Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Menghentikan pernikahan


__ADS_3

Ratu Bianca terkejut bukan main setelah melihat keempat orang suruhannya terkapar mengenaskan karena amukan Pangeran Erik .


" Erik !! Astaga , ada apa ini ." Pura - pura tidak tahu .


Pangeran Erik segera menutupi tubuh Albina yang sudah terbuka namun masih beruntung belum ternodai .


" Lebih baik ibu keluar dari sini karena aku tidak ingin berdebat ". Kata Pangeran Erik .


Saat ini , Albina ketakutan bahkan kejiwaannya terguncang .


*


*


*


Di dalam Istana , Putri Andara teringat akan Gubernur Albiru .


" Aaahh , Dokter ? Jika seandainya mata terkena serbukan racun bagaimana cara penyembuhannya ." Kata Putri Andara .


" Tergantung jenis racunnya . Jika boleh tahu siapa yang terkena racun ". Menyelidik .


" Tidak , hanya saja takut jika Ratu Bianca menyerang ". Alasan Putri Andara .


Sudah beberapa hari ini Albina maupun Gubernur Albiru tidak muncul di Istana membuat Pangeran Mahkota sedikit jengkel .


" Bisa - bisanya mereka sama sekali tidak menemuiku , kemana sebenarnya mereka berdua ". Kata Pangeran Mahkota .


Ratu Bianca sudah memberi kabar kepada Keluarga Ningrat jika Albina di sekap bahkan di siksa , tentu saja hal ini membuat keluarga Ningrat khawatir .


Madam Fi mencari Gubernur Albiru ke kediamannya untuk memberi tahukan jika Albina dalam posisi terancam.


" Albiru !! Albiru dimana kamu , Albiru cepatlah keluar !! Adikmu di culik tolong selamatkan dia hiks.. Hiks .. ." teriak Histeris Madam Fi .


Pelayan Kediaman Gubernur Albiru mengatakan pada Madam Fi jika tuan mudanya tidak berada di kediaman .

__ADS_1


Begitu Madam Fi kembali , pelayan gubernur Albiru segera mengambil posisi untuk membuat surat ancaman dan di kirimkan pada Ratu Bianca .


" Gambar ini akan menjadi hiburan untuk Ratu Bianca !! Tuan muda harus tahu tentang Nona Albina ". Kata pelayan Kediaman Gubernur Albiru .


Berita itu telah menyebar luas hingga Istana , Pangeran Mahkota langsung mengambil tindakan begitu mendengar Albina di culik namun tidak tahu siapa yang melakukannya .


Putri Andara sudah menebaknya dan mengatakan pada Pangeran Mahkota jika pelakunya pasti Pangeran Erik .


" Mengapa aku tidak memikirkan Albina selama ini , aahh bodoh ." Kata Pangeran Mahkota yang menyalahkan dirinya sendiri.


" Kakak sudahlah , kita harus menemukan jejak Erik dan wanita jahat itu. Kita harus kompak untuk membasmi musuh ." Kata Putri Andara .


Pelayan Kediaman Gubernur Albiru berhasil mengirim surat melalui mata - mata , meski tidak di ketahui keberadaan Ratu Bianca dan Pangeran Erik namun dengan adanya pasukan Elang hitam maka sangat mudah di temukan.


Gubernur Albiru memiliki mata - mata yang di tempatkan bersama pasukan Elang lainnya yang memihak pada Pangeran Erik .


" Mereka menahan Albina !! Aku akan melakukan hal yang sama jika sampai terjadi sesuatu dengan Albina ". gumam Gubernur Albiru.


Pangeran Mahkota mendengar berita atas penculikan Albina , kini bersiap untuk mencari keberadaannya .


" Dimana pun mereka pasti akan ku temukan !! ". Ujar Pangeran Mahkota .


" Kakak , aku akan ikut denganmu ? bagaimanapun juga Albina adalah sahabatku ". Kata Putri Andara.


" Lalu siapa yang menjaga ayah ".


" Bukankah ada Jonathan di sisi ayah ". Ucap Putri Andara .


Tiba - tiba Jonathan menghampiri keduanya untuk mengabarkan keadaan Raja Erlangga sepertinya melemah bahkan mendekati sekarat .


Pangeran Mahkota dan Putri Andara berlari menghampiri Raja Erlangga .


" Ayah !!". Teriak Pangeran Mahkota .


" Ayah , dengarkan aku . Apapun yang ayah mau asalkan ayah bisa sembuh dan seperti sedia kala lagi maka aku akan menurutinya ". Kata Putri Andara .

__ADS_1


Seketika pikiran Pangeran Mahkota tertuju pada keinginan terakhirnya yaitu melihatnya menikah di depan Raja Erlangga.


" Andara , Jonathan pernah mengatakan jika dia ingin sekali melihatmu menikah di depannya ". Ujar Pangeran Mahkota .


" Kakak ? tapi ..?".


" Apakah kamu tidak melihat ayah , dia ingin sekali melihat kamu mengenakan baju pengantin untuk itu lakukanlah dengan cepat ". Titah Pangeran Mahkota .


Saat keadaan sudah genting , Dokter Reinhard datang melihat keadaan Raja Erlangga bahkan sesekali memeriksa nadinya.


" Yang Mulia sepertinya sedang menunggu seseorang ". Kata Dokter Reinhard .


Pangeran Mahkota berlutut di hadapan Putri Andara dan Dokter Reinhard untuk melakukan pernikahan di saat terakhir Raja Erlangga.


Putri Andara menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin dia menikah dengan pria lain karena sudah menikah dengan Gubernur Albiru .


" Andara ? Demi ayah , maka menikahlah dengan Dokter Reinhard ." perintah Pangeran Mahkota .


Mata Putri Andara memerah dan sepertinya ini bukanlah hal yang di inginkannya .


" Dimana Albiru saat ini ?". Gumam Putri Andara dalam hati .


Pangeran Mahkota terus memohon dan berlutut hingga membuat Putri Andara tidak enak hati dan menerima perintah dari kakaknya .


Putri Andara akan di dandani seperti layaknya seorang pengantin wanita bahkan bersiap melakukan pernikahan dengan Dokter Reinhard .


" Aku benar - benar tidak ada pilihan lagi , Albiru kamu dimana !! Tolonglah aku ". Tangisan Putri Andara .


Semua menteri sudah berada di dalam kamar Raja Erlangga untuk menyaksikan pernikahan Putri Andara dan Dokter Reinhard.


" Pada akhirnya kamu juga menjadi milikku , Putri ". Kata Dokter Reinhard di dalam hati .


Putri Andara sudah tidak bisa mundur ataupun menggagalkan pernikahan ini , di saat pembacaan upacara suara teriakan menghentikannya .


" Hentikan !!". Suara bariton seorang pria .

__ADS_1


Semua orang seketika menoleh ke arah sumber suara yang menghentikan upacara pernikahan Putri Andara dan Dokter Reinhard .


__ADS_2