
Pangeran Erik tidak akan memberikan jejak tentang Putri Andara untuk itu dia membawa Minda keluar dari Istana namun tidak dalam satu lingkungan dengan Putri Andara.
" Tuan muda , semua sudah beres . Besok acara akan di mulai maka bagaimana jika kami semua bersiap ." Usul Samson .
" Tidak perlu lagi karena ceritanya sudah berubah ". kata Pangeran Erik .
Pangeran Erik tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Pangeran Mahkota maupun Gubernur Albiru setelah tahu Putri Andara tidak ada di Istana.
Pangeran Mahkota sudah berpesan kepada Minda untuk menjaga Putri Andara di kamar bahkan jangan pernah keluar dari kamar sampai acara di nyatakan telah selesai.
Keesokan harinya , Keluarga Ningrat sudah datang untuk mengantarkan Gubernur Albiru menjalani pernikahan dengan Putri Indira.
Suasana hati Gubernur Albiru saat ini tidak tenang dan sangat gelisah bahkan tiba - tiba teringat pada Putri Andara .
" Andara , mengapa perasaanku tidak enak seperti ini . dadaku terasa sesak tiba - tiba ". Gumam Gubernur Albiru di dalam hatinya yang merasa gelisah tak menentu.
Pangeran Mahkota belum tiba sedangkan pengantin wanitanya sudah berada di Istana sejam yang lalu .
" Dimana Pangeran Mahkota ?". tanya Raja Erlangga .
" Masih bersiap - siap yang mulia ". Jawab Jonathan .
Jonathan pun juga terlihat gusar karena sudah sangat jelas dia tahu jika Pangeran Mahkota menyukai Albina bukan Zalima .
Semua orang mulai tidak sabar menunggu kedatangan Pangeran Mahkota bahkan terdengar riuh kecil .
Langkah kaki Pangeran Mahkota seketika menghentikan suara riuh kecil yang berada di Aula utama saat ini .
Penampilan Pangeran Mahkota tidak ada duanya , hari ini dia tampil dengan elegen .
" Waw auranya sangat luar biasa ." Kata para wanita yang memandang Pangeran Mahkota .
Raja Erlangga telah mengumumkan untuk memulai pernikahan namun sungguh tak di duga , Pangeran Mahkota mengeluarkan suara yang membuat terkejut semua orang .
__ADS_1
" Aku tidak ingin menikah dengan seorang wanita yang tidak ada bedanya dengan wanita bordil bahkan lebih hina lagi tidak menuntut bayaran bisa di sebut Gratis tanpa upah sepeserpun ". Ucap Pangeran Mahkota dengan kata penekanan .
" Apa yang kamu katakan itu Andreas ?". Tanggap Raja Erlangga .
" Wanita yang di pilihkan untuk menjadi istriku bukanlah wanita baik - baik bahkan aku sudah menyediakan dokter wanita untuk memeriksanya , dokter Fani silahkan ". Kata Pangeran Mahkota.
Zalima gemetar dengan apa yang akan di lakukan oleh Pangeran Mahkota.
" Yang Mulia Raja Erlangga mengapa putriku dipermalukan seperti ini , bukankah ini adalah penghinaan baginya ". protes Menteri Pertahanan .
" Andreas jangan membuat masalah ". Ucap Raja Erlangga .
" Jika dia berani maju maka aku tidak akan menyulitkannya ".
Zalima menggelengkan kepalanya bahkan terlihat sangat panik dan memohon pada ayahnya untuk segera menolongnya .
Dokter wanita yang di tugaskan untuk memeriksa Zalima segera bertindak untuk membuktikan kebenaran .
" Keterlaluan kamu Andreas , Zalima begitu menyayangimu bahkan sangat tulus mencintaimu ." Ujar Raja Erlangga .
Semua orang mulai saling berbisik bahkan membuat Menteri Pertahanan tidak memiliki wajah lagi untuk menahan rasa malu yang luar biasa .
