Menikahi Camelia

Menikahi Camelia
tiga puluh lima


__ADS_3

Balik lagi aku..


Semoga suka ya sama ceritanya..


Jangan lupa untuk tetap dukung aku, dengan tinggalkan like, komen, vote-nya juga.


Jangan lupa simpan sebagai ceritanya favorit kalian ya..


Oke kalau gitu kita lanjut..


Happy reading semua... ❤


* * *


Hening, itulah suasana yang di rasakan saat ini ketika berada di ruang inap. Rakha terbaring lemah, dengan selang infus yang berada di pergelangan tangannya. Setelah selesai menjalani operasi sampai saat ini Rakha masih belum sadarkan diri. Luka yang di alami oleh Rakha terbilang cukup parah, ia mengalami kecelakaan tunggal di depan gedung kampusnya. Saat itu Rakha mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, ia tidak menyadari keberadaan seseorang yang hendak menyebrang hingga ia lolos kendali.


"Ya Tuhan ... Rakha!! Apa yang terjadi? kamu gak pa-pa kan?" teriak seorang wanita paruh baya yang masuk begitu saja dengan derai air matanya.


"Tante?" sapa Davin lembut. "Tante yang sabar ya, Rakha baru saja selesai operasi, kata Dokter keadaannya sudah mulai membaik."


"Ya Vin ... Makasih ya kamu sudah temani dia?" ucap lirih sang tante.


Davin tersenyum lembut, ia memegang erat tangan tante Merry mama-nya Rakha.


"Tante sudah melarang dia untuk mengendarai motor itu, tapi dia tidak mau mendengarkan tante Vin, tante juga merasa bersalah karena tante gak menemani dia saat operasi. Tante juga baru dengar kabar kalau Rakha mengalami kecelakaan. Andai tante gak berada di luar kota, mungkin tante bisa menemani dia."


"Tante yang sabar ya? Rakha pasti baik-baik saja kok.."


Tante Merry tersenyum, ia sangat sedih ketika melihat anak sulungnya terbaring lemah. Tante Merry selalu merasa bersalah karena ia tidak bisa menjaga anak-anaknya dengan baik, karena kesibukannya selama ini yang meneruskan usaha peninggalan sang suami. Tante Merry sudah lama hidup sendiri setelah suaminya meninggal. Makanya tante Merry menjadi sosok ibu sekaligus ayah bagi ke dua anaknya.


"Mamah ... " ucap Rakha pelan mencoba untuk membuka matanya.


Tante Merry terkejut saat ia mendengar suara lembut anaknya itu, termasuk dengan semua orang yang sedang berada di dalam ruangan itu.


"Sayang ... Syukurlah kamu sudah sadar nak?"


"Aku dimana?"


"Kamu di rumah sakit, tadi kamu kecelakaan nak."


"Mamah kapan ada disini?"

__ADS_1


"Maafkan Mama sayang, Mama baru sampai kesini."


Rakha tersenyum lembut, ia memegang erat tangan sang Mama. "Gak pa-pa Ma, Mama jangan sedih ya?"


Mama Merry mengangguk, ia menghambur memeluk tubuh sang anak. "Maafkan Mama?"


Rakha membalas pelukan sang Mama, ia tersenyum lembut saat sang Mama begitu erat memeluk dirinya. Rakha kembali tersenyum saat ia mendapati seseorang yang berada di dalam ruangan itu, gadis itu tersenyum membuat Rakha merasa senang.


"Camelia ... ". Rakha berujar, ia menatap lekat wajah gadis yang sedang tersenyum kepadanya.


"Ya Kak, ini aku." ucap Camelia pelan, Camelia sangat bahagia ketika ia melihat kalau Rakha sudah sadarkan diri.


Rakha masih terus menatap wajah gadis itu, membuat semua orang yang berada disana memperhatikan keduanya termasuk dengan Davin dan Mama Merry ibunya. Perasaan Davin tiba-tiba merasa tidak enak saat Rakha terus menatap wajah istrinya, ingin sekali rasanya ia pergi membawa Camelia pergi dari ruangan itu saat ini juga.


