
Balik lagi aku...
Jangan lupa untuk tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga ya.??
Jadikan cerita ini favorit nya kalian..
Oke, kita lanjut..
Happy reading...
* * *
Davin masih berdiam diri di dalam mobil itu, ia sedang menatap ke arah dimana Camelia dan Rakha masih terlihat bersama. Davin memperhatikan mereka dari kejauhan, ia masih mengamati kedua sejoli itu. Ada rasa bersalah di hati Davin saat ini. Davin teringat, kalau sekarang mereka merencanakan untuk berkumpul bersama di salah satu kafe yang sudah di sepakati.
Davin segera pergi meninggalkan tempat itu, ia berlalu ke tempat yang sudah di janjikan oleh para sahabatnya. Masih ada rasa penasaran di hatinya Davin sekarang, karena ia melihat dengan sengajanya Rakha menemui Camelia, bahkan Rakha tidak lepasnya memegang tangan Camelia.
Ngapain aku mikirin mereka sih..??
Davin sudah memarkirkan mobilnya di salah satu Kafe yang sudah mereka janjikan, Davin segera keluar dan masuk ke dalam Kafe tersebut. Dari kejauhan Davin sudah bisa melihat keberadaan Candra dan juga Ryan, mereka berdua melambaikan tangannya ke arah Davin, seperti biasa Davin selalu menjadi pusat perhatian disana. Ia selalu menjadi sorotan para kaum wanita, dan tidak luput juga dari para abege yang sedang berada disana.
"Lama bener lo..?" Sewot Candra kepada Davin yang baru saja duduk di hadapan mereka berdua.
"Tau ni, kita dari tadi nungguin.. " Timpal Ryan.
Davin tidak memperdulikan ocehan mereka, ia hanya mengedikan bahunya acuh.
"Si Rakha juga belom nongol-nongol, katanya sih tadi dah di jalan."
"Barusan dia nelpon gue, katanya dia mau ke kampus dulu ada urusan." Jawab Candra dengan nada santai nya.
Davin hanya menoleh, ia tersenyum tipis. Sebenarnya Davin sudah mengetahui kalau Rakha sedang menemui Camelia.
"Palingan dia lagi nemuin ceweknya."
"Bisa jadi.. "
"Bukannya mereka sudah putus ya.? Tau gitu biar gue yang maju.. Camelia cantik kok." Ujar Ryan dengan tampang jenaka.
"Kalo ngomong tuh mulut di jaga, lo mau si Rakha mukul lo..?"
"Gak salah dong gue, mereka udah putus jadi siapa aja boleh deketin dia kan.?"
__ADS_1
"Kampret lo.."
Candra dan Ryan tidak berhenti berdebat, sedangkan Davin ia malah asik dengan ponselnya. Davin tersenyum sendiri saat ia melihat dan membalas pesan yang masuk di WhatsApp-nya. Davin merasa senang karena tiba-tiba ia mendapatkan pesan kalau Yuanita kekasih nya itu akan segera pulang. Davin sangat merindukan gadis itu, sudah hampir satu bulan lamanya mereka berdua tidak bertemu.
"Kenapa lo.?" Sewot Ryan karena merasa aneh melihat gelagatnya Davin.
"Gak pa-pa."
"Lo senyum sendiri, gak jelas tau."
"Terserah gue."
Candra dan Ryan saling melempar pandangan, mereka hanya menggelengkan kepala nya.
"Sorry gue telat." Ucap Rakha saat dirinya baru saja tiba di kafe itu.
"Kemana ja lo.?" Sewot Candra dengan tampang penasarannya.
"Ada urusan sebentar." Jawab Rakha pelan, tetapi terlihat jelas di wajahnya ada raut sedikit kecewa.
Davin, Candra dan Ryan hanya saling melemparkan pandangan matanya, mereka mengetahui jika saat ini Rakha sahabatnya itu sedang ada masalah dan menyembunyikan sesuatu. Terlihat jelas dari raut wajah dan sikapnya yang tidak banyak bicara.
Davin memperhatikan sikap diamnya Rakha yang tiba-tiba, ia mengetahui jika saat ini Rakha pasti sedang ada masalah dengan Camelia.
