
Happy reading... ❤
* * *
"Aw .... " Camelia meringis, seraya memegang perutnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Davin khawatir.
"Gak tau, kok tiba-tiba perut aku sakit ya?" Keluhnya.
"Ya udah kita periksa ke Dokter sekarang ya?"
"Gak usah kak, bentar lagi juga mendingan."
"Kamu yakin? tapi aku gak tenang."
Camelia tersenyum, menyibakkan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. Benar apa yang di katakan oleh Davin kalau ia akan menjenguk calon anak mereka yang masih berada di dalam perut, dan apa? dan itu benar ia lakukan, semalaman Davin benar-benar membuat Camelia kelelahan, bahkan sampai sekarang-pun tubuhnya masih terasa remuk dan ngilu di sekitar selangkangannya.
"Udah baikan?" ujar Davin seraya mengelus lembut perut istrinya yang masih terlihat rata itu.
"Hmm ... Udah enakan kok." jawab Camelia dengan senyumannya.
"Kak, lepas ih ... " merasa geli Camelia melepas tangan sang suami yang masih setia mengelus sekitar area perutnya itu.
Eh apa iya, yang Davin elus itu adalah perutnya.?
"Kak ... Ngapain pegang-pegang sih?"
Davin terkekeh geli. "Kenapa tangan aku jadi pegang ini ya?" ucap Davin dengan memegang buah dada yang tak ber-penghalang itu. "Padahalkan tadi perut kamu yang sedang aku usap." ujarnya nyeleneh.
Camelia memutar kedua bola matanya malas. "Eugh ... maunya kamu itu mah. Kak __ sakit ih ... " rengeknya kembali saat Davin memelintir gemas payudaranya.
"Emang masih sakit?"
Pertanyaan macam apa itu? sungguh membuat Camelia ingin sekali menyumpal mulutnya saat itu juga. Tidak ingatkah ia dengan perbuatannya semalam? Davin bertingkah seperti bayi yang sedang kehausan. Maka dari itu, Camelia merasakan sedikit sakit pada area dadanya.
"Masih." jawabnya ketus. "Kamu tuh kayak bayi yang kehausan tau gak."
Davin tergelak, membuat Camelia mendengus kesal.
"Kenapa gak bilang dari semalam? kalau tau kamu kesakitan kayak gitu aku pasti pelan-pelan kok."
"Sekarang ja bilangnya gitu." Camelia mencebik. "Semalam kamu seperti orang kerasukan tau gak kak.?"
Tertawa sangat keras, itulah yang Davin lakukan saat ini. Melihat istrinya merajuk seperti itu membuat Davin tidak bisa untuk tidak menciumnya. *******, menghisap dan menggigit bibir tipis itu sekilas.
"Kak ___ "
__ADS_1
"Jangan seperti itu mukanya sayang? bikin aku gemas saja. Kamu mau kalau aku kerasukan lagi kayak semalam.?" ujarnya mengingatkan dengan tampang nyeleneh, sontak membuat Camelia menatapnya garang.
"Nyebelin ih ...!!" balas Camelia seraya beranjak dari tempat tidurnya.
Davin kembali tersenyum, melihat istrinya bersikap seperti itu membuat dirinya semakin tertarik untuk terus menggodanya.
"Mau kemana?" tanya Davin saat tiba-tiba saja Camelia turun dari ranjangnya, melilitkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Mandi lah ...!"
"Kata kamu perutnya sakit?"
"Udah enggak tuh." Menarik selimut itu dengan susah payah, membuat Davin menggeleng pelan.
"Eh ... Kamu mau ngapain?" Kaget, saat tiba-tiba saja Davin menggendong dan membawanya menuju kamar mandi.
"Mau mandi sama kamu."
"Gak mau ah."
"Harus mau."
"Kak, turunin aku gak?"
"Gak."
"Aku bisa jalan sendiri."
"Kamu ih ...!!"
