
Happy reading...
* * *
"Ngapain kamu ada disini.?"
Davin mengerutkan keningnya, ia sedikit menarik bibirnya ke atas. Ia masih menatap Camelia yang masih saja berdiri di ambang pintu kamar mandi.
"Apa kamu lupa ini kamar siapa.?" Jawab Davin santai.
Camelia melongo tidak percaya dengan mulut yang menganga. Ya ampun ... Kenapa ia bisa melupakan hal itu. Ia baru mengingat sekarang kalau dirinya kini sudah menikah dan ia tinggal satu kamar bersama dengan Davin yang berstatus sebagai suaminya sekarang.
Camelia tersadar, kalau saat ini dirinya tidak memakai baju ia hanya mengenakan handuk pendek yang menutupi tubuh polosnya itu.
"Ngapain liatin aku, tutup mata kamu.?" Ucap Camelia gugup.
"Ck... Kenapa mesti tutup mata.?"
"Aku malu.. " Dengan segera Camelia mengambil tas yang berisi bajunya itu. Ia pun masuk kembali ke kamar mandi dan sebelum ia kembali menutup pintu itu Camelia berbalik badan. "Dasar cowok mesum."
Davin merasa tidak perduli, ia bersikap seperti biasanya. Dengan segera Davin merebahkan tubuhnya di atas kasur itu, karena sudah merasa sangat lelah setelah acara pernikahan itu. Tanpa terasa matanya pun kini mulai terpejam, Davin tidur dengan posisi terlentang.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, akhirnya Camelia keluar dari dalam kamar mandi, ia sudah mengenakan pakaian tidurnya. Camelia terdiam, ia menatap wajah Davin saat tertidur. Camelia merasa serba salah, ia juga sama seperti Davin yang merasa lelah, ingin sekali rasanya ia segera tidur. Camelia berjalan mondar-mandir, ia tidak tahu harus tidur dimana.
Aku harus tidur dimana? Masa iya aku tidur satu ranjang dengannya.?
Tanpa pikir panjang Camelia segera mengambil bantal dan selimut, ia sudah memutuskan untuk tidur di sofa. Camelia segera mencari tempat yang nyaman untuk menutup matanya yang bulat itu. Tanpa terasa ia pun sudah terlelap dalam tidurnya.
Pagi hari Camelia bangun lebih awal, karena ia sudah terbiasa dengan semuanya. Semalam tidak terjadi apa-apa seperti yang pengantin baru lakukan. Keduanya hanya tertidur saja, tanpa ada pembicaraan. Bahkan untuk tidur saja mereka terpisah. Davin masih tertidur dengan nyenyaknya, sedangkan Camelia ia sudah siap dan akan segera keluar untuk turun dan ikut sarapan bersama dengan keluarga suami nya itu.
"Selamat pagi menantu Kakek yang paling cantik."
Sapa sang Kakek Wijaya dengan begitu hangatnya.
Camelia tersenyum lebar, ia menatap semua orang sudah berada di meja makan, mereka terlihat sangat senang karena di rumah sebesar ini kini telah bertambah anggota keluarga baru. Apalagi mama Rossa yang tidak bisa menutupi rasa senangnya.
"Anak gadis Mama, ayo sini nak kita sarapan.?" Ucap Mama Rossa Dengan wajah sumringah.
"Ya Ma... " Jawab Camelia pelan.
"Davin mana? Apa dia masih tidur.?" Tanya Papa Rey dengan menatap ke arah Camelia.
"Ya Pa.. "
__ADS_1
"Sepertinya dia masih capek Pah..." Timpal Mama Rossa.
Tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka, yang ada kini hanya suara sendok dan garfu yang beradu. Camelia merasa belum terbiasa dengan semuanya, ini baru pertama kalinya ia sarapan bareng bersama dengan keluarga barunya.
"Mau kemana Bik..?" Tanya Camelia saat ia melihat asisten rumah tangga itu membawa nampan berisi makanan.