Rakha menoleh, ia menatap Candra dan segera menyenderkan tubuhnya pada kursi.
"Gue bingung.."
"Bingung kenapa?"
"Gimana caranya agar Camelia mau balik lagi sama gue."
"Lo tau, alasan dia mutusin lo.?"
Rakha hanya menggeleng dengan tatapan kosong ke depan. "Gue juga gak tau, kenapa tiba-tiba dia mutusin gue."
Mereka semua menatap ke arah dimana saat ini Rakha sedang bicara, mereka mengetahui ada rasa sedih di hatinya Rakha sekarang. Mereka juga mengetahui kalau sahabatnya itu sangat mencintai gadis yang sudah empat tahun menjalin hubungan dengannya. Camelia adalah gadis beruntung yang sangat di cintai oleh seorang Rakha.
"Apa mungkin dia punya seseorang selain gue.?" Ucap Rakha kembali.
Deg
__ADS_1
Davin terkejut, saat ia mendengar ucapan Rakha baru saja. Kenapa tiba-tiba hatinya merasa tidak enak seperti ini, kenapa juga sekarang ia merasa bersalah karena telah menikahi kekasih dari sahabat nya sendiri. Kalau bukan karena perjodohan itu, mana mungkin Davin dan Camelia menikah.
"Tapi gue gak akan menyerah, sampai kapanpun gue akan mengejar cintanya."
"Gue salut ma lo Kha, beruntung banget cewek yang menjadi pacar lo.?"
"Memangnya kenapa?"
"Lo kan tampan, punya segalanya. Siapa sih cewek yang gak mau sama lo?"
Rakha hanya berdecih, "Basi tau gak lo..?"
Davin hanya diam, tidak ada suara sedikitpun keluar dari mulutnya itu. Ia hanya menjadi pendengar saja, dan sesekali ia memperhatikan perbincangan yang terjadi antara para sahabat nya itu.
"Vin ... Bukannya Yuan balik ya.?"
"Hmm.."
"Jadi apa rencana lo selanjutnya.?"
"Maksud lo.?"
"Bukannya lo di jodohin kan.?"
"Lo mau terima perjodohan itu? atau lo mau mempertahankan hubungan lo ma Yuan.?"
Davin diam. "Gue juga gak tau soal itu."
"Bulan depan kita wisuda, dan berarti sebentar lagi kita akan bebas. "
Mereka tertawa dan sesekali saling melempar ejekan, mereka menghabiskan banyak waktu dan tanpa terasa sudah dua jam lamanya mereka berada disana, sudah banyak waktu yang mereka habiskan. Saat semuanya sedang fokus dengan perbincangan yang mereka bahas, tiba-tiba saja pandangan Davin tertuju pada pintu masuk kafe itu, ia melihat ada seseorang yang sangat ia kenal sedang berjalan sambil tertawa dengan sahabatnya.
Davin melihat Camelia saat ini, dan tatapan matanya itu tidak lepas dari pandangan para sahabat nya yang berada disana. Mereka semua menoleh ke arah dimana saat ini Davin sedang menatap seseorang, begitu terkejutnya saat mereka melihat bahwa gadis yang sedang mereka bicarakan sedari tadi kini ada di hadapan mereka semua.
"Camelia.." Ucap Rakha pelan.
Camelia menghentikan langkah kakinya sesaat, ia melihat bahwa di hadapannya saat ini ada beberapa pasang mata yang sedang menatap dirinya. Camelia menatap Rakha dalam diam, mereka saling beradu tatapan dalam waktu yang cukup lama, Camelia segera mengalihkan pandangannya, saat ia sadar bahwa ada Davin yang berstatus sebagai suaminya itu sedang menatap dirinya juga.
Kenapa bisa kebetulan gini, kenapa aku harus bertemu dengan mereka di tempat yang sama. Apa yang harus aku lakukan..?
Maafkan aku... Aku telah membuatmu kecewa untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
Aku harap kamu segera mendapatkan pengganti aku Kak.. Aku harap kamu bisa melupakan aku secepatnya.
* * *