Hanya itu yang terdengar sebelum akhirnya Davin membawa Camelia masuk ke dalam kamar mandi. Mereka benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk saling membersihkan diri satu sama lain. Dan entah kegiatan apa lagi yang mereka lakukan, mengingat hampir dua jam lamanya mereka berada di dalam kamar mandi dan belum keluar juga.
Sama-sama masih mengenakan handuk kimono, Camelia dan Davin beranjak turun dari kamarnya. Lantas, yang Camelia cari pertama kali adalah bahan untuk membuat sarapan mereka berdua. Camelia membuat sarapan serta kopi untuk sang suami.
"Wangi sekali sih?" ujar Davin dengan mata masih menatap layar ponselnya.
Camelia tersenyum lembut. "Ini aku buatkan kopi."
"Makasih sayang." Menatap, serta menaruh ponselnya di atas meja.
Davin segera menyesap kopi panas yang di buatkan oleh sang istri, ia sudah terbiasa dengan kopi buatan Camelia yang menurutnya sangat pas di lidah. Sudah menjadi kebiasaan juga buat Camelia membuatkan kopi untuk suaminya itu, ia sudah mengenal dengan baik selera sang suami tidak terlalu manis dan sedikit air.
Masih menyesap kopi miliknya, sesekali mata Davin melirik ke arah sang istri. Ia memperhatikan dengan seksama bagaimana cara makan Camelia yang menurutnya sangat tidak biasa. Camelia memakan sarapannya dengan sangat rakus dan belepotan seperti itu.
"Pelan-pelan makannya sayang.?" di jedanya kalimat itu. "Kamu lapar ya?"
Camelia menoleh dan memberi sedikit senyuman. "Memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Kamu seperti orang yang belum makan selama dua hari, tau gak?"
Camelia terkekeh di sela masih mengunyah makanannya itu. "Masa sih? kayaknya aku kecapean deh."
Davin mengernyit, menatap bingung istrinya itu.
"Semalam kamu bikin aku capek, sampai-sampai perut dan dada aku sakit." Camelia berujar dengan begitu polosnya, membuat Davin merasa gemas di buatnya.
"Maaf ya." Ucapnya pelan seraya mengusap lembut ujung bibir tipis yang belepotan itu dengan ibu jarinya. "Maaf udah bikin kamu kesakitan. Aku selalu lupa diri kalau udah deket-deket sama kamu." ucapnya dengan terkekeh. "Kamu punya apa sih? hingga aku selalu ketagihan kayak gini.?"
Camelia tersenyum, memasukan kembali sarapannya itu ke dalam mulutnya.
"Modus, kamu."
Davin tergelak saat itu juga, membuat Camelia melengos kesal.
"Itu kayaknya enak ya?"
"Hmm... "
"Bagi dong.?"
"Tuh masih ada."
"Aku maunya itu." tunjuk Davin pada bibir Camelia.
"Jangan aneh-aneh deh."
"Gak anek kok, aku maunya makan dari bibir kamu langsung."
Tanpa basa-basi lagi, Davin mendekat hingga kini jarak di antara keduanya begitu dekat. Lalu, yang ia lakukan selanjutnya adalah menggigit makanan itu dengan segera.
Camelia hanya tersenyum dan membiarkan suaminya bersikap seperti itu.
Hal sekecil apapun yang di lakukan oleh pasangan suami istri akan terasa sangat menyenangkan, begitu juga dengan Davin dan Camelia. Apapun yang mereka berdua lakukan semuanya terasa sangat indah dan menyenangkan jika hati dan perasaan yang berbicara di antara keduanya.
"Ternyata makan langsung dari mulut kamu itu enak juga ya?"
* * *
Sampai disitu dulu ya ceritanya, nanti aku lanjut lagi...
Terima kasih untuk kalian yang masih setia nunggu ceritanya aku..
Semoga suka dan tidak mengecewakan...
__ADS_1
Jangan lupa untuk tetap kasih dukungan buat aku, dengan tinggalkan like, komen dan vote-nya juga jangan lupa...
Salam sayang dari aku untuk kalian semua... ❤