
Putri Andara tidak berhenti mengumpati gubernur Albiru , bahkan menyumpah srapahinya.
" Dia mencuri ciumaan pertamaku ,astaga ini benar - benar di luar dugaanku. Seorang wanita lajang yang sudah di cium oleh seorang pria maka dia yang berhak menikahinya tapi ahhh pria brengsek , pria sialan seharusnya yang menciumku itu Dokter Reinhard bukan diaa ". Celoteh Putri Andara di dalam kamarnya.
Namun ketika mengingat kejadian itu lagi munculah emosi disertai perasaan aneh dan entah mengapa hati dan pikirannya saling menyimpang.
Putri Andara memegangi bibirnya yang baru saja di cium oleh Gubernur Albiru .
Dia melihat cermin dan mendekatkan posisinya terhadap cermin.
" Omg , bibirku yang masih perawan kini sudah terenggut oleh pria brengsek itu . Tapi kenapa dia melakukannya padaku , seharusnya Indira lah . Pria seperti Albiru memang tidak bisa di tebak , sok dingin , sok galak ternyata brengsek !!!". Umpatnya .
Dokter Reinhard mencari - cari keberadaan Putri Andara namun tak kunjung menemukannya akhirnya meminta bantuan Minda untuk mencari keberadaannya saat ini.
Minda mencari Putri Andara di taman bunga Istana tapi tidak ada .
" Pasti telah terjadi sesuatu dengan Putri , tapi dia dimana saat ini ". Gumam Minda yang terlihat panik karena tidak menemukan Putri Andara.
Dengan langkah cepat Minda menuju ke dalam kamar milik Putri Andara dan ternyata dugaannya benar.
" Putri , apakah anda sedang tidak enak badan ?". tanya Minda dengan memapah tubuh Putri Andara.
" Minda !! Aku tidak apa - apa kok ". Kata Putri Andara.
__ADS_1
" Lalu mengapa kau disini , Dokter Reinhard sejak tadi mencarimu ". Ungkap Minda .
" Benarkah , tapi ?".
" Tapi apa Putri ? bagaimana jika akan ku panggil saja dia kemari ." Saran Minda.
" Tidak , tidak jangan . Ahh biar aku saja yang akan menghampirinya ". Kata Putri Andara.
Saat ini Putri Andara sangat waspada memperhatikan jalan takutnya Gubernur Albiru melakukan hal yang serupa lagi atau bisa jadi pria lain yang ingin mengincarnya.
" Putri Andara ". Panggil Dokter Reinhard.
" Dok -- dokter ? Maafkan aku tadi --- ."
" Apa yang sedang terjadi padamu ?". tanya Dokter Reinhard yang memperhatikan Putri Andara.
Putri Andara melihat banyak macam makanan yang lezat hingga tak bisa lagi menahan salivanya.
*Glek*
Dia segera mengambil piring dan mengambil makanan yang akan di ambilnya namun pada saat akan mengambil makanan yang di sukai malah di tepis tangannya oleh Dokter Reinhard.
" Putri tidak boleh makan makanan yang terlalu pedas ". Kata Dokter Reinhard.
__ADS_1
" Hah , tapi dok itu sepertinya enak sekali ". Kata Putri Andara.
" Itu adalah pantangan untukmu jadi menurutlah ". Ucap Dokter Reinhard.
Putri Andara benar - benar tidak bisa jika terus - terusan berdampingan dengan Dokter Reinhard yang selalu melarang memakan makanan pantang.
" Jika seperti ini maka aku tidak akan bisa makan lezat itu , pokoknya harus berpikir ". Gumam Putri Andara dalam hatinya.
Putri Andara meminta bantuan Dokter Reinhard untuk mengambilkannya minuman yang letaknya bersebrangan dengan makanan.
" Ahh waktunya beraksi !! nyam, nyam ".
Putri Andara segera mengambil makanan yang saat ini di sukai olehnya bahkan memakannya dalam porsi yang berlebihan.
Tiba - tiba Gubernur Albiru datang menghampiri Putri Andara .
" Makan tidak perlu se nafsu itu , makanlah dengan pelan dan hapuslah bekas makanan yang masih tersisa di mulutmu itu . Pakailah sapu tangan ini ". Lirih Gubernur Albiru.
Dengan terpaksa Putri Andara mengambil sapu tangan yang di berikan oleh Gubernur Albiru untuk mengusap bekas makanan di sudut bibirnya.
" Huftt hampir saja ketahuan , tapi mengapa dia tahu jika ---- ? jangan - jangan sejak tadi dia memperhatikannku " . Kata Putri Andara di dalam hatinya.
Dokter Reinhard menghampiri Putri Andara dan memberikan minumannya.
__ADS_1
" Air Jeruk lemon ini cocok untuk kesehatan tubuhmu maka minumlah ". Titah Dokter Reinhard.
" Apa lemon ? tapi mengapa harus lemon dok , aku tidak suka dengan lemon ." Kata Putri Andara.