Pangeran Mahkota terkenal sangat jujur bahkan tegas untuk itu sangat di percayai oleh semua pejabat dan menteri Istana Kencana.
Hal yang tak terduga terjadi , Zalima memukul kepala Dokter Fani hingga terluka dan mengeluarkan darah segar .
Asisten Dokter Fani segera melapor pada Raja Erlangga bahkan Zalima terlihat mengamuk tiada henti menyerang Dokter Fani .
Jonathan mengutus pengawal istana untuk melihat keadaan , Pangeran Mahkota sudah menduga akan ada kejadian seperti ini .
Untuk itu segera menyuruh beberapa dokter wanita untuk memeriksanya hingga kebenaran terungkap .
" Mengapa jadi banyak sekali dokter yang mau memeriksaku ,tidak ini tidak bisa . Aku -- aku harus apa lagi ". Kata Zalima di dalam hati dengan menunjukkan wajah paniknya .
__ADS_1
Zalima bersimpuh sambil memukulkan keningnya ke lantai hingga memar , semua orang tidak mengerti maksut dari apa yang sedang di lakukan oleh Zalima.
" Nona Zalima ? pengawal tolong amankan dia agar tidak terjadi sesuatu dengannya ". Ucap Jonathan.
Zalima menangis tersedu - sedu bahkan mengatakan yang sesungguhnya di depan Raja Erlangga dan semua orang .
" Apa yang di katakan oleh Pangeran Mahkota memang benar adanya tapi aku sudah berubah dan benar - benar tulus mencintai Pangeran Mahkota hiks--hikss ". Ucap Zalima dengan di sertai tangisan kecil.
" Setidaknya ayah bisa menilai seperti apa calon ratu masa depan yang terpenting bukan wanita yang rela memberikan kesuciannya pada pria lain bahkan sampai memiliki anak dengannya ". Ujar Pangeran Mahkota dengan melirik ke arah Ratu Bianca.
Acara pernikahan hari ini benar - benar tidak bisa di laksanakan karena keburukan Zalima terkuak .
" Siapa yang telah melakukan itu padamu Zalima , katakan padaku !! Bahkan pria itu tidak bertanggung jawab atas kesucianmu ". Bentak Menteri Pertahanan .
Zalima mulai menghamburkan pandangannya ke segala arah namun pada saat menemukan targetnya yaitu Pangeran Erik maka segeralah menunjuknya .
Ratu Bianca langsung terkejut ketika Zalima menunjuk ke arah Pangeran Erik tidak ragu - ragu.
" Hei !! Jangan menunjuk orang sembarangan ya dasar wanita murahan , kamu bisa di penjara karena menuduh orang sembarangan ". Teriak Ratu Bianca yang tidak terima .
Pangeran Erik bersikap sangat tenang bahkan tidak takut sekalipun Zalima menunjuknya sebagai pria yang mengambil kesuciannya bahkan tidak bertanggung jawab .
Raja Erlangga mulai memandang ke arah Pangeran Erik dan menanyakan langsung padanya tentang kebenaran ini .
" Erik ? Katakan dan jelaskan semuanya apakah benar demikian ". Ucap Raja Erlangga.
Pangeran Erik tersenyum simpul bahkan memuat Zalima ketar - ketir karena tidak mengerti dengan sikapnya .
" Jika aku melakukan itu padanya minimal harus bertanggung jawab , namun yang mulia sudah tahu bagaimana aku . Aku mencintai Albina dan tanyakan padanya apakah aku melakukan hal yang buruk padanya ." ucap Pangeran Erik dengan mengejutkan .
Albina mulai panik ketika namanya terseret bahkan tuan ningrat memandangnya dengan tajam .
Madam Fi segera menggemgam tangan Albina untuk menenangkannya .
__ADS_1
Gubernur Albiru masih bersikap dingin tidak mengeluarkan sepatah apapun dari mulutnya karena sejak tadi pikirannya hanya tertuju pada Putri Andara.