Berbeda dengan Mama Merry ia melihat ke arah dimana anaknya itu sedang menatap seorang gadis cantik, ia tersenyum saat sang anak tidak hentinya menatap sang gadis.


"Jadi kamu yang namanya Camelia?" suara Mama Merry memecahkan keheningan disana.


Camelia tersenyum, sedangkan Rakha ia segera mengalihkan pandangan matanya itu ke sembarang arah.


"Ternyata kamu gadis yang cantik ya? pantas saja anak Tante sangat mengagumi kamu.?"


Camelia gugup, ia tersenyum dan segera memberi salam kepada wanita paruh baya itu.


"Makasih Tante." Melia menatap wajah sang Tante. "Tante lebih cantik kok." ujarnya kembali.


"Kamu bisa ja sayang, tante senang akhirnya tante bisa ketemu sama kamu. Rakha sering cerita banyak loh tentang kamu."


"Ma...!!" Rakha berucap.


"Rakha juga bilang, kalau dia sangat cinta sama kamu."


"Mamah...!! " teriak nya kembali.


"Pantas saja anak tante cinta, ternyata kamu gadis yang cantik."


"Ma ... Apaan sih?" Rakha sangat malu karena mama-nya itu tidak berhenti mengoceh.


Camelia tersenyum kikuk, ia terlihat gugup dan wajahnya tiba-tiba saja jadi memerah seperti kepiting rebus. Camelia tidak pernah mengira kalau selama ini Rakha selalu menceritakan tentangnya kepada sang Mama. Camelia sadar kalau saat ini di ruangan itu ia tidak sendiri, melainkan ada beberapa pasang mata yang sedang bersama dengan dirinya. Camelia baru menyadari kalau saat ini Davin juga berada di ruangan yang sama.


Camelia sedikit melirik ke arah Davin, dan di saat itu juga Davin langsung membuang mukanya. Davin mengetahui kalau sekarang Camelia sedang melihat ke arahnya, makanya Davin langsung mengalihkan pandangannya itu.

__ADS_1


"Vin, Yuan, Nay... Makasih ya?"


Davin dan Yuan tersenyum, mereka segera mendekat ke arah Rakha. Davin dan Yuan berdiri di tepi ranjang itu.


"Cepet sembuh lo."


"lekas sembuh ya Kha.."


"Makasih kalian dah bantu gue, temenin gue disini.?"


"Sama-sama. O... ya, si Candra dan juga Ryan lagi di jalan mau kesini." ujar Davin kembali.


Rakha mengangguk, dan sekarang pandangan matanya itu beralih kepada Camelia yang sedang berdiri di sampingnya juga.


"Mel..., Makasih ya?"


"Ya kak,"


"O ya sayang, tante boleh minta tolong sama kamu gak?"


"Kenapa tante?"


"Tante mau pulang dulu ke rumah mau ngambil baju, kamu mau kan temenin dulu Rakha disini.?"


"Ma... Aku bisa sendiri kok."


"Jangan gitu dong sayang, Mama khawatir sama kamu. Lagipula Mama kan minta tolongnya sama pacar kamu sendiri."


"Ma... Camelia itu buk - "


"Udah Mama tau kok, kenapa mesti malu sih?" potong Mama Merry cepat.


"Mama juga suka kok sama Camelia, Mama berharap kamu segera menikah sama dia.?"


Semuanya sangat terkejut, termasuk dengan Rakha dan Camelia.


Rakha dan Camelia hanya menggeleng pelan. Sedangkan Yuan dan Nayra hanya terdiam. Mereka mengetahui bagaimana hubungan antara Rakha dan Camelia saat ini.


Berbeda dengan mereka, ada seseorang yang sedang merasakan hal aneh yang terjadi dan bersarang di hatinya sekarang. Ia merasa tidak suka, ia benci dengan semua ini. Perasaannya jadi serba salah, ia benar-benar tidak menyukai semua ini, apalagi ketika tante Merry terus saja berbicara mengenai gadis itu. Gadis yang telah resmi menjadi istrinya, gadis yang telah tinggal satu atap bersama dengan dirinya, dan gadis yang sudah dua kali ia cium.


Brengsek..

__ADS_1


Shit...!!!


* * *


__ADS_2