
Pemulihan Albina di lakukan di dalam Istana bahkan Pangeran Mahkota yang merawatnya sendiri .
" Jangan takut Albina . Aku akan selalu bersama kamu ". Kata Pangeran Mahkota .
Keluarga Ningrat baru mengetahui tentang hubungan asmara Albina dengan Pangeran Mahkota yang sangat dekat apalagi di kejutkan dengan hubungan suami Istri Gubernur Albiru dan Putri Andara .
" Aku tidak menyangka jika kalian ternyata menyembunyikan hubungan ini , Albiru ? Ibu akan selalu mendukung kamu ". Kata Madam Fi .
" Andara telah mengandung calon anakku ibu ". Kata Gubernur Albiru.
" Apa ? Benarkah dengan perkataan kamu ini Albiru ". Masih tidak percaya .
" Benar nyonya , aku telah mengandung ". Sahut Putri Andara.
" Eh ..eh.. Jangan memanggilku nyonya . Panggil Ibu ingat ya panggil apa ?".
" Ibu ? ". Kata Putri Andara.
Keluarga Ningrat sangat bahagia ketika mendapati sebuah fakta yang tak terduga , selama ini memang Putri Andaralah yang di gadang - gadang untuk menjadi menantu Keluarga Ningrat .
Pernikahan Putri Andara dan Gubernur Albiru akan di meriahkan di Istana meski sebelumnya hanya menikah diam - diam.
Jonathan juga menyiapkan acara pengangkatan raja istana kencana baru yaitu Pangeran Mahkota .
Seluruh penjuru negara hadir untuk menyaksikan pengangkatan Pangeran Mahkota sebagai Raja Istana Kencana.
.
" Dengan ini , Saya sebagai penasehat Istana mengesahkan raja baru istana kencana yaitu Pangeran Mahkota menjadi Raja Andreas , berikan penghormatan pada yang mulia Raja Andreas sang pewaris murni ". Ucap Penasehat Istana.
Putri Andara menangis menyaksikan proses pengangkatan Raja Andreas .
" Balas dendam sudah , pengangkatan sudah kini tinggallah kemakmuran . Apakah aku akan kembali ke asalku setelah ini ". Ucap Putri Andara di dalam hati.
Gubernur Albiru memperhatikan Putri Andara yang terlihat gelisah .
" Apa yang menjadi beban pikiranmu saat ini ?". Kata Gubernur Albiru .
" Tidak ada , hanya saja merindukan ayah ". Alasan Putri Andara.
Pernikahan Putri Andara dan Gubernur Albiru di laksanakan bersama pernikahan Raja Andreas dengan calon Ratu baru , Albina akan di nobatkan sebagai Ratu Kencana setelah sah menjadi Istri Raja Andreas .
Suka cita menyelimuti Istana Kencana , semua orang bergembira menyaksikan pernikahan itu .
9 bulan berlalu , sebelum persalinan Putri Andara bermimpi bertemu dengan Putri Andara yang asli termasuk Ratu Eliza dan Raja Erlangga .
" Aku berterima kasih padamu Sasa , terima kasih telah membantu mendamaikan Istana Kencana . Beberapa hari lagi kamu akan kembali ke tempat asalmu ". Kata Putri Andara yang asli .
Entah mengapa rasanya belum merelakan semuanya karena begitu merasakan kebahagiaan sudah harus kembali ke asal .
Putri Andara terbangun dari tidurnya dan langsung memeluk Gubernur Albiru .
__ADS_1
" Ada apa ?". Kata Gubernur Albiru .
" Aku hanya khawatir ketika sudah waktunya persalinan nanti ". Kata Putri Andara.
" Percayalah semua akan baik - baik saja ". Gubernur Albiru menenangkan Putri Andara .
Semua orang sudah menantikan kelahiran calon bayi dari Putri Andara dan Gubernur Albiru .
Keesokan harinya , Putri Andara ingin sekali pergi ke taman bunga Istana untuk merangkai bunga .
Sesekali dia merintikkan air mata namun segera menyekanya agar tidak ketahuan Minda .
" Semua akan berlalu begitu saja , rasanya aku belum merelakannya . Aku ingin tetap hidup disini selamanya tidak ingin kembali karena aku sudah menemukan kebahagiaan disini ". Gumam Putri Andara di dalam hati .
Minda memerhatikan Putri Andara yang nampak seperti sedang bersedih .
" Putri ? Sebenarnya ada apa denganmu ." Tanya Minda .
" Tidak ada . Oh iya Minda apakah dokter Reinhard masih belum kesini ". kata Putri Andara .
" Belum datang Putri ".
Sepersekian menit kemudian barulah muncul kedatangan Dokter Reinhard.
" Putri ? Maaf sedikit terlambat karena Ibukku tadi meminta bantuan ". Kata Dokter Reinhard.
" Tidak apa . Oh iya dok sejak tadi perutku agak mulas apakah itu pertanda aku akan melahirkan ." Kata Putri Andara .
