Menikahi Camelia

Menikahi Camelia
lima puluh dua


__ADS_3

Kasih dukungan buat aku ya dengan cara tinggalkan like, komen, vote, dan juga jadikan cerita ini sebagai ceritanya favorit kalian...


Mohon maaf jika ada keterlambatan update ceritanya.. 🙏🏻


Mohon maaf juga bila masih banyak kesalahan dalam kata atau ada penulisan yang salah dari cerita ini...


Kalau gitu kita lanjut lagi yu..


Oke Happy reading semua... ❤


* * *


"Aww.... " Davin meringis kesakitan saat seseorang sedang mengobati lukanya itu.


"Sakit?"


"Hmm... "


"Kasian kamu jadi luka kayak gini kak.?"


"Luka aku gak seberapa, asal kamu yang ngobatinya."


"O... ya...?" ujar Camelia dengan sengaja menekan tangannya pada luka yang sedang ia bersihkan dengan menggunakan handuk kecil.


"Aduh... Kamu sengaja ya?"


Camelia terkekeh kecil. "Maaf, aku kira udah gak sakit.!"


"Cepetan obatin luka aku."


"Ya... Ya.. "


"Gila... Si Rakha tenaganya kuat juga ya? sampe aku kayak gini."


"Ya iyalah, diakan hebat."


"Apa kamu bilang?"


"Ups... " Camelia langsung menutup mulut dengan kedua tangannya seraya tersenyum kikuk.


"Hebat apanya?"


"Bukan __ maksud akutuh."


"Apa huh..?" Davin semakin mendekat dengan mencondongkan wajahnya. "Kenapa diam?"


Camelia mulai merasa risih dan terlihat gugup saat Davin sudah berada dekat dengannya.


"Ya maksud aku itu, dia kan sedang marah jadi emosinya itu tidak bisa terkontrol Kak."


"Cuma itu.?"


"Ya.. "


"Bukannya kamu mau bilang kalau dia lebih hebat dari aku.?"

__ADS_1


"Maaf aku salah bicara." ucapnya pelan dengan menundukkan wajah cantiknya itu.


Davin tersenyum, ia melihat betapa sangat menggemaskan istrinya itu sekarang. Davin sangat beruntung bisa menikah dengan Camelia gadis yang di jodohkan oleh Kakeknya itu, gadis cantik, baik, pintar, perhatian meskipun dia adalah gadis yang sangat manja.


Perasaan cintanya terhadap Camelia saat ini melebihi rasa cintanya untuk kekasihnya dahulu. Ia tidak pernah mengira bahwa dirinya akan jatuh dan mencintai gadis yang sekarang sedang menundukkan wajahnya itu. Davin adalah orang yang sangat beruntung bisa menjadikan Camelia sebagai istrinya, meskipun ia telah menghancurkan perasaan dari sahabatnya sendiri.


Davin mengetahui bagaimana perasaannya Rakha saat ini. Bagaimana rasa kecewa dan terlukanya Rakha saat ini. Davin juga menyadari bahwa sekarang ia telah menyakiti dua perasaan sekaligus. Perasaan dari sahabatnya sendiri dan juga perasaan dari wanita yang dulu sangat ia cintai.


"Kak ... Kamu kenapa?"


Davin tersenyum, di tatapnya lekat wajah itu. Mengelus lembut pipinya yang mulus.


"Aku mencintaimu."


Camelia mengernyit. "Apa aku gak denger?"


"Aku cinta sama kamu Camelia." tegasnya kembali.


"Apa? tolong bilang sekali lagi?"


"Kamu ngerjain aku ya?"


Camelia tertawa dengan begitu lepasnya, membuat Davin semakin merasa kesal di buatnya.


"Senang sekali kamu udah ngerjain aku?"


"Ya iyalah... Kapan lagi coba bisa ngerjain cowok mesum kayak kamu."


"Apa kamu bilang? coba ulang lagi?"


Davin sedikit menyunggingkan bibirnya ke atas menatap dalam dengan tatapan nakalnya.


"Tapi kamu suka kan sama cowok mesum kayak aku?" bisiknya pelan.


Camelia tersenyum tipis, ekor matanya melirik ke arah Davin yang sekarang berada sangat dekat dengannya. Camelia selalu merasa senang ketika ia bisa membuat suaminya itu merasa kesal sama seperti saat ini.


