
Pangeran Erik melihat Albina sedang bersama Putri Andara di taman bunga Istana.
Ketika dia akan menghampiri keduanya , Gubernur Albiru menghampiri lebih dulu .
" Kucari ternyata ada disini ". Kata Gubernur Albiru , dia menyadari keberadaan Pangeran Erik.
" Kakak ".
" Albina , ayo kita pulang . Putri Andara bisakah aku membawa Albina untuk pergi dari sini " . Ucap Gubernur Albiru seraya mengedipkan mata sebelah kiri yang bisa di artikan ada musuh yang ingin mendekat.
" ohh , baiklah . Silahkan ". Kata Putri Andara yang bersikap biasa saja.
Namun Pangeran Erik tidak sebodoh itu , meski Putri Andara tampak biasa saja ketika bertemu dengan Gubernur Albiru sebenarnya tahu niatnya .
" Kalian pikir aku sebodoh itu , Albiru kamu pasti sengaja menjauhkan aku dengan Albina . Bagaimanapun juga kamu tidak akan bisa melakukan itu lagi suatu saat , karena Albina akan menjadi Ratuku ". Gumam Pangeran Erik .
Saat akan pergi dari taman bunga Istana , Pangeran Erik berpapasan dengan Zalima namun pada kenyataannya sikap Zalima tidaklah seperti dulu lagi .
Kemungkinan Zalima benar - benar telah jatuh cinta pada Pangeran Mahkota .
" Cuihhh , dasar wanita murahan berani sekali dia mencampakkan ku !! Awas saja nanti pembalasanku !!!". Kesal Pangeran Erik pada Zalima .
Putri Indira melihat Arina sedang berdiam diri di taman belakang Istana , dia menghampiri wanita itu dengan berpura - pura memberi dukungan untuknya .
" Arina kamu sedang apa sendirian disini ". tanya Putri Indira .
" Aku merindukan Ibukku , Indira ". Jawabnya lirih .
" Ibumu ? Arina kamu adalah wanita yang sangat kuat aku tahu itu dan yang pasti kamu juga tidak akan tinggal diam , bukan ". Putri Indira sengaja memancing emosi Arina.
Seketika suasana hati arina berubah seperti air yang mendidih .
" Nyawa akan di balas dengan nyawa !!". Ucap Arina dengan mata berapi - api .
Putri Indira tersenyum simpul karena kematian Putri Andara tinggal menunggu waktu saja tanpa dia ada campur tangan darinya .
" Aku tidak perlu susah lagi untuk menyingkirkan dia , bagus cukup bagus ternyata aku adalah orang paling beruntung ". Kata Putri Indira di dalam hati.
Perdana menteri yang notabene ayah dari Arina sedang sakit - sakitan karena memikirkan Istrinya yang sudah pergi meninggalkannya bahkan tidak pernah kembali .
Kini arina menjadi sosok yang pendiam sekaligus pendendam , diam - diam mengincar nyawa Putri Andara .
__ADS_1
Malam hari penuh dengan udara yang sangat dingin bahkan hingga menelisik ke tulang .
Pikiran Putri Andara sedang kacau , nampaknya hidup menjadi Putri Kerajaan tidak seindah yang di bayangkan .
" Begitu beratnya hidup disini bahkan nyawaku bisa jadi terancam lalu bagaimana dengan janjiku pada Putri Andara , Apakah aku bisa melakukannya ?." Gumam Putri Andara .
Hari ini Gubernur Albiru juga tidak datang menemuinya entah mengapa , Putri Andara sangat membutuhkan perhatian di saat pikirannya sedang kacau.
*
*
*
Pangeran Erik menemui Raja Erlangga secara pribadi untuk meminta restu menikahi Albina , wanita yang amat di cintainya .
Diam-diam Jonathan menguping pembicaraan itu.
" Masih belum bisa memutuskan apakah aku harus mengatakan dengan jujur tentang hubungan Pangeran Mahkota dengan nona Albina ini , tapi jika mengatakan dengan jujur maka Pangeran Erik pasti akan menargetkan Pangeran Mahkota ? tidak , aku tidak akan membiarkan itu terjadi ". Kata Jonathan di dalam hati .
Jonathan sangat menyayangi Pangeran Mahkota sejak kecil bahkan ketika di tinggal mati oleh Ratu Eliza , yang mengasuh Pangeran Mahkota kecil adalah Jonathan .
Hanya saja Jonathan nampak awet muda berada di sisi Raja Erlangga .
