
Balik lagi nih..
Semoga kalian suka!!!
Oke, happy reading guys..
* * *
Camelia sangat merasa risih sekali saat Davin masih menatapnya dengan dingin dan tajam. Ia tidak pernah mengira bahwa Davin adalah laki-laki yang akan di kenalkan kakek Wijaya itu. Camelia masih diam membisu, sesekali ia melirik ke semua orang yang sedang menyantap makanannya. Camelia sangat kesusahan menelan makanannya saat pandangan matanya itu dengan tidak sengaja melihat tatapan dingin dari seseorang yang duduk di hadapannya saat ini.
Kenapa dengan dia, kenapa dia menatapku seperti itu??
Davin menyunggingkan sebuah senyuman, saat ia melihat bagaimana sekarang wajah gadis yang sedang terlihat gelisah dan gugup seperti itu.
"O ya ... Camelia, Tante dengar kamu baru masuk kuliah ya?"
Camelia tersenyum. "Ya Tan... "
"Kamu kuliah dimana?"
"Di Universitas Indonesia. "
"Ya ampun ... berarti kamu satu kampus dong sama Davin.?"
Davin dan Camelia saling menatap sekilas, Davin segera membuang tatapannya begitu saja. Sedangkan Camelia kembali menatap sang Tante dengan tersenyum tipis.
"Jangan-jangan kalian sudah saling mengenal.?" Tanya papa Reyhan.
Camelia tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Gak juga om.. "
Mereka semua tersenyum dan melanjutkan lagi menyantap makanannya. Mereka sesekali ngobrol dan tertawa saat mereka membahas tentang anak-anaknya. Rossa dan Reyhan dengan bangganya menceritakan Davin yang mempunyai otak yang sangat pintar, berparas tampan dan selalu jadi incaran para gadis seusianya. Papa Reyhan juga menceritakan bahwa mereka berdua melarang Davin untuk kuliah di luar negeri. Bukannya tidak mampu, tetapi alasan mereka adalah karena mereka semua tidak ingin Davin jauh dari pantauannya.
Begitu juga dengan kedua orang tuanya Camelia, mereka menceritakan bagaimana dengan kedua anaknya itu.
"Camelia sangat cantik ya? Sama persis kayak mama-mu waktu muda. " Ucap Tante Rossa sambil tersenyum menatap Camelia.
"Ah kamu bisa ja Ros ... Tapi jangan salah loh, dia sudah besar tetapi masih manja sama aku dan juga papa-nya. "
__ADS_1
Rossa kembali tersenyum. "Benarkah?"
" Ya benar, tidur ja kadang masih suka sama aku."
"MAH ....!! " Teriak Camelia dengan wajah yang tampak kesal itu.
Mereka semua tertawa saat melihat bagaimana sekarang tingkahnya Camelia yang menurut mereka sangat menggemaskan itu.
"Mungkin dia harus sudah menikah Indah, biar gak manja lagi." Rossa jeda kalimatnya. "Tante mau kok kalau kamu mau menjadi menantu Tante dan Om... "
Camelia dan Davin terkejut, dan mereka sempat tersedak secara bersamaan. Membuat semua orang menatap ke arah mereka berdua.
"Kamu ini, makannya yang bener dong Vin...?" Celoteh mama Rossa kembali.
"Kamu gak papa sayang?" Tanya mama Indah pada Camelia.
Camelia tersenyum, "Gak papa Ma.. "
Suasana menjadi hening seketika, mereka kembali lagi melanjutkan makan malamnya. Mereka sangat menikmati suasana yang seperti ini, bisa berkumpul dan bercengkrama setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu. Karena waktu itu Indah dan Bayu berada di luar kota, dan mereka pindah kembali ke Jakarta baru-baru ini.
"Davin sebentar lagi lulus, maka dari itu kakek ingin segera dia mempunyai calon untuk menjadi istrinya."
"Kakek akan merasa senang jika kamu yang menjadi calon untuk Davin." Ucap kakek Wijaya dengan menatap wajah Camelia, dan tanpa basa-basi kakek Wijaya langsung mengutarakan keinginannya itu.
