Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Awal bahagia


__ADS_3

Begitu sampai di kamar , ternyata Putri Andara mulai membuka kedua matanya perlahan dan Gubernur Albiru segera menghampirinya.


" Andara ? Bagaimana keadaanmu saat ini apakah ada yang sakit , dimana katakan padaku !!". Cecar gubernur Albiru di sertai kepanikan .


" Memangnya aku kenapa ? ". Kata Putri Andara dengan nada songong.


" Sudah seperti ini masih bertingkah seperti itu , lihatlah seluruh tubuhmu ini bahkan itu pasti sangat sakit . Erik benar - benar keterlaluan !!".


" Dia saudaramu , bukan ? Sudahlah tidak perlu pura - pura ". Sindir Putri Andara .


" Baru sadar sudah membuat gemas , andai saja saat itu tidak ada yang menghalangi dan kamu tidak pingsan sudah pasti melihat kematiannya langsung ". Ungkap Gubernur Albiru.


" Dimana kakak ? Apakah dia baik - baik saja ". tanya Putri Andara.


" Bahkan kamu tidak menanyakan aku ". Protesnya.


" Iya , iya . Bukankah aku sudah bersama denganmu , suamiku ". Kata Putri Andara.


" Katakan sekali lagi ".


" Aku tidak suka pengulangan ". Gumam Putri Andara .


Pelayan masuk dengan membawa beberapa makanan kesukaan Putri Andara .


" Ayo duduklah , makan dulu . Kamu harus menjaga kondisi tubuhmu dan calon anak kita ". Ujar Gubernur Albiru .


" Apa !! Anak -- ? Anak kita ". Kejut Putri Andara .

__ADS_1


" Iya , anak kita ".


" Tapi aku hanya beralasan saja pada ayahmu agar mau melepaskan aku saat itu ". Ungkap Putri Andara dengan nada pelan.


Gubernur Albiru tersenyum simpul serta mengusap rambut dan mencium kening Putri Andara.


" Kamu tidak beralasan , memang hamil sungguhan bahkan dokter yang mengatakannya ". Kata Gubernur Albiru dengan memegang tangan Putri Andara .


" Jadi aku ? Aku beneran hamil ya astaga benar - benar ajaib sekali ." heran .


" Apanya yang ajaib , bukankah aku beberapa kali menyemburkan benih itu padamu seharusnya memang sudah ada ". Gumam Gubernur Albiru.


" Ya , semburan kecebong kecil yang lucu hehehe ". Kata Putri Andara .


" Kecebong ? bahasa apalagi itu kecebong ".


Keadaan Pangeran Erik saat ini masih belum sadarkan diri , Bramana tidak begitu peduli karena apa yang di lakukan olehnya sangat kejam terhadap seorang wanita apalagi dalam keadaan hamil muda .


" Aku berdoa semoga Putri Andara lekas pulih dan calon bayinya tidak terjadi apa - apa , bagaimanapun bayi itu adalah cucuku dan cucu dia ". Gumam Bramana .


Yang di maksut oleh Bramana adalah Raja Erlangga , meski dendamnya masih ada namun dia berusaha untuk tidak mengingat bahkan membuang dendam itu jauh - jauh .


Ratu Bianca memiliki perasaan tidak enak apalagi Pangeran Erik yang tidak kembali sejak siang hingga menjelang malam.


Gubernur Albiru datang untuk menemui Putri Indira , Ratu Bianca yang tidak suka melihat kebersamaan mereka malah mengomentari dan meminta Gubernur Albiru menjauh.


" Ibu tidak perlu memintanya menjauhiku , bahkan ibu saja bebas melakukan apapun bahkan hubungan terlarang dengan pria asing itu ". Sahut Putri Indira .

__ADS_1


" Indira !!!". Geram Ratu Bianca.


" Kenapa ibu ? Bukankah aku benar , ayo Albiru jangan menghiraukannya lagi ".


" Indira kembali , Indira jangan mencoba melangkah pergi dari Istana atau jika tidak kamu akan menyesal ". Teriak Ratu Bianca.


Putri Indira mengikuti langkah Gubernur Albiru karena saat ini ada rencana yang terselubung untuk membalas semua kejahatan Ratu Bianca .


" Albiru bawalah aku menjauh dari sini karena aku tidak ingin kembali lagi , aku sangat muak dengan tingkah ibu dan kakak ." gumam Putri Indira .


" Baiklah , kamu tenang saja ".


Ratu Bianca merasakan kesepian kali ini , Pangeran Erik tidak pulang dan Putri Indira pergi bersama Gubernur Albiru.


Jonathan diam - diam mengamati tingkah Ratu Bianca dan melaporkan kepada Pangeran Mahkota melalui mata - mata yang masih berada di Istana .


*


*


*


Gubernur Albiru memblokir titik saraf Putri Indira hingga menyebabkan pingsan , lalu membawanya pergi hingga Ratu Bianca menyadarinya .


" Aku tidak akan menyiksanya namun kalian akan tahu bagaimana rasanya kehilangan ". Ucap Gubernur Albiru .


Bramana mencabut izin Pangeran Erik untuk mengendalikan pasukan Elang hitamnya dan sekarang para pasukan tidak lagi tunduk atas perintah Pangeran Erik .

__ADS_1


Samson berhasil kabur dari markas dan segera melaporkan pada Ratu Bianca namun na'as , dia kecelakaan di pertengahan jalan hingga mobil ringsek parah dan Samson mengalami cidera bahkan luka yang sangat parah .


__ADS_2