
Minda tidak bisa berkata - kata lagi hanya pasrah dan berdoa agar kesehatan Putri Andara tidak turun karena memakan makanan pantang untuk kesehatannya.
Karena sudah merasa sangat kenyang bahkan terlalu kenyang , Putri Andara mulai mengantuk .
Minda melihat pergerakkan Putri Andara yang sepertinya mulai ada tanda - tanda , maka segera cepat menghubungi Dokter Reinhard .
" Nona Minda dimana Putri Andara ". Kata Dokter Reinhard.
" Dia di dalam kamar Dokter ".
Minda mengantar Dokter Reinhard ke kamar Putri Andara , keduanya sangat terkejut begitu mendapati Putri Andara terkapar di tempat tidur dalam keadaan terpejam.
" Ah Putri , Dokter tolong -- tolong selamatkan Putri Andara ". Kata Minda yang mulai panik dan khawatir.
" Kamu tenanglah dulu , aku akan memeriksanya ". Ucap Dokter Reinhard.
Ketika Dokter Reinhard mendekati Putri Andara tiba - tiba tangannya ditarik olehnya hingga tubuh keduanya hampir saling menindih.
" Hah ". Minda terkejut.
Tangan Dokter Reinhard masih dalam keadaan dicekal oleh Putri Andara akibatnya tidak bisa bergerak .
__ADS_1
Minda segera membantu Dokter Reinhard untuk melepaskan diri dari Putri Andara.
" Sepertinya dia berada di dalam bawah sadarnya , Nona Minda tidak perlu panik . Aku akan memeriksanya ". Ucap Dokter Reinhard.
Dengan jarak yang begitu dekat , Dokter Reinhard memeriksa Putri Andara .
" Entah mengapa aku merasa jika Putri Andara belakangan ini sangat berbeda . Bahkan kali ini aku tidak bisa untuk tidak menyukainya , tidak . Tidak mungkin aku menyukainyai ". Ucap Dokter Reinhard di dalam hatinya.
" Dok , bagaimana keadaan Putri Andara ? mengapa anda sepertinya sedang kebingungan ". Kata Minda yang merasa jika Dokter Reinhard begitu kebingungan.
" Putri Andara baik - baik saja . Mungkin hari ini hanya kelelahan saja ." Ujar Dokter Reinhard.
Dokter Reinhard mulai menganalisa tubuh Putri Andara , jika seandainya dia memakan makanan yang pantang untuk kesehatannya maka benar adanya jika dia akan mengalami penurunan kesehatannya.
Namun yang di lihat saat ini sangat berbeda , tidak ada reaksi apa - apa terhadapnya.
" Baiklah Nona Minda , Aku akan memberikan obat untuknya . Tolong pantau Putri Andara berikan kabar secepatnya apabila terjadi apa - apa padanya ." Ucap Dokter Reinhard.
" Baik Dokter , terima kasih atas kesediaannya telah datang mendadak ". Ucap Minda.
Di dalam perjalanan pulang , Dokter Reinhard kepikiran pada Putri Andara . Bagaimanapun tubuhnya sangat lemah dan selalu tampak pucat namun sejak kemarin bertemu setelah kejadian jika Putri Andara di kabarkan meninggal lalu hidup kembali ,
__ADS_1
Kesehatannya seakan sembuh total dan tingkahnya juga berbanding terbalik dari sebelumnya.
" Wajahnya kali ini tampak segar bahkan aura kecantikannya seakan terpancar bagai cahaya , sejak dulu terasa biasa saja namun mengapa hari ini hatiku berdesir ". Ungkap Dokter Reinhard seraya menyetir mobil .
Minda memantau keadaan Putri Andara namun masih belum bangun dari tidurnya.
Keesokan harinya , Minda ketiduran karena merasa kelelahan dalam semalaman menjaga Putri Andara.
" Minda ? tumben sekali dia masih tidur di jam segini. Ahh , mumpung dia tidur mending aku mandi ajah deh ". Gumam Putri Andara.
Hari ini Pangeran Mahkota akan tiba di Istana Kerajaan Kencana , semua siap menyambutnya di halaman Istana . Bahkan banyak pejabat dan para menteri yang menunggu kedatangannya termasuk Gubernur Albiru.
Mobil yang di kendarai oleh Pangeran Mahkota telah tiba , semua orang bersorak gembira .
Putri Andara diam - diam merasa penasaran seperti apa wajah Pangeran Mahkota atau lebih tepatnya lagi kakak kandungnya.
" Astaga , mengapa anak Raja Erlangga ini sangat tampan dan cantik . Bahkan Indira termasuk cantik juga sih . Heran deh pada Zaman kuno ini ? tapi kali ini aku sangat menikmati peran menjadi Putri Andara , sangat menyenangkan ". Gumam Putri Andara .
Dia memantau dari lantai atas tepatnya di balkon kamarnya.
Gubernur Albiru memang berada di Istana namun tidak bergabung dalam keramaian . Tentu saja dia lebih memilih tempat yang tenang hingga secara tak di sengaja melihat ke arah Putri Andara.
__ADS_1