Dan benar saja, semuanya sangat terkejut bukan main dengan apa yang di ucapkan oleh sang kakek kitu. Bukan hanya Camelia dan Davin yang merasa tercengang, tetapi ada mereka semua yang sama seperti Davin dan Camelia sangat terkejut. Mereka saling menatap satu sama lain, dan mereka hanya bisa diam tanpa bisa mengeluarkan satu patah kata-pun.
"Davin...!! " Ucap sang kakek kembali.
Davin mengangkat sedikit wajahnya, ia menatap sang kakek.
"Camelia adalah orang yang dulu pernah kakek katakan, dia adalah orang yang akan kakek kenalkan padamu itu." Dengan sangat santai kakek Wijaya mengatakan itu.
Davin menarik nafasnya dalam, ia memejamkan matanya sesaat. Jadi memang benar selama ini, jika kakeknya itu akan benar-benar menjodohkannya, dengan gadis yang sekarang berada di hadapannya saat ini dan sering ia temui ketika berada di kampus adalah ini pilihan sang kakek.
Bagaimana mungkin ini akan terjadi, mereka berdua sudah punya pasangan masing-masing. Terlebih Camelia adalah pacar dari temannya sendiri. Dan Davin mengetahui jika temannya itu sangat mencintai gadis ini, dan apa yang akan terjadi pada kekasihnya nanti jika dia mengetahui Davin di jodohkan dengan orang yang telah memergoki mereka berdua saat sedang berciuman.
"Apa maksud Papa?" Tanya Reyhan pada ayahnya itu.
__ADS_1
Kakek Wijaya menatap anaknya itu seraya menyesap secangkir teh miliknya. "Papa ingin Davin segera menikah, dan papa ingin Camelia yang menjadi calon untuk Davin. "
"Tapi mereka masih sangat muda Pa..?" Timpal mama Rossa.
"Apa salahnya, bukankah kalian juga sama menikah di saat umur kalian masih muda. Saat itu Rey menikahimu di saat usianya dua puluh satu tahun sama seperti Davin sekarang kan?"
"Tapi Pa ___??"
"Papa ingin yang terbaik buat Davin, dan pilihan papa adalah Camelia. Dia cantik, baik dan juga pintar. Apalagi.?"
"Bukan itu masalahnya Pa ... "
"Terus apa? "
"Bagaimana dengan mereka berdua.?" Ucap Papa Reyhan dengan melihat ke arah Davin dan Camelia secara bergantian.
"Papa tidak meminta untuk mereka segera menikah, Papa hanya ingin mengenalkan mereka agar bisa lebih dekat dan mengenal satu sama lain. Papa akan merasa sangat senang jika mereka mau menikah, tapi papa juga akan bisa menerima jika memang mereka tidak berjodoh."
"Aku juga sama seperti Papa, aku setuju kalau mereka menikah. Tapi __ itu semua harus dasar keinginan mereka sendiri Pah, ... Aku gak mau jika mereka menikah karena terpaksa."
"Maka dari itu Papa ingin memberikan waktu untuk mereka. "
Semua terdiam, tidak ada lagi yang mengeluarkan kata-kata. Mereka sangat mengetahui bagaimana sifat dari laki-laki sepuh itu, akan sangat sulit untuk mereka jika berdebat dengannya.
Davin dan Camelia saling melirik satu sama lain, mereka tidak percaya dengan ini semua. Bagaimana bisa sang kakek menjodohkan mereka begitu saja, tanpa ada rasa cinta sedikitpun di antara mereka berdua. Sebenarnya bukan hal yang salah bagi kakek untuk menjodohkan mereka, karena Davin dan Camelia memang sangat cocok cantik dan juga tampan. Dan mereka sama-sama dari keluarga terhormat dan terpandang.
Bagaimana mana ini???
* * *
Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote.
Share juga ke teman kalian yang lain.
Terima kasih buat semua yang sudah mampir baca ceritaku.
Mohon maaf bila kesalahan dalam penulisan atau kata yang tidak sesuai 🙏🏻
__ADS_1
Salam dari saya untuk kalian semua... ❤