"Siapa bilang?"


"Sekarang kamu mulai berani ya sama suami sendiri.?"


"Gak salah dong aku, emang benerkan kamu itu memang cowok mesum Kak."


"Aku juga gak salah, aku mesum sama istri sendiri apa salahnya?"


Camelia terdiam, ia mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat dirinya dan Davin belum menjadi pasangan suami istri. Saat itu Camelia yang tanpa sengaja memergoki Davin Dan Yuanita kekasihnya itu sedang berciuman dengan sangat mesra. Dan saat itu juga Camelia mengenal sosok Davin sebagai cowok mesum, dan yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali adalah bahwa sekarang cowok mesum yang ia kenal itu adalah suaminya sendiri.


* * *


"Apa maksud dari semua ini?" dengan penuh penekanan wanita itu berujar.


Davin mendongak, melihat Yuanita yang sudah berada di hadapannya dan melempar ponselnya ke arah dimana laki-laki itu sedang menatapnya dalam diam.


"Katakan yang sebenarnya? semua itu bohongkan?"


Davin melirik sekilas pada ponsel yang ada di hadapannya sekarang, ia melihat ponsel itu sedang memutar sebuah video pertikaian yang terjadi antara dirinya dan Rakha sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam Davin..?" teriak Yuanita kembali.


"Yuan aku mohon, kamu bisa duduk dulu."


"Gak... "


"Yuan... Aku mohon kita bisa bicara baik-baik." pintanya dengan sangat lembut.


Yuanita menuruti keinginan dari mantan kekasihnya itu, ia duduk berhadapan dengan Davin dan tanpa ia sadari air bening itu mulai menetes dari matanya yang indah.


"Jelasin sekarang semuanya sama aku?"


"Ya, aku akan jelaskan semuanya." di jedanya kalimat itu. "Semua yang kamu lihat dalam video itu memang benar adanya."


"Maksud kamu?"


"Camelia adalah istriku."


Yuan terkejut, dan air mata itu mengalir deras keluar dari matanya.


"Apa kamu bilang.?"


"Wanita yang dulu di jodohin Kakek itu adalah Camelia."


Sakit, hatinya mencelos dan dadanya terasa sesak sekarang. Yuanita semakin menangis tersedu ketika ia mengetahui siapa orang yang telah menikah dengan kekasih hatinya itu.


"Maafkan aku Yuan..?"


"Kenapa kamu tega sama aku, kenapa kamu mau menikah sama dia? kamu taukan dia itu siapa?"


"Aku tau, aku juga sebelumnya tidak tahu kalau wanita yang di jodohin Kakek itu adalah Camelia."


"Bohong kamu?"


"Aku gak bohong Yuan."


"Terus kenapa kamu mau?"


"Aku gak bisa nolak keinginan dari Kakek."


"Kamu tega nyakitin aku sama sahabat kamu sendiri Davin.?"


"Ya, aku sadar aku telah nyakitin kalian berdua. Tapi sekarang semua itu telah terjadi, aku dan Camelia sudah menikah."


"Kamu jahat Davin.." di sela isaknya Yuanita berujar dengan sangat lirih.


"Dulu aku memang menolak saat kamu minta aku buat jadi istri kamu, tapi kamu janji sama aku kalau kamu akan menunggu aku dan menolak perjodohan itu. Kenapa mesti dia yang jadi istri kamu? kenapa mesti pacar dari sahabat kamu sendiri yang menikah denganmu.?"


Davin membisu bibirnya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu. Di tatapnya dalam wajah itu, wajah cantik yang kini berubah menjadi pucat pasih. Davin menyadari telah menyakiti hati dan perasaan dari wanita yang dulu selalu menjadi nomer satu di hatinya itu. Ia ingat saat pertama menjalin hubungan dengan Yuanita, dengan perjuangan yang luar biasa akhirnya ia bisa menaklukan hatinya Yuanita.


Semua itu telah berubah, Camelia adalah orang yang bisa menggantikan posisi Yuanita di hatinya sekarang, seiring berjalannya waktu dimana saat ini gadis yang menjadi nomer satu di hatinya itu adalah istrinya sendiri, gadis yang menjadi kelemahannya dan gadis yang telah membuatnya jatuh cinta dan sangat ia cintai sekarang adalah Camelia.


Kamu segalanya buat aku Camelia...


* * *

__ADS_1


__ADS_2