
Hari ini Sasa di perbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit , namun sepertinya Sasa kebingungan karena harus pulang kemana .
Keluarga dari Albian , pria yang menabrak Sasa datang menjemputnya .
" Nak , apakah kamu sudah siap untuk pulang". Kata seorang wanita setengah baya .
" Ibu ? ". Kata Sasa .
Wanita itu tersenyum dan mendekat ke arah Sasa sambil memeluk tubuhnya .
" Iya sayang , bagaimana keadaanmu saat ini apakah lebih baik ".
" Kepalaku masih agak pusing ibu ". Keluh Sasa .
Sosok wanita yang di panggil ibu oleh Sasa merupakan wanita mirip madam fi yang tak lain adalah ibu dari gubernur Albiru.
" Ini , mengapa aku seakan - akan berada di dalam keluarga Ningrat . Albiru itu Albian dan apakah wanita ini adalah ibu Albian itu , sungguh sangat kebetulan ". Gumam Sasa dalam hatinya.
Kemudian Nuri datang menjenguk Sasa yang akan di bawa pulang oleh keluarga si penabrak Sasa .
" Sasa ?". Panggil Nuri .
" Nuri ." Langsung memeluk Nuri dengan erat.
" Aku tidak menyangka bahwa ada keajaiban seperti ini , Sasa maafkan aku ya ." Kata Nuri.
" Loh , kok minta maaf sih . Yang seharusnya minta maaf itu aku ".
Nuri menatap ke arah wanita yang mendampingi Sasa .
" Nur, ini ibu aku ?". Kata Sasa .
" Ibu kamu ? Jadi kamu sudah menikah dengan tuan Albian ya ". Kata Nuri yang mengejutkan .
" Apa maksut kamu ?".
" Ibu ini adalah ibu dari tuan Albina yang menabrak kamu itu Lo sa ". Jelas Nuri .
Dalam perjalanan menuju rumah keluarga Albian , Ibu Albian membawa Sasa pulang ke rumahnya .
Nuri maupun Sasa terkejut begitu sampai di rumah yang sangat besar bahkan seperti Istana .
" Rumah ini ? Bahkan sangat mirip sekali dengan Istana Kencana ". Gumam Sasa di dalam hati .
Sasa tidak menyangka jika apa yang pernah di lalui olehnya menjadi sangat nyata.
" Ayo masuk ." ajak ibu Albian .
Sasa berani menebak jika di dalam pasti Albian memiliki adik perempuan seperti layaknya Albina yang menjadi adik kandung gubernur Albiru di masa kuno .
Ketika memasuki rumah , Sasa tercengang melihat wajah Pangeran Mahkota yang tak kalah tampan dari Albian .
" Nak Sasa , ini adalah putra pertamaku ". Kata Ibu Albian .
Pria yang wajahnya mirip Pangeran Mahkota segera menyambut kedatangan Sasa.
__ADS_1
" Kamu Sasa kan ? Sungguh keajaiban memihakkmu , dokter hampir saja mengumumkam kematianmu tapi Albian tidak mengijinkannya karena dia percaya jika kamu pasti akan sadar pada akhirnya ". Ungkapnya .
Sejak tadi , Nuri tidak berhenti menatap ke arah pria yang wajahnya mirip dengan Pangeran Mahkota .
" Andre ? Dimana Albian ". tanya Ibu mereka .
" Albian keluar sebentar ibu katanya ingin menyiapkan surprise buat calon istrinya ". Kata Andre.
Sasa langsung penasaran siapa calon istri Albian .
Ibu Albian meminta pembantu untuk membawa Sasa ke dalam kamar .
" Mengapa bukan Minda saja ." Kata Sasa dalam hati .
Pembantu yang mengantar Sasa terkejut karena yang di tuju Sasa adalah kamar Albian .
" Nona itu kamar tuan Albian ". Kata Pembantu .
" Astaga sa , kamu mau bobok sama tuan Albian ya duhh entar dulu jangan ngebet deh . Minimal nikah dulu lah kalian ". Kata Nuri .
" Mana mungkin , Tuan Albian sudah memiliki calon istri ".
Sasa mengira jika kembali ke dunia asal tidak akan sebahagia di jaman kuno namun ternyata dugaannya salah , akibat peristiwa kecelakaan yang menimpanya itu ada sosok keluarga yang mau bertanggung jawab penuh .
