
Putri Indira berdecak kesal karena dalam perlombaan 2 hari berturut - turut di menangkan olehnya.
" Kakak pokoknya aku tidak mau dia memenangkan perlombaan lagi dan sepertinya dia diam - diam merayu Albiru dasar ****** tidak tahu diri ". Kesal Putri Indira.
" Apa faedahnya kamu berdecak kesal seperti ini ". Sahut Pangeran Erik.
" Daripada kakak yang hanya berdiam diri saja tidak melakukan tindakan apa - apa ?". Protes Putri Indira.
" Aku hanya menunggu waktu yang tepat saja , dia terlalu bahaya untuk Ibu karena mengetahui rahasia yang besar ". Ungkap Pangeran Erik .
" Apa !! Dia mengetahui rahasia ibu !! lalu bagaimana ". Panik Putri Indira .
" Diamlah , kamu tidak perlu tahu karena bisa gagal jika terlalu ikut campur ". Kata Pangeran Erik.
Pada hari ke 4 barulah Pangeran Erik merencanakan hal yang buruk terhadap Putri Andara , secara kebetulan hari ini juga bertepatan dengan adanya perlombaan berburu yang terbanyak maka dialah pemenang .
Seluruh Pasukan yang di datangkan oleh Pangeran Erik akan bersiap untuk menjalankan aksinya .
" Putri ? kita akan berburu apa hari ini ". Tanya Albina.
" Entahlah , aku tidak tahu hewan apa saja yang harus kita bawa . Andai saja ada sapi gemuk pasti bakalan bisa menang ." Kata Putri Andara.
" Sapi ? Mana ada sapi hidup bebas di hutan pegunungan ini ". Heran Albina .
" Ya kan kali aja ada ? punya orang yang lagi lari gitu ". Jawaban Putri Andara membuat Albina kebingungan.
Pangeran Mahkota bersama pengawal pribadinya untuk berburu di hutan terdalam sedangkan Gubernur Albiru berada di tengah - tengah hutan .
Bagi Wanita yang ingin berburu hanya di perbolehkan di sekitar tempat aman saja tidak boleh melewati batas yang telah di tandai .
" Sepertinya target sudah di depan mata ". Bisik para pesuruh Pangeran Erik .
__ADS_1
" Bagus , kita harus membuat mereka keluar dari perbatasan itu dan jangan membuatnya lolos ". Kata salah satu pesuruh itu .
" Tapi menurut tuan muda , salah satu dari mereka merupakan kekasihnya . Kira - kira yang mana ". Bingung .
" Yang satu sangat cantik dan satunya juga cantik , sayang sekali jika membunuhnya begitu saja ". Kata pesuruh itu sambil berpikir kotor .
Nampaknya Albina merasakan sesuatu yang akan terjadi padanya dan Putri Andara .
" Gawat !! sepertinya di semak - semak itu ada bahaya yang sedang menarget kita ." Gumam Albina .
Putri Andara melihat seekor kijang yang gemuk seperti kambing tentu saja tanpa berpikir panjang dia mengejarnya .
" Ahh Putri hati - hati ". Teriak Albina .
Para pesuruh itu mendengar suara teriakan Albina .
" Kata tuan muda yang kita lenyapkan adalah seorang Putri , jangan - jangan yang tadi mengejar seekor kijang itu ." Tebaknya .
" Ayo kita kejar ".
" Pikiranku sangat tidak enak !! Bagaimana jika terjadi sesuatu diantara kita ". Gumam Albina dengan lirih.
Tanpa melihat tanda yang dilarang untuk melintasi tempat tertentu dan ternyata Putri Andara melampauinya .
Albina seketika terkejut bukan main dan segera mengejar Putri Andara yang saat ini lumayan jauh jaraknya.
" Putri Andara !!". Teriaknya hingga menggema di dalam hutan .
Mereka berdua telah melintasi hutan yang terlarang bahkan kemungkinan marabahaya sedang menantinya .
*Jleb*
__ADS_1
" Ahhh !!". Teriak Putri Andara.
Albina dengan cepat menghampiri Putri Andara yang saat ini dada atasnya terkena panah .
" Pu--putri ? Apa yang terjadi padamu dan siapa yang berani melakukan ini padamu ". Kata Albina.
" Sepertinya ada yang berniat untuk membunuhku ". Kata Putri Andara .
Tubuh Putri Andara seketika memucatt karena darah yang mengucur dengan deras tidak bisa berhenti .
Albina merobek kain bajunya untuk menghentikan aliran darah Putri Andara yang begitu derasnya .
" Albina , maafkan aku yang tidak mendengarkanmu . Sepertinya kita dalam bahaya saat ini , pergilah Albina ." Titah Putri Andara .
" Tidak !! Aku tidak akan pergi meskipun kamu memintaku untuk pergi !!". Kata Albina dengan histeris .
" Pergilah Albina !! kamu akan celaka !!." Teriak Putri Andara .
" Hiks.. Hiks... Putri jangan memaksaku lagi jika kamu mati maka akupun aku demikian ". Gumam Albina sembari memeluk Putri Andara .
Wajah Putri Andara semakin memucat dan tubuhnya melemas .
Para pesuruh Pangeran Erik segera datang menghampiri Putri Andara dan Albina.
Baju Putri Andara bersimbah darah bahkan demikian dengan Albina yang sejak tadi memeluk Putri Andara .
" Hahahaha para gadis manis ? ckckckck lihatlah mereka ini sungguh kasihan sekali ". Kata salah satu pesuruh itu .
" Aku kira kamu hewan buruan eh ternyata wanita cantik dan sangat cantik ".
" Jangan mendekat !! ". Ketus Albina .
__ADS_1
" Hahahaha bawa dia ".
Saat ini Albina ditarik paksa agar menjauh dari Putri Andara , sedangkan Putri Andara langsung berdiri sekuat tenaga dengan memasang gaya kuda - kuda untuk melawan beberapa pria yang mengincarnya .