Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Di serang


__ADS_3

Gubernur Albiru mendekati Putri Andara untuk mengingatkan agar tidak terlalu banyak gerak karena kandungannya masih terbilang lemah .


Dokter Reinhard datang bahkan ingin menjenguk Putri Andara .


Minda mengatakan pada Dokter Rienhard jika Putri Andara saat ini sedang beristirahat .


" Sampaikan padanya jika besok aku akan menemuinya lagi dan tidak ada alasan lagi ." kata Dokter Reinhard .


Sementara di dalam kamar , Putri Andara terlihat mendiamkan Gubernur Albiru bahkan tidak menganggap dia ada saat ini .


" Jika sudah makan maka minumlah nutrisi ini untuk kesehatanmu dan calon anak kita ". Gumam Gubernur Albiru.


Namun tidak ada jawaban dari Putri Andara saat ini , dia terus saja diam tanpa kata .


Gubernur Albiru mendekat ke arahnya dan memeluk Putri Andara dari belakang .


" Masih marah rupanya ".


" Jangan ganggu lagi , aku mau istirahat ". Ucap Putri Andara .


" Baiklah Sasa sayang ". Kata Gubernur Albiru.


Putri Andara langsung terkejut dan menatap tajam ke arah Gubernur Albiru .


" Namaku Andara bukan Sasa ." Beo Putri Andara .


" Apapun itu yang terpenting aku akan mencintai kamu setulus hati ". Kata Gubernur Albiru .


" Jangan lebay ya , pasti berbicara seperti ini ada maunya ya . Lagian kenapa aku bisa hamil beneran ya ". Kata Putri Andara.


" Kenapa tidak bisa ? Benda pusaka ini sangat manjur untuk membuahkan hasil di dalam rahimmu ." Gumam Gubernur Albiru .


" Ternyata sifat aslinya seperti ini , sungguh mengejutkan ". Gumam Putri Andara .

__ADS_1


" Aku seperti ini hanya di depanmu saja dan kamulah yang membuatku seperti ini ". Bisik Gubernur Albiru .


Keesokan harinya , Albina pergi ke Istana untuk bertemu dengan Pangeran Mahkota namun tidak di sangka jika di Istana sedang terjadi huru - hara .


Albina melihat Pangeran Erik memerintahkan pasukannya menyerang Istana .


" Jika aku terus melanjutkan niatku maka akan berbahaya ". Kata Albina di dalam hati.


Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru sudah bersiap untuk bertarung namun Putri Andara hari ini terus saja meminta Gubernur Albiru tidak menjadi garda terdepan .


" Minda , cepat amankan Putri darisini ". Titah Pangeran Mahkota .


" Tidak kakak ? Aku tidak akan pergi , Minda jangan mendekat ". Kata Putri Andara .


" Andara tolong jangan menyulitkan kami ". Pinta Gubernur Albiru .


Ratu Bianca muncul bersama Pangeran Erik bahkan menantang Pangeran Mahkota untuk menghadapinya .


" Jangan bersembunyi lagi ? Ayo keluarlah Andreas , Albiru . Aku tahu saat ini kamu sedang berada di dalam !! Jangan jadi pecundang ". Teriak Pangeran Erik .


Gubernur Albiru masih tidak mengerti dengan ayahnya , sebelumnya dia sangat mendukungnya namun ternyata salah .


" Baiklah ayah , inikah yang kamu mau . Aku akan bertarung dengannya sampai titik darah ini habis ". Ucap Gubernur Albiru.


" Albiru ". Putri Andara menahan Gubernur Albiru namun tekadnya sudah bulat .


Gubernur Albiru memberanikan diri untuk menemui Pangeran Erik .


Ratu Bianca belum tahu keterikatan keduanya bahkan terlihat heran mengapa keduanya tidak langsung menyerang saja .


" Erik !! Tunggu apa lagi , ayo bunuh dia ". Kata Ratu Bianca .


" Jika aku membunuhnya maka ayah tidak akan menerimanya ." Ungkap Pangeran Erik .

__ADS_1


" Apa maksudmu ?."


" Dia adalah anak ayah , ibu !! Sama sepertiku meskipun kita adalah saudara sedarah namun dia ada di pihak musuh dan pantas mati ". Kecam Pangeran Erik .


" Apa !! Dia , dia juga anak Bramana ? Mana mungkin bisa seperti itu ". Heran Ratu Bianca .


Gubernur Albiru tersenyum mematikan seolah meremehkan Pangeran Erik hingga membuatnya emosi dan menyerang lebih dulu .


Pertarungan kedua putra ketua pasukan Elang hitam mengukir sejarah , keduanya memiliki pertahanan masing - masing namun pada saat kemunculan suara Putri Indira barulah Pangeran Erik lengah .


Dan Gubernur Albiru menyerangnya habis - habisan .


Ratu Bianca tidak bisa melihat putranya di habisin begitu saja , dia segera mengeluarkan bubuk racun dan menaburkannya di depan gubernur Albiru .


" Cepat bawa Pangeran Erik pergi darisini ." Titah Ratu Bianca .


Pangeran Mahkota bertarung di sisi samping untuk mencegah pasukan musuh masuk ke dalam istana , sementara Putri Andara mencari - cari Ratu Bianca karena ingin sekali menghajarnya .


Taburan racun yang mengenai gubernur Albiru seketika mempengaruhi penglihatannya hingga kabur dan tidak bisa melihat .


" Albiru ? Ada apa ". Kata Putri Andara yang tiba - tiba menangkap tubuh Gubernur Albiru yang kebingungan mencari arah .


Tidak ada jawaban dari Gubernur Albiru , dia memilih berpura - pura kelelahan saja daripada membuat Putri Andara semakin khawatir .


" Papahlah aku , aku kelelahan ". Kata Gubernur Albiru .


" Lalu dimana wanita tua itu , aku ingin menghabisinya ". Kata Putri Andara .


" Mereka sudah pergi ".


Gubernur Albiru benar - benar tidak ingin mengatakan jika matanya tidak berfungsi dengan baik , dia berpura - pura kelelahan saja.


Putri Andara sempat curiga karena dia memapah Gubernur Albiru tidak seperti orang kelelahan melainkan seperti menuntun orang yang tidak bisa melihat .

__ADS_1


__ADS_2