" Nuri !! ". Teriak Sasa saat bercermin di kaca almari kamar .
" Ya ampun sasa kenapa teriak - teriak sih ". Panik Nuri .
" Wajahku ? Itu wajahku kan , gak salah kan nur ". Kata Sasa .
" Mereka yang merawatku ? ". Masih tidak percaya .
" Ya , aku saksinya kok ". Ucap Nuri untuk memastikan .
Albian datang menghampiri Sasa di dalam kamarnya , Nuri segera keluar agar tidak menganggu keduanya .
Degup jantung Sasa berdetak tak karuan saat melihat Albian di depannya bahkan mungkin dapat di dengar oleh Albian langsung .
" Bagaimana keadaanmu sekarang ?". Tanya Albian .
" Aku -- aku sudah merasa baikan tuan ". Jawab Sasa .
Albian mendekat ke arah Sasa untuk mengatakan sesuatu.
" Jangan panggil aku tuan , kamu bukan pembantu ." Kata Albian .
" Lalu aku harus memanggil apa ".
" Mas , kakak atau sayang juga boleh ". Kata Albian .
Sasa tercengang kala mendengar perkataan yang mengejutkan .
" Baiklah , aku akan memanggilmu ---- ". Belum selesai berbicara terpotong oleh sahutan Albian .
" Panggil aku sayang , oke . Besok kita akan menikah ".
__ADS_1
" Apa !! Me -- menikah , besok !?". Sasa benar - benar terkejut bukan main .
" Iya , besok . tidak ada penolakan dan semua persiapan sudah aku siapkan , aku pergi dulu jaga dirimu baik - baik . Ingat besok kita menikah ". Ucap Albina .
Sasa benar - benar tidak mengerti dengan perjalanan hidupnya .
" Tetap saja seperti di jaman kuno , Putri Andara menikah dengan Gubernur Albiru dan sekarang aku anggap pernikahan ini adalah sebagai pengulangan saja bahkan ketika aku melahirkan pasti bayinya perempuan ." Tebak Sasa.
Keesokan harinya , Sasa telah selesai di make over oleh MUA terkenal sehingga penampilannya sangat memukau dan sangat cantik .
Wajah Sasa sangat mirip dengan Putri Andara di jaman kuno .
Semua orang menatap Sasa seakan mengagumi kecantikan yang di miliki olehnya .
" Sudah siap ?". Kata Albian .
Upacara pernikahan telah di laksanakan dengan sakral dan kini Sasa telah resmi menjadi istri Albian .
Albian mengajak Sasa ke dalam kamar untuk beristirahat agar tidak kelelahan .
" Kamu istirahatlah dulu karena nanti aku akan mengajakmu bekerja ". Kata Albian .
" Berkerja apa ?". tanya Sasa.
" Nanti juga pasti tahu ". Kata Albian yang langsung pergi begitu saja .
Sasa langsung menebak jika nanti malam pasti akan melewati malam yang menyakitkan itu lagi .
" Jika di jaman itu aku merasakan betapa sakitnya melakukan hubungan intim bagaimana jika real di dunia asliku , astaga mengapa aku jadi takut ". Gumam Sasa .
Malam sudah tiba , Sasa masih dalam keadaan ketakutan namun segera di redam karena Albian sudah datang menghampirinya .
" Bagaimana ? apakah kamu sudah siap bekerja denganku ". Goda Albian di sertai senyuman yang memikat Sasa.
" Itu ? apakah maksut kamu bekerja untuk membuat anak ." Tebak Sasa.
" Cukup pintar ".
Albian langsung menarik pinggang Sasa dan menggendongnya .
" Ehh mau di bawa kemana aku ". Protes Sasa.
Albian melempar tubuh sasa dengan perlahan dan menindihnya .
" Bolehkah aku melakukannya sekarang ". Bisik Albian di cuping telinga Sasa .
Sasa memejamkan kedua matanya sambil menganggukan kepalanya dengan lembut.
Malam yang panas telah di lalui oleh kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri .
---------------------- Tamat -----------------------------
Terima kasih telah mengikuti hingga sampai episode terakhir ❤️❤️❤️
Jangan lupa beri dukungan pada Novel berjudul Menjadi Putri Cantik ini ya ❤️❤️🌼🌼🌼❤️❤️.
__ADS_1