
Betapa terkejutnya Putri Andara kala melihat tempat sekelilingnya .
" Dimana aku !! ." Kejut Putri Andara.
Sepersekian detik kemudian barulah merasakan rasa sakit akibat luka tusukan yang di lakukan oleh Arina .
" Auwhh apa ini ? Mengapa dadaku ada luka tusuk , apakah ada yang ingin membunuhmu ? lalu dimana aku sekarang mengapa berada di sebuah gua seperti ini ." Gumam Putri Andara.
Ketika mencoba untuk berdiri rasanya tidak cukup mampu namun tetap saja terus berdiri dan segera pergi .
" Hei mau kemana kamu !! ". Kata penjaga gua itu .
" Mengapa tempat seperti ini bisa di jaga orang ? apakah aku di culik ".
Penjaga itu segera mendekat ke arah Putri Andara .
" Tetaplah di tempatmu jika tidak ingin mendapatkan penyiksaan yang lebih parah ". Saran penjaga itu.
"Lalu dimana aku cepat katakan !!". Teriak Putri Andara .
Di Istana , Pernikahan Pangeran Mahkota di nyatakan gagal .
Putri Indira tidak bisa menerima jika pernikahannya juga akan gagal .
" Ayah , bagaimana dengan pernikahanku ?". Ujar Putri Indira .
" Indira ? Jika pasangan pengantin lainnya batal menikah maka kamu juga akan batal ". Sahut Ratu Bianca.
" Tidak !! Tidak akan pernah batal , jika ayah tidak menikahkan aku dengan Gubernur Albiru maka sebaiknya aku mati saja ". Ucap Putri Indira dengan nekat mengambil garpu yang berada di meja prasmanan .
Semua orang yang turut hadir di buat terkejut sekaligus panik karena tingkah Putri Indira .
" Ahh Indira !! anakku jangan seperti ini ayo buanglah garpu itu , pengawal cepat ambil garpu itu ". Titah Ratu Bianca .
__ADS_1
" Jangan mendekat !! Jika ada yang berani mendekat maka aku akan menusukannya ke leherku ini ". Teriak Putri Indira.
Raja Erlangga benar - benar khawatir namun pernikahan ini juga tidak boleh di lanjutkan karena dari awal adalah pernikahan dua pasang pengantin yang mana Pangeran Mahkota di pasangkan dengan Zalima , Putri seorang menteri pertahanan .
" Putri Indira , dari jaman leluhur jika sebelum pernikahan terjadi sesuatu maka itu tidak boleh di lanjutkan . Jika tetap di lakukan maka akan membawa dampak yang tidak baik untuk masa depan ". Nasehat Jonathan .
" Aku tidak perduli !! nikahkan aku sekarang juga dengan Gubernur Albiru ". Histeris Putri Indira.
Beberapa detik kemudian Pangeran Erik langsung bertindak untuk mengamankan Putri Indira .
*Taptap*
Seketika itu juga tubuh Putri Indira langsung lemas karena Pangeran Erik memblokir saraf ototnya agar tidak melakukan perlawanan .
" Erik , cepat bawa adikmu ". Ucap Ratu Bianca .
Zalima langsung angkat bicara sebelum acara di nyatakan bubar .
" Yang Mulia Erlangga , sebaiknya anda harus berhati - hati pada parasit yang akan memaksa anda untuk menyerahkan tahta ". Ujar Zalima dengan mata yang berapi - api .
Raja Erlangga kembali mendengarkan apa yang di katakan oleh Zalima .
" Kamu sedang mengajariku , lebih baik kamu ajari diri sendiri jangan sampai merugikan diri sendiri lagi ." Nasehat Raja Erlangga ..
" Yang Mulia , Pangeran Erik dan Ratu Bianca berniat untuk menggulingkan kepemimpinan anda . Mereka sengaja membuat alur yang ciamik agar tidak ketahuan ". Ungkap Zalima mengejutkan.
Ratu Bianca tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Zalima , Pangeran Mahkota hanya memejamkan kedua matanya.
" Dasar wanita murahan !! Jangan asal bicara kamu ya . Atas dasar apa kamu berbicara seperti itu ". Ketus Ratu Bianca .
" Karena pada saat Pangeran Erik melakukan hubungan intim denganku , dia mengatakan akan menguasai Istana ini dan menjadikan aku ratunya ". Jelas Zalima .
Pangeran Erik masih dalam keadaan tenang , dia meminta Samson untuk mengambil alih Putri Indira .
__ADS_1
Dia datang untuk menghadapi Zalima yang mengatakan hal buruk tentangnya.
" Jangan lupa jika kamu juga berniat untuk menjadi Ratu saat menjadi istri Pangeran Mahkota bahkan kamu juga mengatakan akan selalu memberikan kehangatan untukku , Zalima dengarkan aku ? Aku memang bermimpi untuk menjadi raja namun aku sadar diri dengan keadaanku ini ". Sahut Pangeran Erik .
Zalima menggelengkan kepalanya , tidak mungkin rasanya jika dia sampai kalah dalam perdebatan .
" Yang Mulia , percayalah padaku ". Ucap Zalima di sertai tangisan .
Menteri Pertahanan tidak tega melihat Putrinya yang saat ini mendapatkan ketidakadilan .
" Putriku telah mengatakan semua padamu yang mulia. ,maka selanjutnya terserah padamu percaya atau tidak . Agar putriku bebas dari sanksi hukuman karena menuduh Ratu Bianca maka ku tukarkan jabatanku dengan pembebasan putriku ". Ucap Menteri Pertahanan dengan tegas .
" Zalim , apa telah kamu katakan ini ? Jangan bertingkah seperti ini ". Gumam Raja Erlangga .
" Yang Mulia , dia sudah menyerahkan jabatan nya berkali - kali namun anda selalu saja mempertahankan dia ". Sambung Menteri Persenjataan .
" Yang tidak berhubungan jangan ikut campur jika tidak ingin terseret ". Ancam Pangeran Mahkota .
" Semua bubar !! Yang tetap tinggal hanya orang yang bermasalah denganku ". Murka Raja Erlangga .
Begitu semua bubar , Gubernur Albiru segera pergi ke kamar Putri Andara untuk melihatnya karena sejak tadi perasaan hatinya begitu tidak enak sekaligus merindukan sosok istri yang di cintainya .
Sampai di kamar Putri Andara , dia melihat Dokter Reinhard di dalamnya .
" Gubernur Albiru ?". Kejut Dokter Reinhard .
" Apa yang kamu lakukan disini ?" . Tanya Gubernur Albiru dengan tatapan tajam .
" Sejak tadi aku tidak melihat Putri Andara aku hanya khawatir saja . Untuk itu aku pergi kesini , lalu mengapa kamu bisa masuk ke dalam kamar Putri Andara ?". Dokter Reinhard mulai menatap menyelidik .
" Perintah Pangeran Mahkota ". Alasan Gubernur Albiru.
" Aku merasa jika ada yang tidak beres dengan Putri Andara , Aku tidak melihat Arina dalam acara hari ini takutnya ?". Tebak Dokter Reinhard .
__ADS_1
Gubernur Albiru seketika langsung bergegas keluar dari kamar Putri Andara , Dokter Reinhard pun mulai curiga .
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua , mengapa Gubernur Albiru terlihat sangat khawatir sekali ." Gumam Dokter Reinhard .