"Eh ... Ini Non, Bibi mau mengantarkan sarapan untuk den Davin."
"Ya udah biar saya aja Bik."
"Tapi Non..?"
Camelia tersenyum. "Gak pa-pa Bik, kan saya istrinya."
"Oh... Ya udah Non, kalau begitu saya pamit ke belakang lagi."
"Ya Bik.. "
Semua melihat ke arah Camelia dengan tersenyum, Kakek Wijaya sangat senang karena kini cucunya telah menikah dengan gadis yang tepat. Apalagi sekarang, Davin akan segera menyelesaikan pendidikannya dengan begitu sang Kakek akan segera melepaskan dan memberikan tanggung jawab kepada Davin untuk meneruskan perusahaan miliknya itu.
Camelia berjalan, ia membuka pintu kamarnya dengan tangan membawa nampan. Camelia mengabsen seluruh ruangan karena Davin tidak ada di dalam kamar itu, saat ia hendak menaruh makanan tiba-tiba saja ia terkejut karena Davin keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di bagian bawah nya saja.
Ya Tuhan... Kenapa aku gugup kayak gini sih??
"Ini, aku bawakan sarapan untuk kamu." Ucap Camelia dengan menyembunyikan rasa gugup-nya itu.
"Hmm... " Jawab Davin acuh.
"Aku mau ke kampus hari ini."
"Terus.?"
"Apa kamu gak masuk hari ini.?" Tanya Camelia kembali.
Davin menoleh, ia menatap wajah Camelia. "Gak ada kelas."
Davin segera berlalu untuk memakai bajunya di ruang ganti, ia meninggalkan Camelia yang masih diam mematung di tempatnya.
Untung saja dia pergi...
Camelia-pun segera membereskan tempat tidurnya, sebentar lagi ia harus bersiap-siap karena pagi ini Camelia ada jadwal kuliah. Camelia sudah rapih dengan penampilan nya, seperti biasa Camelia hanya seperti anak remaja pada umumnya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana sayang.?" Tanya Mama Rossa.
"Aku mau berangkat kuliah Mah.. "
"Mana Davin? Apa dia gak masuk.?"
"Kak Davin gak ada kelas Ma.." Jawab Camelia dengan tersenyum.
"Biar aku yang antar kamu." Suara itu mengalihkan pandangan mereka semua. Kini Davin sudah berdiri tepat di samping Camelia saat ini, ia menatap wajah Camelia yang terlihat sangat bingung.
"Gak usah, aku bisa berangkat sendiri."
"Aku suami mu sekarang." Dengan penuh penekanan Davin mengatakannya.
Camelia memicik tajam menatap nya, kemudian ia tersenyum dengan sangat manis saat dirinya sadar kalau sekarang ia dan Davin menjadi pusat perhatian seluruh keluarganya. Dengan terpaksa Camelia-pun menyetujuinya, ia berangkat di antar oleh Davin sekarang, selama dalam perjalanan tidak ada suara yang keluar sedikit pun dari mulut mereka berdua, hening hanya itu suasana di dalam mobil sekarang.
Davin hanya terdiam, dengan mata yang fokus saat mengendarai mobilnya. Sedangkan Camelia ia hanya menatap keluar jendela.
"Kamu bisa turunin aku di gerbang saja Kak.."
Davin menoleh sebentar, ia hanya mengangguk.
"Hmm."
Camelia segera turun saat mobil itu sudah berhenti di depan gerbang.
"Makasih ya Kak..!" Ucap Camelia dengan tersenyum manis pada suaminya itu. Kemudian ia segera berjalan menjauh meninggalkan Davin yang masih berada dalam mobil.
"Mel ... " Teriak seseorang.
Camelia terkejut saat tangannya di tarik oleh seorang laki-laki yang selama ini ia rindukan.
"Rakha... "
Guman Davin dalam hatinya.
* * *
Jangan lupa like, komen dan vote-nya juga ya..??
Terima kasih buat semua...
Salam Saya... ❤
__ADS_1