
Mendengar dirinya akan di jodohkan dengan Dokter Reinhard seperti ada yang mengganjal entah apa sebabnya.
" Minda , ketakan sesuatu ". Ucap Putri Andara.
" Aku rasa kalian sangat cocok sekali dan Dokter Reinhard juga sepertinya memiliki perasaan padamu ". Kata Minda.
" Lalu aku harus bagaimana ?". Putri Andara kebingungan.
" Putri ? Bukankah kamu juga memiliki perasaan juga terhadap Dokter Reinhard dan mestinya harus menerima perjodohan itu ". Kata Minda yang meyakinkan Putri Andara .
Putri Andara mulai berada di titik dimana dia ingin sekali tidak terjerat dengan pria manapun untuk itu begitu mendengar dia dijodohkan dengan Dokter Reinhard maka tidak tahu akan menerima ataukah menolaknya .
" Kenapa hatiku merasa tidak rela ? Bukankah selama ini aku mengharapkan hubungan dengan Dokter Reinhard , tapi hatiku merasa gelisah akkhhhh ". Kesal Putri Andara .
Minda merasa jika Putri Andara memiliki perasaan terhadap Gubernur Albiru karena selama ini dialah pria yang selalu perhatian pada Putri Andara .
Gubernur Albiru masih sibuk dengan kesibukannya sehingga tidak bisa menemui Putri Andara .
Hari ini Albina pergi ke Istana untuk bertemu dengan Pangeran Mahkota membawa seekor ayam yang lucu .
" Kebetulan bisa bertemu dengan Pangeran Mahkota disini , sungguh berjodoh ". Kata Albina.
" Jodoh !! Yang ada kesialan setiap bertemu denganmu ". Ketus Pangeran Mahkota .
" Pangeran tidak perlu malu - malu seperti itu , hm Pangeran Mahkota aku membawakan ini untukmu ". Kata Albina seraya menyerahkan seekor ayam yang lucu pada Pangeran Mahkota .
" Maksud kamu apa memberiku seekor ayam seperti ini ". Ucap Pangeran Mahkota .
__ADS_1
" Anggap saja sebagai perminta maafan dariku Pangeran , aku mohon terimalah ". Kata Albina sambil melempar senyuman termanisnya.
*Crut*
Ayam yang berada di tangan Pangeran Mahkota tiba - tiba berak sembarangan bahkan mengenai tangan dan pakaian Pangeran Mahkota .
" Nona Albina !!! ambilah ayammu sekarang ". Teriak Pangeran Mahkota .
" Tapi , aduhh kenapa kamu berak sembarangan sih yam . Dasar ayam nakal ". Ucap Albina dengan mengatai Ayam itu .
" Nona Albina !!!". Pangeran Mahkota semakin geram .
Pangeran Mahkota melepaskan ayamnya lalu menghampiri Albina untuk berbagi kotoran ayamnya .
" Agar lebih afdol kamu harus merasakan kotoran ayam ini juga ." Ucap Pangeran Mahkota yang posisinya sangat dekat bahkan tubuhnya menempel pada Albina.
Putri Andara muncul di antara keduanya bahkan mengolok - ngolok mereka.
" Ayah , ayah !! Lihatlah kakak dan Albina saat ini ". Teriak Putri Andara .
" Andara apa yang kamu lakukan ?". Ucap Pangeran Mahkota.
" Yee , kakak seperti itu bukanlah telah mengekspos hubungan kalian . Hayo ngaku aja deh . Ayahh , cepatlah kemari ada pertunjukkan ". Teriaknya sekali lagi.
Pangeran Mahkota segera menjauh dari tubuh Albina agar tidak terjadi kesalah pahaman .
" Kakak mengapa tubuhmu bau sekali seperti bau tai ayam... Ihh jorok sekali ". Ungkap Putri Andara .
__ADS_1
" Ini semua karena dia , kamu Nona Albina sebaiknya jangan mendekat karena setiap kamu muncul di depanku selalu saja soal ". Ucap Pangeran Mahkota dengan tegas .
" Aku melihat kakak yang mendekat padanya malah menuduh sebaliknya , ehmm dasar tidak mau ngaku ". Kata Putri Andara .
" Andara jaga bicaramu , mana ada aku yang mendekati dia ". Protes Pangeran Mahkota.
Raja Erlangga mendengar keributan itu dan segera menghampiri .
" Andara , Andres ada apa ini mengapa ramai sekali ". Tanya Raja Erlangga .
" Ayah , kakak dan Albina tertangkap basah ". Sambar Putri Andara .
" Andara kamu !! ". Geram Pangeran Mahkota .
" Andres , apa yang kamu lakukan ? Dan kenapa tanganmu sangat kotor dan bau sekali ". Ucap Raja Erlangga.
" Itu karena dia ". Spontan langsung menunjuk Albina.
Albina malah tersenyum saat dirinya di tunjuk oleh Pangeran Mahkota.
" Benar ayah , itu karena mereka bermain tai ayam . Sungguh romantis bisa berbagi kotoran ayam satu sama lain ". Kompor Putri Andara dengan sengaja.
Jonathan tidak bisa lagi menahan tawanya namun segera dia tahan karena Pangeran Mahkota menatap tajam padanya.
" Andres sebaiknya kamu bersihkan diri dan Andara tolong bantu Albina untuk membersihkan diri ". Titah Raja Erlangga.
Pangeran Mahkota langsung pergi dengan rasa kesalnya .
__ADS_1
Raja Erlangga tidak memasukan kejadian itu ke dalam hati hingga tidak ada niat untuk menjodohkan Albina dengan Pangeran Mahkota karena tidak akan memaksa untuk yang kedua kalinya.