Menikahi Camelia

Menikahi Camelia
enam puluh tujuh


__ADS_3

Happy reading... ❤


* * *


"Apa benar yang kamu katakan Davin.?"


Davin dan Camelia saling menatap, lalu tersenyum lebar.


"Ya Kek, sekarang Camelia sedang hamil." Ia tatap lamat wajah istrinya. "Aku akan punya anak, dan Kakek akan dapat cicit." Serunya kembali.


Kakak Wijaya Tersenyum dengan begitu lebarnya. "Akhirnya, ini yang kakek tunggu selama ini. Kamu dan Camelia segera punya anak."


"Iya Kek, aku seneng banget, ternyata sebentar lagi aku akan jadi seorang Papa."


Kakek Wijaya tersenyum sembari menatap mereka berdua, Tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kalau ia akan mendapatkan cicit dari cucunya itu. Dulu, saat kakek Wijaya menjodohkan mereka, ada perasaan tidak tenang, sang Kakek takut kalau pernikahan Davin dan Camelia tidak akan bertahan lama, mengingat bagaimana seorang Davin menolak perjodohan itu.


Tapi __ seiring berjalannya waktu, ternyata cinta telah mempermainkan hati keduanya.


Davin Ardian Wijaya, laki-laki yang sebentar lagi akan menyandang sebagai seorang ayah, kini, lelaki itu telah menggantikan posisi sang Kakek sebagai seorang Direktur Utama di perusahaan Wijaya Grup's. Sang kakek sudah menyerahkan sepenuhnya perusahaan itu untuk Davin. Kakek Wijaya percaya kalau Davin akan bisa memegang dan mengendalikan perusahaan yang ia bangun dengan hasil jerih payahnya sendiri dengan baik.


Sementara Camelia Tantia, gadis itu masih sibuk dengan kuliahnya. Camelia tidak ingin menyia-nyiakan pendidikannya begitu saja, mendapatkan gelar sarjana itu adalah impiannya, meskipun ia harus kuliah dengan perut yang membuncit nantinya. Bagi Camelia, menjadi seorang istri sekaligus calon ibu untuk anaknya itu sangat menyenangkan. Apalagi mengingat Davin, semenjak ia hamil, suaminya itu berubah menjadi lebih perhatian meskipun sedikit Posesif yang terkadang membuat Camelia selalu berdecak malas. Camelia menikmati hari-harinya dengan penuh semangat, berjanji dalam hati kalau ia akan menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anaknya kelak.


Papa Reyhan dan Mama Rossa adalah orang pertama yang sangat bahagia ketika mendengar tentang kehamilan Camelia menantu nya itu. Mereka sudah sibuk sendiri menyiapkan segalanya untuk menyambut kehadiran sang cucu yang sebentar lagi akan menjadi penerus keluarga Wijaya.


Papa Bayu dan Mama Indah, mereka tidak sebeboh Papa Reyhan dan Mama Rossa. Tetapi mereka juga senang dengan kehamilan putri kesayangannya itu, mereka berdua sudah tidak sabar untuk menanti kelahiran cucu pertamanya, yang sebentar lagi akan memanggil mereka dengan panggilan Kakek dan Nenek.


Dan untuk para sahabat tengilnya Davin, mereka sudah menemukan kehidupannya masing-masing. Ryan baru menikah satu bulan yang lalu, sementara Candra ia baru saja bertunangan dengan seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai seorang Dokter. Sementara Rakha, lelaki itu memilih tinggal bersama ibunya di Belanda, ia memilih menetap disana bersama dengan sang ibu untuk meneruskan usaha peninggalan sang Ayah. Rakha sudah melepaskan Camelia dengan ikhlas, karena ia tahu kalau Camelia akan bahagia hidup bersama dengan Davin sahabatnya itu.


Sedangkan Nayra Almira, gadis berparas ayu itu sudah di persunting oleh seseorang yang berasal dari negara tetangga. Sekarang Nayra ikut dengan suaminya tinggal di Malaysia dan ingin melanjutkan pendidikan S2 disana.


Camelia bahagia saat ia melihat orang-orang yang sangat di cintainya juga bahagia.


* * *


Saat ini usia kandungan Camelia memasuki bulan ke sembilan, dimana sebentar lagi ia akan segera melahirkan seorang bayi mungil itu ke dunia. Camelia sudah tidak sabar, begitupun dengan Davin yang sudah menantikan kehadiran anak mereka. Beruntung Camelia bisa memiliki suami yang siaga seperti Davin, selama masa kehamilannya Davin selalu menemani sang istri, untuk pergi kontrol, menemaninya senam kehamilan, bahkan saat malam, jika Camelia tidak bisa tidur Davin selalu menemani-nya, sama seperti sekarang saat istrinya itu merengek karena perubahan bobot tubuhnya yang sedikit membesar.


"Kak, kok aku jadi gendut kayak gini sih?" Ucapnya dengan bibir mengerucut lucu.


"Kamu gak gendut kok sayang."


"Jangan bohong deh."


Davin terkekeh, membuat Camelia mendelik tajam. "Tuh kan ... Kamu pasti ledekin aku ya?"


