
Happy reading... ❤
* * *
Davin sangat terkejut kenapa dengan tiba-tiba saja Candra bertanya seperti itu, apalagi ini di hadapan semua orang semua teman-temannya dan juga Camelia. Davin menjadi salah tingkah sendiri, ia tidak tahu harus menjawab seperti apa kepada mereka semua.
"Gak salah denger gue? Itu beneran Vin ... ?" Sewot Ryan kali ini yang bertanya.
Davin menatap mereka semua, dan tanpa sengaja tatapan matanya kali ini jatuh kepada gadis yang berada di hadapannya sekarang. Mereka saling menatap dalam diam, dan dengan segera pula mereka berdua mengalihkan pandangan matanya itu kesembarang arah.
"Gila ... Hari gini masih di jodohin? kayak yang gak laku ja lo..?" Timpal Ryan kembali.
"Siapa cewek yang di pilih sama kakek lo Vin..?" Kali ini giliran Rakha yang bertanya.
Davin menoleh ke arah Rakha dan dia tersenyum tipis. Kemudian ia menoleh ke arah di mana Camelia sedang terlihat gelisah.
"Gue udah tau kok siapa cewek itu, dan gue juga udah kenal siapa dia." Jawab Davin santai dengan mata masih menatap Camelia.
"Hah...??? Yang bener? Siapa cewek itu? Apa dia cantik, sexy atau jangan-jangan...??" Ucap Candra kembali.
"Dia cewek manja, kayak anak kecil, tidur saja masih mau di temenin sama ibunya." Sergah Davin kembali.
Sontak pernyataan itu membuat Camelia langsung menatap ke arah dimana laki-laki itu sedang menatap-nya dengan tampang mengejek. Camelia menggerlingkan kedua bola matanya jengah, ingin sekali rasanya ia membungkam mulut laki-laki itu.
Dan seketika gelak tawa-pun menggema di kantin itu, mereka semua tertawa dengan begitu keras hingga kini mereka menjadi tatapan orang-orang yang berada disana. Davin mengangguk pelan, ia menatap wajah Camelia sekarang. Entah kenapa Davin sangat suka jika dirinya sudah bisa membuat gadis itu merasa kesal.
"Gila... Lo mau nikahin anak di bawah umur Vin..?" Dengan terkekeh geli Rakha mengatakan itu.
"Sialan... Lo..!" Balas Davin kala itu.
"Terus apa namanya kalau gitu, nikah sama gadis yang masih suka tidur sama ibunya.?" Goda Candra pada sahabatnya itu.
"Kalakuannya ja kayak anak kecil, padahal umurnya udah cukup kok." Jawab Davin datar.
"Apa dia cantik.?"
"Hmm... Lumayan." Jawab Davin dengan pandangan matanya tertuju pada Camelia.
__ADS_1
"Apa dia sexy.?"
Davin menatap Camelia dari atas sampai bawah, dan ia tersenyum miring. "Mungkin kalau bajunya sedikit terbuka akan kelihatan seksi."
Lagi dan lagi semua teman-temannya itu tertawa, mereka sangat senang jika sudah bisa mengolok sahabatnya itu. Mereka juga tahu kalau Davin akan di jodohkan oleh kakek-nya, dan itu membuat mereka semua terkejut. Karena mereka semua mengetahui jika Davin sangat mencintai kekasihnya siapa lagi kalau bukan gadis cantik dan seorang model seperti Yuanita Tanu Raharja.
Camelia sangat terkejut, matanya membulat sempurna ingin sekali dirinya membungkam mulut laki-laki itu dengan sepatu yang ia pakai. Camelia tidak habis pikir kenapa dengan mudahnya Davin mengatakan hal seperti itu, apalagi di hadapannya sekarang.
Dasar laki-laki gak tau malu..!!! Gerutu Camelia dengan sedikit melirik ke arah Davin.
"Ah... Gila, gue jadi penasaran siapa cewek pilihan kakek lo itu.?" Ucap Candra dengan wajah penasarannya.
"Kalau cewek-nya kayak Camelia, gue juga mau di jodohin.." Goda Ryan dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Camelia.
"Sialan lo... " Sewot Rakha.
