Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Raja Erlangga murka


__ADS_3

Putri Andara tidak bisa memungkiri akan status yang saat ini di sandangnya .


" Ikutlah denganku ". Ucap Gubernur Albiru .


" Sekarang ". Kata Putri Andara .


" Iya , ayo ." Gubernur Albiru menarik tangan Putri Andara.


Albina terlihat penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh pasangan pengantin baru itu .


" Kenapa aku harus penasaran ? Lebih baik aku pergi saja menyusul Pangeran Mahkota sekarang ke Istana , siapa tau dia membutuhkan belaianku ". Gumam Albina.


Gubernur Albiru mengajak Putri Albina ke sebuah ruangan pribadinya .


" Sebelum aku mengantarmu ke Istana , ada satu hal yang harus ku katakan padamu. " Kata Gubernur Albiru .


"Apa itu ?".


" Pangeran Erik mungkin saat ini terluka namun itu tidak akan membuatnya jera . Berhati - hatilah ketika berada di Istana karena Ratu Bianca mulai menjalankan misinya untuk merebut tahta ". Ungkap Gubernur Albiru yang mengejutkan Putri Andara .


" Aku tahu itu , dia tidak akan mungkin membiarkan istana di pimpin oleh Kakak ".


" Aku akan mengantarmu pulang ke Istana sekarang ".


" Apa ? sekarang !!". Terlihat heran.


" Apakah kamu berfikir aku menginginkanmu hari ini ? Jika boleh , maka aku tidak akan sungkan lagi ". Sindir kerasnya meminta kode .


" Aku tidak mengerti maksut kamu ". Kata Putri Andara .


" Jangan berlagak bodoh , Andara . Baiklah ayo kembali ke Istana ." ajaknya .

__ADS_1


Putri Andara menghela nafasnya karena Gubernur Albiru benar - benar tidak meminta jatahnya saat ini .


Ketika di dalam mobil barulah Gubernur Albiru mengatakan perihal dirinya yang tidak menyentuh Putri Andara meskipun dia adalah Istrinya .


" aku akan menyentuhmu apabila sudah turun surat resmi dari Pangeran Mahkota jadi paksakan dia untuk memberikan tanda tangannya nanti ." gumam Gubernur Albiru .


" Haruskah dengan memaksa , sepertinya terlihat aku yang menggilaimu ".


Begitu sampai di Istana , Putri Andara segera menghampiri Pangeran Mahkota dan Raja Erlangga .


Namun tiba - tiba seseorang memeluk Putri Andara dari arah depan .


*Grep*


" Putri ? Aku sangat mengkhawatirkanmu ? ". ucap Dokter Reinhard seraya memeluk tubuh Putri Andara dengan erat.


Gubernur Albiru seketika terkejut begitu mendapati istrinya yang di peluk oleh pria lain seperti itu .


Dokter Reinhard melihat kedatangan Gubernur Albiru bahkan wajahnya sedikit masam.


" Gubernur Albiru ". Sapa Dokter Reinhard .


Putri Andara langsung membalikkan tubuhnya ke arah Gubernur Albiru untuk melihat ekspresi wajahnya .


" Maaf , aku menggangu kalian . Aku hanya ingin lewat saja ". Kata Gubernur Albiru .


Putri Andara seakan ingin menahan Gubernur Albiru bahkan ingin juga menjelaskan kejadian yang sesungguhnya .


" Putri ? Ada apa denganmu ". Ucap Dokter Reinhard .


" Tidak ada , ahh aku mau masuk dulu ya soalnya lelah ingin istirahat ".

__ADS_1


Dokter Reinhard hanya menganggukan kemauan dari Putri Andara .


Di dalam Istana , Pangeran Mahkota sudah menunggu kedatangan Gubernur Albiru untuk membicarakan tentang rencana selanjutnya.


Raja Erlangga saat ini mempertanyakan semua yang telah terjadi di tempat pengadaan acara tahunan , Jonathan tidak mengatakan yang sesungguhnya pada Raja Erlangga .


" Gubernur Albiru !! Tolong beritahu bagaimana kejadian yang sesungguhnya di puncak !!". Ucap Raja Erlangga .


" Yang Mulia hamba meminta maaf , karena penyerangan itu terjadi dengan mendadak maka tidak ada cara lain ". Ucap Gubernur Albiru .


" Namun kalian sudah membuatku murka dan harusnya kalian berdua di hukum ". Kata Raja Erlangga.


Gubernur Albiru berlutut di hadapan Raja Erlangga bahkan Pangeran Mahkota langsung membelanya .


" Ayah , bukan salahnya . Namun aku yang memintanya ". Ungkap Pangeran Mahkota .


" Kalian berdua sama saja !! Bagaimana bisa pemuda tangguh seperti kalian memiliki pemikiran untuk tidak melibatkan ku dalam peran penting ini ".


" Bukan seperti itu maksut kami ayah , namun tidak ada cara lain untuk mengamankan anda dari serangan itu ". Kata Pangeran Mahkota .


" Persetan dengan ucapannmu itu Andreas !! Kamu seolah memegang peran untuk menggantikanku memimpin ". Murka Raja Erlangga.


Kemurkaan Raja Erlangga sudah terdengar oleh Ratu Bianca .


Putri Andara juga ketar - ketir mendengar berita Raja Erlangga murka pada Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru.


" Ini tidak bisa di biarkan !! Aku akan memohon pengampunan untuk mereka berdua " . Kata Putri Andara.


Namun ketika dia ingin pergi ke aula utama menghampiri Raja Erlangga , Putri Indira menarik tangannya dengan kasar.


" Mau kemana kamu ". Ketusnya.

__ADS_1


" Lepas !! Ini bukanlah urusan kamu ". Balas ketus Putri Andara yang menghempaskan tangan Putri Indira .


__ADS_2