
Minda segera mengekori Putri Andara , dia paham akan sikap yang saat ini di terima oleh Putri Andara.
Putri Andara masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan kasar.
Minda terkejut bukan main kala mendapati sikap kasar Putri Andara .
" Pu -- Putri apa yang sedang terjadi ? mengapa anda menutup pintu sangat keras ". tanya Minda.
" Cepat kamu jelaskan secara detail sedetailnya tentang Putri Indira , Raja Erlangga dan siapa lagi itu pria yang menolakku karena alasan aku berpenyakitan". Cecar Putri Andara.
Minda segera mendekati Putri Andara dan mulai menjelaskannya.
" Putri Indira selama ini tidak menyukaimu karena Raja Erlangga sangat menyayangimu bahkan dia iri karena anda terlahir dari rahim Ratu terhormat ." Kata Minda.
" Jika Raja Erlangga menyayangiku mengapa dia hanya diam saja bahkan tidak menghukum Indira ". Kata Putri Andara.
" Saya tidak paham Putri ".
" Bagaimana dengan pria bernama Albiru itu seperti apa tampangnya sehingga dengan lancangnya terang - terangan menolakku ". Ucap Putri Andara dengan Kesal.
" Gubernur Albiru yang bertabrakan dengan anda tadi Putri bahkan dia membawa pot bunga anda " . Kata Minda.
" Itu Bouqet bunga Minda !! bukan sebuah Pot bunga ". Geram Putri Andara.
" Iya Bo-- bouqet bunga ".
__ADS_1
" Jadi dia yang menolakku , hah !! lihat saja nanti aku Putri Andara tidak akan di permalukan oleh pria bernama Albiru itu . Ku buat dia menyesal dan mengemis ngemis cintaku ." Kata Putri Andara .
Di Kantor Gubernur .
Albiru tidak pernah melihat keindahan bunga yang di padukan seperti yang di bawanya saat ini .
Di balik sifat dinginnya ternyata dia sangat menyukai bunga .
" Tom , bagaimana menurutmu tentang bunga ini ". tanya Gubernur Albiru pada pengawalnya.
" Luar biasa tuan muda , rangkaian bunga ini baru pertama kali melihatnya dan wanita yang membawanya juga ---- ". Tom tidak berani meneruskan perkataannya.
" Menurutmu !!". Albiru meminta pendapat dari Tom.
" Luar biasa seperti rangkaian bunga itu Tuan , hehe namun itu pendapat saya ". Kata Tom dengan jujur.
" Penampilannya sangat elegan dan ku dengar pelayan di sisinya memanggilnya Putri, ahhh Tuan , jangan - jangan wanita itu Putri Indira ." Kata Tom.
" Bisa jadi " .
" Dia adalah jodoh tuan muda , wah itu luar biasa ". Ucap Tom.
Tom adalah pengawal yang selalu berada di sisi Albiru bahkan dia selalu berkata luar biasa sebagai ungkapan istimewanya.
Albiru tidak berhenti menatap bermacam - macam bunga yang di rangkai oleh Putri Andara itu namun dia tidak mengetahui identitas yang sesungguhnya.
__ADS_1
Meski berkepribadian dingin namun sejujurnya Albiru sangat hangat kepada orang yang di sayangi dan di cintainya.
Di Kerajaan Kencana.
Putri Andara tidak berhenti mengumpati Gubernur Albiru itu karena ternyata secara kebetulan membuatnya menimbulkan dampak perasaan benci yang mendalam .
" Kamu Albiru , namamu kok lucu sekali tapi sangat di sayangkan jika orangnya sama sekali tidak lucu . Andara , kamu tenang saja aku pasti akan bertindak untukmu ". Kata Putri Andara.
Tiba - tiba suara pintu kamar Putri Andara berbunyi pertanda jika ada seseorang di luar.
*Cklek*
Begitu membuka pintu kamar , kedua mata milik Putri Andara tidak berkedip saat melihat seorang pria muda bertubuh ideal memakai jas putih bahkan sangat tampan dan kalem.
" Ohh Sweetman ". Lirih Putri Andara.
" Putri Andara , Apa kabar ?". sapa pria itu.
" Silahkan masuk , kamu pasti akan memeriksaku kan dokter ". Kata Putri Andara yang membuat Dokternya sedikit terkekeh.
" Putri Andara , Aku adalah dokter pribadimu tentu akan selalu melihat keadaanmu . Tapi maaf sebelumnya tidak bisa datang karena ada tugas yang harus di selesaikan ". Jelas Dokter itu.
" Putri , Dokter Reihard akan memeriksa anda . Silahkan masuk dokter ". Kata Minda.
" Jika dokternya seperti ini mana mungkin aku mau sembuh , astaga dia sangat manis , imut dan uuhh gemess banget jadi pengen cubit pipinya ". Gumam Putri Andara dalam hatinya.
__ADS_1
Tanpa di duga Putri Andara mencubit kedua pipi Dokter Reihard dengan tangannya sehingga membuat Minda bahkan Dokter Reihand pun tertegun .
" Pu -- Putri apa yang anda lakukan ?." Lirih Minda.