
Pangeran Mahkota dan Albina masih belum mengetahui akan keberadaan Putri Andara yang saat ini berada di antara mereka .
*Krek*
Suara yang terdengar mendominasi berasal dari belakang sofa membuat Pangeran Mahkota dan Albina curiga .
" Ada suara ? Sepertinya --". Ucap Pangeran Mahkota .
Sedangkan Putri Andara merutuki kebodohannya karena selalu bertindak ceroboh .
" Waduhh gawat kalo sampai mereka tahu , ahh mana bisa sempat untuk kabur ". Kata Putri Andara dalam hati .
Pangeran Mahkota segera mendapati sumber suara yang berasal dari belakang sofa kamarnya .
perlahan berjalan melangkah penuh hati - hati dan langsung menangkap basah keberadaan Putri Andara.
" Andara !!". Kejut Pangeran Mahkota .
" Hehehhe kakak , aku ?".
" Albina , kemarilah ? Sepertinya ada yang diam-diam memperhatikan kemesraan kita sejak tadi ". Kata Pangeran Mahkota .
Albina segera menghampiri Putri Andara yang saat ini berada di belakang sofa kamar Pangeran Mahkota .
" Putri , mengapa bisa berada disini ?". Tanya Albina.
" Tadinya mau bertemu kakak namun malah mendapat kesempatan untuk nonton kalian itu tapi aku gak penuh kok nontonnya ". Ujar Putri Andara .
" Tetap saja kamu sudah melanggar privasi , kamu seharusnya di beri hukuman ". Ancam Pangeran Mahkota dengan menggoda Putri Andara.
" Yahh , kak jangan seperti itu lah . Lagian aku gak ada niat kok cuma --- aaa cumaaa ". Bingung.
" Cuma apa ? ketahuan kan sekarang . Bagaimana ya jika kita nonton Andara dan Albiru perang ranjang ?". Ucap Pangeran Mahkota .
" Wahh pasti sangat seru , aku sudah tidak sabar ". imbuh Albina dengan membuat keadaan semakin heboh .
" Mana boleh , enak saja ". Kata Putri Andara yang mulai panik .
__ADS_1
" Kenapa tidak boleh ? Kamu sudah menonton kita jadi gantian ".
" Iihh kalian ini memang sama yaa gak ada otak banget ". Kesal Putri Andara.
" Pangeran ? Nanti kita menyusup saja secara diam-diam seperti yang di lakukan oleh Putri Andara , bagaimana ?". Albina semakin membuat Putri Andara gelisah .
Dalam pikiran Putri Andara saat ini sedang membayangkan saat dirinya sedang memadu kasih di atas ranjang dengan Gubernur Albiru lalu Pangeran Mahkota dan Albina menonton secara sembunyi .
" Gilaa kenapa sengeri itu sih mereka berdua ini ." kata Putri Andara dalam hati.
Pangeran Mahkota dan Albina langsung menertawakan ekspresi wajah dari Putri Andara.
" Hahahaha baru kali ini aku melihat langsung wajah lucu Putri Andara kalau lagi panik begini , makanya jangan suka ngintip ". Kata Albina .
" Mana aku tahu jika pada akhirnya kalian akan bercumbu , tapi untung saja ". Gumam Putri Andara .
Tiba - tiba suara lonceng di kamar Pangeran Mahkota berbunyi berulang kali dan itu pertanda tidak baik.
Pangeran Mahkota segera berlari menuju balkon kamarnya untuk melihat titik keamanan Istana .
" Kakak ? Sepertinya mereka sudah dekat ." Ucap Putri Andara .
" Tentu saja , bagaimana persiapan pasukan istana kak ".
" Gubernur Albiru telah mengatur semuanya maka sudah di pastikan strateginya akan berhasil ". ungkap Pangeran Mahkota.
Pangeran Mahkota segera keluar dari kamarnya dan berlari mencari Raja Erlangga saat ini .
Dan ternyata telah terjadi hal yang tak terduga .
" Bibi Sarina !!!". Pekik Putri Andara melihat Sarina terluka bahkan sepertinya sudah tidak bernyawa lagi.
Selanjutnya di susul oleh kedatangan Pangeran Erik dan Ratu Bianca .
Pangeran Mahkota melotot pada kedua orang yang saat ini menuju ke arahnya .
Lalu Raja Erlangga yang tiba - tiba menghampiri Pangeran Mahkota sebelum Pangeran Erik dan Ratu Bianca sampai .
__ADS_1
*Plak*
Raja Erlangga menampar keras pipi Pangeran Mahkota entah karena masalah apa hingga membuat murka sang Raja .
" Anak tidak tahu di untung !! Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku membunuhmu ". Kecam Raja Erlangga.
Putri Andara dan Albina tidak menyangka dengan apa yang di lakukan oleh Raja Erlangga saat ini .
" Ayah !! Cukup ". Teriak Putri Andara.
" Jangan ikut campur Andara jika kamu masih ingin tetap tinggal di Istana ini ".
" Ayah menyakiti kakak Hingga mengusirnya sebenarnya ada apa ini ? Ayah tidak adil ". Teriak Putri Andara .
*Plak *
Raja Erlangga menamparnya dengan sangat keras hingga Putri Andara terjatuh ke lantai.
" Kamu juga ternyata pembohong besar !!!". Kata Raja Erlangga dengan lantang .
*Deg*
*Deg*
*Deg*
Jantung Putri Andara seakan ingin berhenti ketika mendengar ucapan Raja Erlangga yang seolah mengerti semua tentangnya .
" Apa jangan - jangan ayah tahu jika aku adalah ---- ". Gumam Putri Andara di dalam hati .
" Jangan menyakiti Andara sedikitpun , aku akan keluar dari Istana ini !! ". Ucap Pangeran Mahkota dengan mata melotot.
Pangeran Mahkota segera menghampiri Putri Andara yang terkulai di lantai akibat di tampar sangat keras oleh Raja Erlangga.
" Kak , aku akan ikut denganmu ". Kata Putri Andara dengan lirih .
" Ayo ".
__ADS_1
Kini Pangeran Mahkota dan Putri Andara pergi meninggalkan Raja Erlangga .
Ratu Bianca dan Pangeran Erik pun menyeringai akan kejadian yang menimpa kedua putra dan putri istana yang malang itu.