" Yang Mulia , anda tidak bisa memutuskan sepihak saja . Anda harus menghubungi keluarga Ningrat karena bagaimanapun Nona Albina adalah Putri kesayangan keluarga itu ". Saran Jonathan .
" Kamu benar Jo , aku akan membicarakannya pada Keluarga Ningrat. Anak - anakku memang seharusnya sudah membina rumah tangga semua ". Kata Raja Erlangga.
" Pangeran Mahkota bagaimana yang mulia , bukankah sebelumnya mengatakan jika tidak ingin menjalin hubungan dengan Nona Zalima lagi ". Kata Joanthan .
" Hanya Zalima yang bisa membahagiakannya karena dia sangat mencintai Andreas lihatlah sikapnya tadi bahkan dia rela bersimpuh untuknya ". Jelas Raja Erlangga.
" Aku berharap yang terbaik saja untuk Pangeran Mahkota , mengingat hubungan anda dengannya saat ini tidak baik mungkinkah dia bisa menerima keputusan ini dengan lapang ".
" Jonathan , aku tahu kamu sangat memperdulikannya bahkan sepertinya kamu menganggap dia bagaikan adikmu atau putramu ". Ungkap Raja Erlangga .
Jonathan terlihat salah tingkah karena Raja Erlangga bisa menebak jalan pikiran dari Joanthan .
" Aku tidak ingin melihatnya menderita seperti saat di tinggalkan oleh Ratu Eliza yang mulia ". Jujur Jonathan.
Dan Raja Erlangga lagi - lagi teringat saat - saat bersama Ratu Eliza .
__ADS_1
" Sudah lama aku tidak berkunjung ke makamnya , Jo besok jadwalkan untukku ". Kata Raja Erlangga .
Keesokan harinya Putri Andara ingin menjenguk perdana menteri namun Arina tidak memberinya izin.
" Arina ? Apa masalahnya ". ucap Putri Andara.
" Pergilah darisini karena aku tidak akan membiarkan kamu menjadi alasan kematiannya juga ". Ucap Arina dengan mengejutkan .
" Ma - maksut kamu apa ? kamu pikir aku ini akan membunuh paman ya , aku ini adalah keponakannya bahkan seperti anaknya juga ". Kata Putri Andara .
" Jangan mengatakan perkataan itu lagi Andara , silahkan pergi atau aku tidak akan sungkan untuk melakukan hal yang tidak - tidak ". Ancam Arina .
" Arina , kamu ? ".
Minda langsung membawa Putri Andara pergi dari kediaman Perdana menteri yang masih berada di dalam Istana.
Perdana Menteri merupakan adik kandung dari Raja Erlangga untuk itu Putri Andara sangat memperdulikannya .
" Minda kenapa kamu malah membawaku pergi ?". protes Putri Andara .
" Putri tidak bisa melihat bagaimana sikap dari Nona Arina tadi bahkan dia seperti ingin membunuhmu saja ". Ungkap Minda .
" Jangan berpikir yang tidak - tidak , baiklah . Ayo kita pergi mencari bunga karena aku ingin pergi ke makam ibu ". Kata Putri Andara .
Makam Ratu Eliza terletak di sebuah bangunan khusus yang berada di sebelah Utara Istana namun masih di dalam Istana.
Sebelum sampai di makam , Putri Andara melihat Raja Erlangga yang sudah selesai mengunjungi makam Ratu Eliza dengan keadaan mata yang sembab.
" Minda ? Kenapa mata ayah terlihat sembab ya ?". Tanya Putri Andara .
" Ya karena Yang mulia sangat mencintai Ratu Eliza bahkan dia meninggal saat kamu masih berumur 3 bulanan " . Ungkap Minda .
" Jika Biang kerok itu tidak membuat gara - gara maka kehidupan Istana ini pasti sudah bahagia , aku melihat jika Raja Erlangga masih mencintai Ratu Eliza ". gumam Putri Andara di dalam hatinya .
" Putri ? apakah kita akan berdiam diri disini saja ". Kata Minda .
" Ayo kita pergi ".
Ini adalah pertama kalinya Putri Andara ( Sasa) berkunjung di makam Ratu Eliza .
" Omegat bahkan hanya kuburan saja indahnya bukan main , astaga ruangannya sangat indah ". Kata Putri Andara di dalam hati .
__ADS_1
Ketika mendekati makam Ratu Eliza , dia melihat seorang pria paruh baya yang masih tampan bahkan sekilas mirip dengan Gubernur Albiru.
Putri Andara menutup mulutnya dengan kedua tangannya hingga sampai menjatuhkan bouqet bunganya ke lantai .