra cepat.
Camelia mengangguk pelan. "Ya."
"Sudah kuduga."
"Tunggu Nay, kamu tau darimana kalau aku sudah menikah?"
"Dari tante Indah.."
"Mamah...!!"
Nayra mengangguk, ia menatap lekat wajah sahabatnya itu. "Kamu masih ingat kan waktu aku tanya tentang cincin yang kamu pakai?"
"Ya, aku ingat."
"Gak sengaja, kemarin waktu libur aku datang ke rumahmu, aku kira kamu ada disana. Dan di situlah aku menjebak tante Indah dengan pertanyaan yang aku berikan sampai akhirnya tante indah cerita sama aku semuanya. Dia bilang kalau kamu dan Davin sudah menikah."
"Maafin aku ya Nay... Aku gak bermaksud untuk bohong sama kamu."
"Kamu sahabat aku Mel... Kenapa kamu tega sih sama aku.?"
"Maafin aku ya?" pinta Melia dengan mengatupkan kedua tangannya.
Nayra tersenyum, ia menghambur memeluk tubuh sahabat baiknya itu.
"Ternyata kamu nikah duluan Mel, aku gak ngira ja kamu nikah sama cowok tampan di kampus kita.?"
"Apaan sih?"
"Selain aku siapa lagi orang yang mengetahui jika kalian sudah menikah?"
"Rakha."
"Ish... jangan teriak gitu? nanti ada orang yang dengar."
"Ya sorry... Rakha tau kamu udah nikah?'
"Ya, tapi dia gak tau kalau aku nikahnya sama Davin. Nay ... Aku mohon jangan bilang sama siapapun ya kalau aku dan Davin sudah menikah.?"
"Terus sekarang gimana hubungannya dengan Yuanita? bukankah kemarin-kemarin kita lihat kalau mereka masih bersama.?"
"Mereka masih pacaran kok."
"Kenapa bisa?"
"Ya bisalah, aku dan dia menikah hanya untuk sementara. Dan di antara kita gak ada perasaan sedikitpun." ujar Camelia dengan sedikit tersenyum getir.
"Apa kamu gak cinta sama dia Mel?"
"Gak." jawabnya cepat.
"Sedikitpun?"
Camelia hanya terdiam membisu, menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku tau, sekarang kamu punya perasaan kan sama dia?"
Lagi-lagi hanya gelengan kepala yang Camelia berikan.
"Kamu udah jatuh cinta kan sama suamimu itu?"
"Nay... Jangan ngaco deh."
"Kamu gak bisa bohong lagi sama aku Mel.?"
__ADS_1
"Dia gak cinta sama aku Nay, dia masih mencintai Yuanita kekasihnya itu."
"Itu berarti kamu cinta sama dia kan?"
"Aku gak tau Nay, aku gak ngerti kenapa aku bisa jatuh cinta duluan sama orang yang masih mencintai orang lain?"
"Ya ampun... Mel, jadi kamu sudah jatuh cinta sama dia?"
"Ya, aku mencintai dia Nay. Tapi - "
"Kenapa? apa karena dia masih mencintai wanita lain? Mel... Kamu istrinya sekarang, kamu bisa merebut hatinya kalau kamu benar-benar mencintainya. "
"Tapi itu gak mungkin?"
"Kenapa gak mungkin? kamu bisa kok buat Davin jatuh cinta sama kamu, kamu itu cantik, baik, kamu gak lebih dari Yuan?"
"Aku gak tau Nay.. "
"Mel, dengerin aku. Aku mau tanya sesuatu sama kamu?"
"Tanya apa?"
"Sekarang kalian tinggal dimana?"
"Di rumah pemberian Kakek Wijaya."
"Apa kamu tidur bersama?"
"Gak, kita tidur di kamar yang berbeda."
Nayra menatap wajah sahabatnya itu dengan raut penasaran.
"Kamu kenapa sih liatin aku kayak gitu?"
Nayra tersenyum tipis membuat Camelia semakin penasaran di buatnya.
"Jawab yang jujur Mel, apa kamu dan dia sudah Making love?"
Camelia sangat terkejut saat ia mendapati pertanyaan seperti itu, gugup dan menjadi serba salah itulah yang di rasakannya saat ini. Wajahnya bersemu merah membuat Nayra sahabatnya itu hanya bisa kembali menorehkan senyuman di bibir tipisnya.
"Apaan sih?"
"Gak salah dong aku kan cuma nanya sama kamu. Lagian apa salahnya kalau kalian udah melakukan itu, kalian memang suami istri."
"Jangan aneh-aneh deh?" ucap Camelia gugup.
"Ngaku sama aku?"
"Ish ... Nay, udah ya jangan bahas itu?"
"Kok wajah kamu memerah sih?"
"Hah, apa, mana?" jawab Camelia dengan menangkup kedua pipinya.
Nayra tertawa dengan begitu lepasnya, ia sangat senang ketika melihat wajah Camelia yang berubah seperti kepiting rebus itu.
"Jadi ___ Kalian?" suara Nayra terdengar begitu nyaring membuat Camelia langsung membungkam mulut sahabatnya itu.
"Jangan keras-keras dong ngomongnya, entar ada yang denger tau." bisik Camelia dengan sangat pelan.
Nayra hanya bisa mengangguk pelan.
"Jadi...?" sewot Nayra kembali. "Kamu udah gak perawan dong Mel?" Lagi-lagi Nayra hanya bisa tertawa dengan begitu lepasnya.
Camelia hanya bisa mendelik tajam menatap sahabatnya itu, ingin sekali ia membungkam mulutnya Nayra dengan buku yang sedang ia pegang saat ini.
Camelia hanya bisa menggerlingkan kedua bola matanya jengah saat Nayra tidak hentinya bertanya seolah sedang mengintrograsi dirinya. Apalagi saat ada pertanyaan nyeleneh yang keluar dari mulut Nayra yang begitu cerewet.
Setelah selesai jam mata kuliahnya, Camelia dan Nayra pergi ke sebuah kafe yang berada tidak jauh dari kampusnya. Mereka menghabiskan waktu disana hanya untuk sekedar ngobrol dan menghilangkan rasa jenuh.
__ADS_1
Apa yang sedang dia lakukan saat ini? apa dia masih berada disana, menemaninya?
* * *