
Happy reading... ❤
***
"Vin ... Jelaskan pada Kakek apa yang sebenarnya terjadi? kenapa bisa video itu menyebar begitu saja.?"
"Kek ... Aku juga gak tau kenapa video itu bisa menyebar."
"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kamu sama Rakha bisa bertengkar seperti itu.?"
Davin menghela nafasnya. "Maafkan aku Kek."
"Ada masalah apa kamu sama dia?"
"Cuma masalah kecil kok Kek."
"Camelia." ucap sang Kakek dingin,di jedanya kalimat itu. "Bukannya kalian bertengkar karena Camelia.?"
"Kek... "
Kakek Wijaya menghela nafas dan mengusap wajahnya gusar. Ia tahu masalah apa yang sedang di hadapi oleh cucu laki-lakinya itu. Kakek Wijaya mendapat laporan dari asisten pribadinya yang menyampaikan bahwa cucunya itu terlibat pertengkaran dengan sahabatnya sendiri. Dan yang paling membuat Kakek Wijaya tidak mengerti adalah karena ia mengetahui alasan yang membuat mereka berdua bertikai seperti itu.
"Ceritakan pada kakek apa yang sebenarnya terjadi.?"
Davin terdiam membisu, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya, Camelia dan juga Rakha.
"Davin ... Kamu dengar kakek ngomong gak?"
Davin menutup matanya erat sebelum ia mulai membuka suaranya.
"Sebenarnya __ Camelia dan Rakha itu adalah pasangan kekasih."
"Apa maksud kamu?"
"Dulu mereka pacaran, sebelum kakek jodohin dia sama aku."
"Jadi Rakha pacarnya Camelia?" tanya sang Kakek memperjelas.
Davin mengangguk pelan. "Ya, Camelia adalah gadis yang sangat di cintai oleh Rakha."
"Kenapa bisa kebetulan seperti itu?"
"Rakha marah sama aku kek, saat dia tau kalau aku adalah orang yang menikah Camelia, dia marah kalau aku suaminya." tegas Davin kembali.
"Kenapa kamu gak coba jelaskan sama dia?"
"Aku udah jelaskan sama dia kek, tapi dia belum bisa nerima semua ini."
"Baiklah, kalau begitu biar kakek yang bicara sama dia. Dan ingat ... Kamu harus segera mengembalikan nama baik kamu dan keluarga, kamu cucu kakek, dan sebentar lagi kamu akan meneruskan perusahaan kakek. Mulai minggu depan kamu harus segera bekerja di perusahaan."
Sang Kakek pergi begitu saja meninggalkan Davin yang masih diam mematung.
__ADS_1
* * *
"Selamat siang Kek, maaf sudah menunggu lama."
"Gak apa-apa, silahkan duduk."
"Terima kasih Kek."
Kakek Wijaya dan Rakha kini sedang duduk berhadapan, atas permintaan dari kakek sahabatnya itu akhirnya Rakha memenuhi keinginan dari sang kakek untuk bertemu dengannya.
"Ada apa Kakek meminta saya untuk bertemu.?"
"Maafkan Kakek karena telah mengganggu waktumu."
"Gak apa-apa Kek.. "
"Baiklah, ada yang ingin kakek bicarakan sama kamu Rakha." menghela nafas panjang. "Ini mengenai Davin dan juga Camelia."
Rakha menarik nafas dalam dan menutup matanya sesaat. Ia pandang wajah lelaki paruh baya itu. Rakha sama seperti Davin, ia dan kakek Wijaya sudah sangat dekat. Karena bagi Rakha keluarga Davin sudah di anggap sebagai keluarganya sendiri. Begitupun sebaliknya sang Kakek sudah menganggap Rakha sama seperti Davin, ia menganggap Rakha adalah cucunya juga.
"Kakek mau minta maaf sama kamu."
"Kenapa kakek minta maaf?"
"Karena kakek telah menikahkan Davin dengan Camelia."
Rakha tersenyum getir, menarik nafas sebelum ia mulai berkata lagi.
"Semua itu telah terjadi kek.."
"Aku sudah dengar semuanya dari Davin kek."
"Jadi kakek mohon maafkan segala kesalahan yang kakek dan Davin lakukan, kakek tidak tau kalau Camelia dan kamu punya hubungan."