" Kemungkinan besar benar , sebaiknya ke rumah sakit saja Putri karena disana akan ada perawatan yang lengkap dan aman ". Saran Dokter Reinhard .
" Mengapa terasa aneh sekali , urat nadinya tidak normal . Apa yang terjadi dengannya ?". Gumam Dokter Reinhard dalam hatinya seraya melihat wajah Putri Andara yang sedikit nampak memucat.
Dokter Reinhard meminta Minda untuk memberitahukan kepada Gubernur Albiru dan Raja Andreas jika waktu persalinan Putri Andara sudah saatnya .
Ketika di rumah sakit , perasaan Gubernur Albiru tidak enak bahkan membuatnya gelisah tak menentu .
" Kak , mengapa sepertinya kamu gelisah ?". Ujar Albina yang memperhatikan Gubernur Albiru .
" Ini adalah perjuangan Andara , sebaiknya kita semua berdoa ". Ucap Raja Andreas.
Dokter wanita yang menangani Putri Andara segera keluar dari ruangan untuk memanggil Gubernur Albiru agar berada di samping Putri Andara ketika berjuang .
Jeritan demi jeritan Putri Andara menggema - gema bahkan keringatnya mengucur dengan derasnya .
" Kamu pasti bisa Andara ". Bisik Gubernur Albiru .
Air mata Putri Andara pada akhirnya tertumpah juga ketika merasakan sakit yang luar biasa bahkan teriakannya membuat Gubernur Albiru panik bukan main .
" Putri , sebentar lagi bayi akan keluar . Ayo Putri ambil nafas lalu keluarkan perlahan ambil nafas lagi dan keluarkan ."
" Huftt... Huftt.. Akhhhh sakit !!! Hufttt --- mmmppptttt ----- ". Suara Putri Andara yang berjuang melahirkan .
__ADS_1
Begitu banyak darah yang keluar dari daerah intim Putri Andara membuat Gubernur Albiru ikut menangis tersedu - sedu seraya memberi kan semangat untuk tetap kuat .
" Kepala sudah muncul , Putri ayo sekali lagi tarik nafas --- yaa lalu keluarkan ". Tuntun Dokter .
Satu detik kemudian , Bayi itu lahir dengan sehat dan berjenis kelamin perempuan.
" Selamat bayinya perempuan tuan gubernur." kata Dokter yang menangani Putri Andara.
Begitu banyak darah yang terus saja mengalir membuat Putri Andara lemah dan tidak sadarkan diri.
Untuk sementara , Dokter menyarankan Gubernur Albiru untuk keluar dulu karena akan menangani kondisi Putri Andara .
Di dalam sebuah rumah sakit , seorang wanita muda yang terbaring cukup lama tiba - tiba terbangun .
" Akhh , Nona akhirnya anda bangun juga dari masa koma yang sangat lama ". Kata perawat yang menjaga .
Perawat itu segera memberikan kabar pada sanak keluarga .
" Apakah kamu anggota keluarga nona Sasa , dia sudah terbangun dan melewati masa kritisnya ". Kata Perawat yang menjaga .
Seseorang pria muda yang selalu menunggui nya setiap waktu segera melihat keadaan Sasa .
" Bolehkah aku melihatnya ". Kata pria muda itu.
Begitu memasuki kamar pasien dan saling bertemu , Sasa sangat terkejut .
" Ahh , kamu ?".
" Syukurlah kamu akhirnya sadar , sudah sangat lama sekali aku menunggumu sadar. Maaf telah membuatmu seperti ini ". Kata pria muda itu.
Sasa memperhatikan raut wajah pria yang sedang berbicara dengannya itu.
" Dimana bayiku ?". Tanya Sasa .
" Bayi ?". Heran pria muda itu .
" Iya , bayi kita . Bukankah aku hari ini telah melahirkan seorang bayi . Lalu kemana bayi kita Albiru ?". Kata Sasa .
Pria muda merasa heran bahkan tidak mengerti mengapa Sasa memanggilnya Albiru.
Dokter tiba dan segera memeriksa keadaan Sasa .
" Nona , aku akan memeriksa keadaan anda. Sudah sangat lama sekali anda tidak sadarkan diri alias koma karena peristiwa kecelakaan ". Kata dokter .
" Apa ? Kecelakaan jadi aku disini adalah korban kecelakaan bukan melahirkan ". Kata Sasa .
" Nona , bagaimana bisa kamu mengatakan seperti itu ? ". Kata Dokter .
Pria muda itu tersenyum dan mengatakan yang sesungguhnya .
" Sebenarnya akulah yang telah menabrakmu hingga membuat koma seperti ini , aku akan bertanggung jawab hingga kamu benar - benar sembuh . Namaku Albian bukan Albiru". Kata pria muda itu .
__ADS_1
Sasa mulai menghamburkan tatapannya pada sekeliling melihat perabotan yang saat ini berada di dalam kamar pasien .
" Aku sudah kembali ke duniaku sendiri , itu berarti aku bukanlah seorang putri Andara lagi ". Gumam Sasa .