"Terus gimana sama Yuanita, apa dia tahu?" Tanya Rakha kembali.
Davin mengangguk, "Dia tau kok kalau gue mau di jodohkan. "
"Gimana selanjutnya dengan hubungan kalian.?"
Camelia menatap Davin sekilas, ia bisa merasakan bagaimana perasaan Davin saat ini. Mereka sama-sama sedang merasakan rasa bersalah kepada para kekasihnya itu.
"Kha ..., gimana seandainya kalau Camelia di jodohin dengan orang lain.?" Tanya Davin dengan santainya.
Camelia tersedak begitu saja, ia kembali menatap Davin dengan tatapan bingung.
"Sayang kamu gak pa-pa.?" Tanya Rakha seraya memberikannya minum.
Camelia menggeleng dan tersenyum tipis. " Maaf, aku gak pa-pa kok." Jawabnya dengan segera meminum air yang di berikan oleh kekasihnya itu.
Rakha menatap wajah Camelia yang sedikit memerah, ia tersenyum dan dengan tidak malunya ia membelai wajah cantiknya itu di hadapan semua teman-temannya.
"Aku gak tau apa yang akan terjadi sama diri aku, jika seandainya kamu di jodohin sama orang lain. Tapi aku percaya sama yang namanya takdir. Jika kita berjodoh seberat apapun rintangannya maka kita akan tetap bersatu, dan jika memang kita tidak berjodoh, maka dengan senang hati aku akan membiarkan orang yang aku cintai hidup bahagia dengan jodohnya kelak." Dengan sangat lembut Rakha mengatakan itu, ia terus menatap wajah Camelia dengan begitu inten dan membelai pipinya.
Camelia menundukkan wajahnya, ia tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Apa yang di katakan oleh kekasihnya baru saja sangat membuatnya terluka, bagaimana bisa ia menyakiti hati laki-laki yang begitu baik seperti Rakha. Camelia menarik nafasnya dalam, dan memejamkan matanya sesaat.
__ADS_1
Maafkan aku, ingin sekali rasanya aku mengatakan kalau aku akan menikah dengan orang lain. Tapi apa yang kamu bilang tentang takdir itu memang benar adanya dan aku percaya itu. Jika seandainya kamu adalah jodoh aku maka aku akan menjadi milik kamu, tetapi jika seandainya kita tidak berjodoh mungkin aku bukan orang yang tepat buat kamu.
* * *
Satu minggu sudah berlalu, acara pertemuan dua keluarga itupun sudah terjadi. Mereka sudah menetapkan hari dan tanggal untuk acara pertunangan mereka, dan satu bulan kemudian mereka akan segera mengikat janji sucinya.
Davin dan Camelia sekarang duduk saling berhadapan, mereka sedang menikmati jamuan makan malam itu. Tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulut mereka berdua. Davin terlihat sangat tampan malam ini, begitu juga dengan Camelia, ia terlihat begitu cantik dan anggun sehingga membuatnya semakin kelihatan dewasa.
"Gimana sama acara pertunangan kalian, apa kalian akan memilih tempat sesuai dengan keinginan kalian berdua.?" Tanya mama Rossa pada keduanya.
Davin dan Camelia saling melempar pandangan, kemudian mereka menoleh secara bersamaan.
"Terserah Tante saja."
"Terserah Mama saja." Jawab keduanya.
Mama Rossa terkekeh geli. "Kalian itu memang jodoh ya.?"
"Ya udah kalau begitu biar mama dan tante Rossa yang urus ya.?" Ucap mama Indah pada keduanya.
Mereka mengangguk, dan mereka juga setuju untuk menyerahkan semua urusannya kepada kedua orang tuanya.
"Maaf semuanya, aku minta ijin untuk bicara berdua bersama Camelia." Ucap Davin dengan menatap semua orang yang berada disana.
"Baiklah, kakek ijinkan kalian untuk pergi."
Davin tersenyum kepada semuanya, dan dengan segera ia menarik tangannya Camelia.
"Ikut aku.. "
* * *
Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga buat aku ya..??
Semoga kalian suka sama ceritanya...
Mohon maaf juga bila ada kesalahan dalam kata atau penulisannya yang salah..
__ADS_1
Salam saya untuk kalian semua... ❤