
Tanpa di sadari , Albina telah masuk ke dalam jebakan Pangeran Erik .
Meski sebelumnya tidak terpikirkan untuk menggunakan Albina untuk menukar dengan Putri Indira .
" Mana mungkin aku menukarnya tapi aku tidak bisa melihat adikku menderita ". Gumam Pangeran Erik .
Ratu Bianca terus mendesak Pangeran Erik untuk menemukan Putri Indira .
" Bagaimana pun kita harus mengancam Pangeran Mahkota maupun Gubernur Albiru untuk mengembalikan Indira barulah setelah itu habisin mereka semua tanpa tersisa termasuk Albina !!". Kecam Ratu Bianca .
" Ibu tidak perlu khawatir ".
Albina sadar jika saat ini dia telah di jebak dan terlalu ceroboh untuk mengantar dirinya sendiri pada pihak musuh .
Pangeran Erik mendekati Albina dan memastikan jika dia tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya .
" Lepaskan aku dari sini ku mohon ". Lirih Albina .
" Untuk saat ini tidak bisa tunggulah saat yang tepat ". Ujar Pangeran Erik lalu pergi meninggalkan Albina .
Ratu Bianca diam - diam telah merencanakan sesuatu tanpa pengetahuan Pangeran Erik .
Malam ini dia berniat untuk membuat Albina menerima akibat menggoda Pangeran Erik .
" Kamu akan menerima ganjaran karena berani membuat Erik bodoh dan tidak memperdulikan dirinya sendiri ". Gumam Ratu Bianca .
Pangeran Mahkota mencari keberadaan Gubernur Albiru untuk merencanakan pernikahan di depan Raja Erlangga bersama Putri Andara , namun nampaknya tidak bisa menemukan .
" Dimana sebenarnya gubernur Albiru ini ? Apa yang telah terjadi ". Kata Pangeran Mahkota .
Putri Andara saat ini sedang bersama Dokter Reinhard untuk meracik racun , Tom sudah memberikan bunga Lily putih yang mengandung banyak racun .
Pangeran Mahkota segera mengejar Tom untuk menanyakan keberadaan Gubernur Albiru .
" Tunggu Tom , apakah kamu akan menjauhiku juga seperti majikanmu ". Ucap Pangeran Mahkota .
Tom tidak bisa berkata - kata saat ini , sebenarnya ingin sekali mengatakan jika Gubernur Albiru sedang menghadapi masa sulitnya .
__ADS_1
" Pangeran Mahkota menuduhku demikian wajar karena aku adalah pengawal tuan muda namun sejak itu aku di perintah untuk berada di dekat Putri Andara ." Alasan Tom .
" Kamu masih tidak mau mengatakannya , Tom katakan dimana gubernur Albiru saat ini karena urusanku sangat penting dengannya ". Ucap Pangeran Mahkota .
Tom segera berlutut dan meminta maaf karena benar - benar tidak mengetahui keberadaannya .
" Meski aku akan membunuhmu , apakah tetap tidak akan mengatakannya Tom ". Ancam Pangeran Mahkota .
Tom sama sekali tidak takut bahkan dengan berani melihat ke arah Pangeran Mahkota seakan benar - benar tidak mengetahuinya .
" Baiklah , itu berarti Gubernur Albiru bukanlah jodoh Andara . Aku akan mencari pengantin pria untuknya ." Kata Pangeran Mahkota lalu pergi begitu saja.
Tom langsung tercengang kala mendengar ucapan Pangeran Mahkota yang mengejutkan .
" Bagaimana bisa pangeran mahkota berpikiran sempit seperti itu , jelas - jelas Putri Andara adalah istri tuan muda . Apa yang sebenarnya terjadi ". Gumam Tom di dalam hati .
Tom mulai gelisah bahkan kebingungan karena saat ini berada dalam situasi dilema , dan baginya juga masalah ini yang paling tersulit.
Pangeran Mahkota diam - diam memperhatikan reaksi dari Tom namun tidak menemukan kejanggalan apapun hingga membuat kesal .
" Aku tidak menyangka seorang pengawal bisa sangat setia bahkan tidak memperdulikan nyawanya sendiri ". Gumam Pangeran Mahkota .
" Mengapa aku merasa jika Andara lebih nyaman ketika bersama Dokter Reinhard bahkan aku melihat kelembutan bahkan perhatian yang tulus dalam diri Dokter Reinhard ". Kata Pangeran Mahkota .
Dokter Reinhard memang tidak pernah berkata kasar bahkan menyakiti Putri Andara bahkan selalu ada untuk Putri Andara .
" Dokter , apakah ini akan berhasil ". Kata Putri Andara .
" Kita akan mencobanya pada hewan tapi harus ada penawarnya ". Ujar Dokter Reinhard.
" Apa !! Lalu akan menghabiskan berapa lama lagi , sungguh melelahkan ". Ucap Putri Andara .
" Ada aku , Putri tidak perlu repot - repot membuat penawarnya . Bagaimanapun kita harus bertanggung jawab pada hewan yang akan di jadikan percobaan ." Jelas Dokter Reinhard .
" Mengapa tidak manusia saja ?".
" Siapa yang mau menjadi relawan apakah ada ? lebih baik hewan yang tidak bisa bicara untuk di jadikan percobaan ". Kata Dokter Reinhard.
__ADS_1
" Tapi itu juga pemaksaan kan , jika tikus bisa berbicara pasti tidak akan setuju . Bagaimana jika itu kamu saja ?". Goda Putri Andara.
" Jika aku berhasil melewati semuanya maka akankah Putri mau ku nikahi ". Goda kembali .
" Aa .. Untuk pernikahan ? itu ku serahkan pada kakakku saja ". Ujar Putri Andara .
Pangeran Mahkota seketika merasa terkejut pasalnya Putri Andara mengatakan jika pernikahannya atas kehendak Pangeran Mahkota .
Dokter Reinhard pun tersenyum seakan telah menemukan jalan untuk memiliki Putri Andara .
Pangeran Erik merasa tidak enak ketika meninggalkan Albina , namun karena ada sesuatu yang penting maka harus pergi .
Saat melihat Pangeran Erik yang sudah benar - benar pergi barulah Ratu Bianca memulai rencananya.
" Silahkan kalian bermain sesuka hati bersama dengannya , hahahaha puaskan hasrat kalian . Dasar wanita pembawa sial ". Hina Ratu Bianca .
Ratu Bianca memerintahkan empat orang pria untuk mengambil bahkan menikmati mahkota berharganya .
" Mau apa kalian ." Ucap Albina yang ketakutan.
" Sangat cantik , kulitnya sangat putih . Aku sudah tidak sabar lagi untuk menikmatinya ". Kata salah satu pria suruhan Ratu Bianca .
Keempat pria itu memulai dengan merobek paksa pakaian Albina bahkan membrutal untuk segera melakukan hal yang tak senonoh pada Albina.
" Hiks... Hiks.. Tolong jangan lakukan itu ? Hiks.. Tolong ". Rintihan Albina seakan tidak ada yang mendengar .
Pangeran Erik kembali karena melupakan sesuatu , alangkah terkejutnya dia setelah melihat suara Albina yang menangis tersedu - sedu .
* Brak *
Dengan emosi yang meluap - luap , Pangeran Erik membogem keempat pria yang hampir menjamah Albina dengan paksa bahkan kasar .
*Buk*
*Buk*
* Buk *
__ADS_1
* Buk *
" Berani - beraninya kalian menyentuh wanita yang aku cintai !!! Akan ku bunuh kalian semua ". Teriak Pangeran Erik dengan memukul ke empat pria itu .