
Gubernur Albiru benar - benar khawatir bahkan tidak perduli dengan orang lain yang memperhatikannya .
Diam - diam pengawal pribadi Pangeran Erik memperhatikan gerak - gerik dari Gubernur Albiru .
" Sepertinya dia akan tahu semuanya , Tuan muda harus tahu karena pria seperti Gubernur Albiru sangat mudah untuk menemukan orang hilang ". Gumam Samson dalam hati .
Masalah Zalima sudah terselesaikan , bahkan Pangeran Erik telah memenangkannya . Kini Menteri Pertahanan harus kehilangan jabatannya untuk melindungi Putrinya .
Ratu Bianca sangat marah pada Pangeran Erik karena telah melakukan hal yang membuatnya terancam .
" Ibu , semuanya sudah di atur tenanglah . Sebentar lagi pasti ada pertunjukkan yang lebih seru lagi ". ucap Pangeran Erik .
Ratu Bianca memandang penuh menyelidik ke arah Pangeran Erik .
" Pertunjukkan apalagi ".
" Ibu tunggu saja pasti akan ada berita yang sangat heboh hingga menggetarkan seluruh istana ini , hahahaha ".
Ratu Bianca setengah percaya pada apa yang di rencanakan oleh Pangeran Erik .
Gubernur Albiru segera menghampiri Pangeran Mahkota tentang keberadaan Putri Andara yang tidak di temukan di dalam Istana.
Begitu sampai di tempat Pangeran Mahkota barulah mengatakan secara langsung tanpa basa - basi lagi .
" Andara tidak ada di Istana , dia hilang ". Ucap Gubernur Albiru dengan suara bergetar bahkan tubuhnya mulai lelah karena sejak tadi terus saja mencari keberadaan dari Putri Andara.
" Aku meminta Minda untuk mengamankannya , tenang saja ". Ujar Pangeran Mahkota yang tenang.
" Akan tetapi Minda juga tidak ada di dalam Istana ini , menurut Pangeran Mahkota kemana mereka pergi karena seluruh Istana sudah aku cari ." Jelas Gubernur Albiru.
__ADS_1
" Apakah benar perkataanmu ini ?".
" Sejak tadi pikiranku tidak nyaman bahkan rasa itu tertuju pada Andara , jika Arina benar - benar melakukan hal yang buruk maka aku tidak akan mengampuninya ". Ucap Gubernur Albiru dengan penuh penekanan.
" Arina ? Mengapa dia ". Heran Pangeran Mahkota.
" Karena arina salah paham pada Andara dan akan membalaskan semua dendamnya . Andara sudah mengatakan sebelumnya ". Gumam Gubernur Albiru .
Pangeran Mahkota mulai murka dan segera pergi mencari keberadaan arina , namun gubernur Albiru menghentikannya .
" Mengapa kamu menghentikanku , Gubernur Albiru . Lepaskan tanganku ". Ketus Pangeran Mahkota .
" Tidak ada gunanya lagi Pangeran Mahkota , dia tidak ada di Istana ini ". Lirih Gubernur Albiru .
" Aku akan tetap mencarinya kemanapun bahkan tidak peduli bahaya manapun yang akan aku hadapi ." Ucap Pangeran Mahkota .
Tujuan utama yaitu kediaman Perdana menteri yang merupakan ayah dari Arina , Pangeran Mahkota berteriak memanggil nama Arina berulang kali namun tidak ada jawaban .
Bahkan dalam keadaan yang lemah , Perdana menteri yang notabene adalah paman Pangeran Mahkota dan Putri Andara terpaksa menemui untuk mengatakan keberadaan Arina .
" Paman , dimana lagi aku harus menemukan Arina . Karena dia telah membawa Andara ". Ungkap Pangeran Mahkota .
" Berhati - hatilah anakku , jangan sampai kamu salah paham seperti arina kepada Andara . Aku tahu ini semua adalah perbuatan Ratu Bianca dan putranya yang tidak tahu diri itu ". Jelas Perdana Menteri .
" Aku sangat menghawatirkan adikku , bagaimana jika arina sampai melukai andara ".
" Arina tidak pulang dari kemarin , kemungkinan mereka berdua juga tidak ada di Istana sejak kemarin ". Gumam Perdana Menteri .
Gubernur Albiru menyusul Pangeran Mahkota untuk mengatakan jika Raja Erlangga sudah di kuasai oleh Ratu Bianca dan Pangeran Erik .
__ADS_1
Hal ini membuat Pangeran Mahkota dan Perdana Menteri terkejut bukan main .
" Aku tidak akan mengampuni mereka !!". Ucap Pangeran Mahkota dengan penuh kemarahan .
" Saat ini mereka mengancam semua orang untuk tunduk kepadanya , Ratu Bianca menyandera Raja Erlangga dan memaksa untuk turun tahta namun ternyata para pengawal istana enggan untuk tunduk ". Jelas Gubernur Albiru.
" Bagaimana bisa Ratu Bianca menyandera yang mulia ". Sahut Perdana Menteri.
" Aku juga tidak tahu ."
Pangeran Mahkota yang cerdas dan cepat tanggap barulah paham , bagaimana Raja Erlangga menyerah begitu saja.
" Andara ? Tidak mungkin !!! Erik dan Ratu Bianca mengancam ayah atas nama Andara jangan - jangan ". Mulai panik .
Wajah Gubernur Albiru seketika merah padam bahkan tidak bisa lagi menahan rasa emosi yang menggejolak .
Ratu Bianca menempati singgahsana dengan tawa yang renyah karena telah berhasil menundukkan Raja Erlangga.
" Jika ada yang melawan perintahku maka kalian semua akan ku musnahkan dari muka bumi ini. Jadi mulai detik ini juga akulah yang berkuasa di Istana Kencana ini dan Pangeran Erik adalah sang Pangeran Mahkota yang kelak akan menjadi Raja ". Teriak Ratu Bianca dengan nyaring .
Sedangkan keadaan Putri Andara sangat mengenaskan , Luka tusuk yang berada di dada kanannya telah mengucurkan darah segar karena terlalu banyak gerak .
Pangeran Erik menghampiri Putri Andara bahkan mengolok - oloknya karena tidak berdaya .
" Sungguh kasihan sekali wanita ini , hahaha lihatlah sekarang sungguh menyedihkan bahkan terluka hingga mengeluarkan begitu banyak darah pun tidak ada yang menolong ". Kata Pangeran Erik .
" Biadap kamu Erik , terkutuk kamu dasar pria tidak tahu diri ". Teriak Putri Andara.
" Ahhhaa , memangnya kenapa ? ". Jawab Pangeran Erik dengan menarik dagu milik Putri Andara.
__ADS_1
" Brengsek , lepaskan aku ".