Menghela nafas berat, kemudian mengangguk pelan.
"Kakek tau kamu pasti kecewa, dan marah sama Davin."
"Ya, Kakek memang benar, saya kecewa dan sakit hati ketika saya mengetahui kebenarannya. Tetapi __ setelah saya pikir-pikir." menghela nafas panjang. "Mungkin saya dan Camelia di takdirkan memang tidak berjodoh." dengan sangat lirih Rakha berujar.
"Maafkan Kakek Rakha.." ucap sang Kakek dengan memohon.
"Sudahlah Kek... Jangan seperti ini. Mungkin ini jalan yang terbaik untuk aku, Davin dan juga Camelia."
Rakha memeluk tubuh lelaki paruh baya itu, ia tersenyum di hadapan sang Kakek meski dalam hatinya masih menyimpan rasa sakit dan kecewa. Rakha akan berusaha untuk tetap tegar ia juga tidak ingin jika persahabatan yang sudah terjalin sangat lama harus hancur berantakan seperti ini. Rakha akan mencoba untuk melepaskan Camelia dan memaafkan Davin sahabatnya itu.
Bukan ... Bukan karena ia sudah tidak mencintai gadis itu lagi, sampai kapanpun Camelia akan menjadi wanita yang selalu ia cintai meski kini perasaan cintanya itu harus ia kubur dalam-dalam. Rakha akan melepaskan Camelia untuk sahabatnya itu, karena Rakha sudah mengetahui kalau selama ini Camelia sudah memberikan hati dan cintanya untuk Davin sahabatnya itu.
* * *
"Kak ... !!"
__ADS_1
Suara lembut itu terdengar di balik punggungnya, ia menoleh kemudian tersenyum.
"Kamu lagi apa?"
"Ini.. " Ujar Davin seraya menunjukkan satu batang rokok yang terselip di sela jari tangannya.
"Belum tidur?" tanya Davin dengan menyesap rokok yang masih tersisa itu.
"Belum ngantuk."
Davin menoleh. "Kenapa?"
"Gak pa-pa."
Camelia berdiri di samping suaminya saat ini, menatap lurus ke depan menikmati udara pada malam hari.
"Kak... "
"Apa sayang.. "
Camelia melirik dengan tersenyum. "Lihat deh bintang-bintang itu."
Davin melihat ke arah dimana jari telunjuk itu sedang menunjuk ke arah langit malam yang bertaburan banyak bintang.
"Kenapa dengan bintangnya?"
"Sangat indah bukan."
"Hmm... " di jedanya kalimat itu. "Tapi lebih indah saat lihat wajah kamu."
"Apaan sih." Camelia bersemu, dan terlihat sangat malu.
Davin berbalik badan membuang puntung rokok itu dan menginjaknya.
"Kak... " Camelia terkejut saat tiba-tiba saja Davin memeluk tubuhnya dari belakang.
"Biarkan aku seperti ini dulu." suaranya terdengar sangat pelan.
Davin memeluk tubuh mungil itu dengan sangat erat. Sesekali mencium tengkuk lehernya Camelia secara berkali-kali. Ia benamkan wajahnya di ceruk lehernya membuat Camelia memejamkan matanya semakin erat. Camelia langsung membalikan badannya menghadap Davin dan menatap lekat wajahnya.
Mengalungkan kedua tangannya pada leher lelaki itu. Camelia berjinjit, mengecup kening Davin dengan begitu lama. Kemudian kecupan itu beralih menuju kedua mata dan pipinya, membuat Davin hanya bisa menutup mata dan merasakan kehangatan di setiap sentuhan yang Camelia berikan.
"Aku mencintaimu." Camelia berujar seraya mengecup lembut bibir lelaki itu.
"Aku sangat mencintaimu." ucapnya lagi dengan kembali mengecup bibirnya Davin.
Davin hanya bisa tersenyum dengan apa yang sedang di lakukan oleh istrinya itu. Tidak pernah ia bayangkan bahwa Camelia akan bersikap agresif seperti ini.
"Aku lebih mencintaimu."
Camelia tersenyum lebar, berjinjit kembali untuk menyatukan bibirnya ke bibir Davin.
__ADS_1
"Jangan pernah tinggalkan aku Camelia."
* * *