
Gubernur Albiru meminta Putri Andara untuk memakai jaket itu agar tubuhnya tidak terekspos jelas melihatkan dalaman yang di pakai olehnya saat ini.
" Akhh , jadi kamu sejak tadi melihatnya ". Teriak Putri Andara.
" Jika tidak mana mungkin aku memberikanmu jaket untuk menutupinya ." Kata Gubernur Albiru.
" Kamu !!! ". Menunjuk wajah Gubernur Albiru.
" Pelayan ". Panggilnya .
Pelayan segera menghampiri Gubernur Albiru dan Putri Andara .
" Iya Tuan Muda ".
" Bawa Putri Andara berganti pakaian basahnya ". Titah Gubernur Albiru.
" Mari Putri ". Kata Pelayan.
Putri Andara masih berpikir jika dia akan memakai baju ganti yang seperti apa , namun ternyata sudah ada baju yang cukup bagus untuknya.
" Ini , darimana dia mendapatkan baju wanita sebagus ini ? jangan - jangan ini adalah bekas wanita lain . Tapi dari aromanya masih baru ". Gumam Putri Andara.
Daripada bertanya - tanya dan penasaran Putri Andara langsung menanyakannya pada Pelayan yang di perintah untuk menemaninya .
" Ahh, Ibu pelayan ". Seru Putri Andara.
" Iya Putri , ada apa ?".
" Baju ini bukan bekas wanita lain kan ". Ucap Putri Andara.
Pelayan itu tersenyum simpul pada Putri Andara yang asal menebak baju yang dia pakai saat ini.
" Kenapa malah tersenyum sih ?." Selidik Putri Andara.
__ADS_1
" Putri , baju yang anda pakai sangat baru ". Ungkap Pelayan.
" Mengapa masih baru ? aku rasa ada yang aneh ." Kata Putri Andara.
" Tidak ada yang aneh Putri , mungkin Tuan Muda tahu jika anda akan kemari dan tidak membawa baju ganti. Tuan Muda itu sangat perhatian pada Anda ". Kata Pelayan.
" Perhatian !! yang ada dibuat kesal olehnya ". Geram Putri Andara.
" Anda adalah wanita pertama yang di bawa oleh Tuan Muda kemari ". Ungkap Pelayan.
" What !! jadi aku yang pertama , jangan menutupi kebejatannya ya ibu pelayan ". Kata Putri Andara .
" Itu memang benar adanya jika anda tidak percaya bisa tanyakan pada pelayan yang lain. Tuan Muda kami begitu dingin namun sepertinya tidak pada anda ". Jelas Pelayan.
" Tidak pada aku ya terserah apa kata penilaianmu lah ". Ucap Putri Andara .
Gubernur Albiru menyusun rencana agar Putri Andara aman dan tidak di curigai oleh Pangeran Erik maupun Ratu Bianca.
Putri Andara muncul di depan Gubernur Albiru dengan memakai pakaian pilihannya .
" Ini bukan kontes ". Ujar Gubernur Albiru.
" Ihh menyebalkan sekali jawabannya ". Kesalnya.
" Aku akan mengantarmu pada Dokter Reinhard dan Tom sudah menghubungi pelayan pribadimu ". Ucap Gubernur Albiru .
" Mengapa malah mengantarku padanya ?". tanya Putri Andara .
" Hanya dia yang akan membawamu aman ". Kata Gubernur Albiru.
" Kamu terlalu berpikiran sempit ya , aku akan berusaha sendiri tanpa bantuan Dokter Reinhard karena aku tidak ingin melibatkannya ". Gumam Putri Andara.
" Aku tidak mungkin mengantarmu ke Istana".
__ADS_1
" Kamu ini bego ya ihh dasar otak udang ". Oloknya.
" Bego ? apa itu bego , setiap kali bersama denganmu selalu berkata aneh ". Kata Gubernur Albiru.
" Ya Bego itu hmm sejenis pemikiran yang buntu bisa di samakan dengan bodoh ". Kata Putri Andara.
" Jadi bego itu bodoh , bagus sangat bagus. Kamu juga seharusnya bego karena tidak bisa berpikir bagaimana keselamatanmu ". Ejek Gubernur Albiru.
" Kamu !! ahh , begini saja pokoknya aku tidak mau melibatkan Dokter Reinhard . Kamu bisa turunkan aku di belakang Istana dan seharusnya kamu memasuki Istana menemui Indiramu itu , mengerti maksutku kan ". Ucap Putri Andara.
" Lalu ".
" Otak Udang benget sih , yaa bukankah kamu punya Tom si kucing itu . Suruh dia menemui Minda dan pergi menyusulku ". Saran Putri Andara.
" Apa yang akan kamu lakukan ?". tanya Gubernur Albiru.
" Tidak perlu tahu , karena percuma saja ku beritahukan kamu ."
Sesuai dengan rencana yang akan di lakukan oleh Putri Andara , Gubernur Albiru menurunkannya tepat di belakang Istana Kencana dan barulah memasuki Istana untuk menemui Putri Indira .
Tom yang diam - diam menemui Minda yang saat ini berada di taman bunga Istana.
" Stttsttt ". Panggil Tom pada Minda.
Minda menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari Pengawal Gubernur Albiru , Tom.
" Mengapa dia memanggilku ?." Gumam Minda dalam hati.
Tom tidak bisa menghampirinya secara terang - terangan karena cukup waspada dari pengamatan orang Pangeran Erik maupun Ratu Bianca.
Tom memanggil minda dan mengisyaratkan jika dia meninggalkan sebuah surat kecil untuk Minda.
Minda mengerti dengan maksut Tom dan segera mengambil surat yang di tinggalkan oleh Tom dengan memakai alat kebersihan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
__ADS_1
" Apa ? Putri saat ini berada di belakang Istana . Aku harus menyusulnya , tapi tidak mungkin aku tidak membawa apa - apa untuk keluar dari Istana ". Kata Minda dalam hatinya.