Kali ini bukan hanya kekehan yang keluar dari mulutnya, Davin malah tertawa dengan keras membuat Camelia semakin tidak suka melihatnya.


"Ish ... Nyebelin kamu itu ya?" desisnya lagi.

__ADS_1


Davin mendekat, memegang bahu Camelia dan menatapnya dalam.


"Kenapa cemberut kayak gitu huh?"


"Aku gak suka kamu ketawain aku."


"Siapa yang ketawa'in kamu?"


"Itu tadi."


Davin tergelak sambil menangkup wajah Camelia, membuat mata mereka saling bertatapan.


"Bukannya ngetawain, aku hanya merasa gemas saat lihat bibir kamu yang mengerucut, jadi pengen cium nih." Lalu, ia kecup bibir istrinya itu cepat.


Camelia mendesis. "Apaan sih."


Davin kembali tersenyum, merasa gemas dengan tingkah sang istri yang sedang merajuk seperti ini. Di saat sedang hamil Camelia memang sedikit berubah, tetapi perubahan itu tidak membuat Davin mempermasalahkannya, ia senang melihat Camelia yang berisi seperti ini, menurutnya justru istrinya itu terlihat lebih seksi dari biasanya, ia senang dengan Camelia yang selalu merengek, ia senang jika istrinya itu selalu bersikap manja seperti biasanya.


* * *


"Kak..." Ucap Camelia pelan dan sesekali meringis.


"Kenapa sayang?"


"Kok perut aku mulas banget ya?"


Camelia menggeleng pelan. "Gak tahu, tapi kayaknya iya deh."


Davin panik, merasa takut dan itu terlihat jelas di raut wajahnya.


"Kalau gitu kita ke rumah sakit sekarang ya?'


Camelia kembali meringis, sesekali memegang perutnya. Rasa sakit dan mulas itu kini semakin sering terasa.


Tanpa menunggu lama Davin segera membawa Camelia ke rumah sakit. Camelia sudah di bawa masuk ke ruang bersalin. Hampir beberapa jam, ia menahan rasa sakit dan mulas yang sangat luar biasa.


Davin panik, tetapi kepanikan itu ia sembunyikan dengan tersenyum. Mengusap rambut Camelia dengan lembut dan menyeka keringat di dahinya. Davin berusaha untuk menguatkan istrinya itu agar ia bisa menahan rasa sakitnya.


"Sayang ... sabar ya? kamu pasti bisa, sebentar lagi anak kita lahir. Aku bakalan terus ada si samping kamu sampai anak kita lahir."


Camelia tersenyum, air matanya keluar begitu saja saat Davin mengecup keningnya dan memberi kata-kata yang membuat nya memiliki kekuatan besar.


Tak lama berselang Dokter'pun masuk ke dalam ruang bersalin, dengan segera Dokter itu mengecek keadaan nya. "Ini sudah waktunya. Ibu yang kuat ya?"


Camelia sudah merasakan mulas yang sangat luar biasa, wajahnya sudah berpeluh.


Camelia pasti bisa .... ia pasti kuat ...

__ADS_1


Davin tidak bisa menahan debaran jantungnya, tubuhnya merinding saat bayi mungil yang baru lahir itu menangis dengan amat kencang. Bibirnya tersenyum lebar bersama dengan air bening yang menetes begitu saja keluar dari matanya.


"Anak kita sayang." Ucapnya dengan sedikit bergetar, lalu, ia kecup kening istrinya itu.


Camelia tersenyum, dan menitikan air matanya.


"Anak kita, Kak?"


"Iya, anak kita. Dia sangat tampan dan juga menggemaskan kayak aku." Ucapnya bangga.


Camelia kembali tersenyum. "Iya, dia tampan sekali."


Davin tersenyum sembari mengecup pipi bayinya. Senang, bangga dan bahagia melebur menjadi satu ketika ia menjadi seorang ayah.


"Camelia ... terima kasih sayang, terima kasih kamu telah memberikan aku hadiah yang sangat luar biasa. Terima kasih kamu telah menjadi istri dan ibu untuk anak kita. Aku mencintaimu Camelia, aku sangat mencintaimu dan mencintai anak kita." Lalu, ia kecup bibir istrinya lagi.


"Asal kamu tahu, Satu-satunya hal yang gak pernah aku sesali dalam hidup ini adalah __ perjodohan kita."


Camelia tersenyum, lantas, memeluk tubuh suaminya dengan erat.


"Aku tidak menyesal saat aku di jodohkan dengan kamu __ Camelia Tantia."


"Aku juga tidak menyesal saat Kakek menjodohkan aku dan kamu __ Davin Ardian Wijaya __ "



T A M A T


* * *


Yeee..... Akhirnya sampai juga kita di akhir ceritanya Camelia.


Terima kasih aku ucapkan untuk kalian yang sudah mampir baca ceritanya aku...


Terima kasih atas dukungan yang telah kalian beri untuk aku, terima kasih atas like, komen serta vote-nya.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan nya.. 🙏🏻


Sekali lagi aku ucapkan banyak terima kasih...


Salam sayang dari aku untuk kalian semua...


 


~ CAMELIA** ~


 

__ADS_1


__ADS_2