
Putri Andara tidak bisa memungkiri akan status yang saat ini di sandangnya .
" Ikutlah denganku ". Ucap Gubernur Albiru .
" Sekarang ". Kata Putri Andara .
" Iya , ayo ." Gubernur Albiru menarik tangan Putri Andara.
Albina terlihat penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh pasangan pengantin baru itu .
" Kenapa aku harus penasaran ? Lebih baik aku pergi saja menyusul Pangeran Mahkota sekarang ke Istana , siapa tau dia membutuhkan belaianku ". Gumam Albina.
Gubernur Albiru mengajak Putri Albina ke sebuah ruangan pribadinya .
" Sebelum aku mengantarmu ke Istana , ada satu hal yang harus ku katakan padamu. " Kata Gubernur Albiru .
"Apa itu ?".
" Pangeran Erik mungkin saat ini terluka namun itu tidak akan membuatnya jera . Berhati - hatilah ketika berada di Istana karena Ratu Bianca mulai menjalankan misinya untuk merebut tahta ". Ungkap Gubernur Albiru yang mengejutkan Putri Andara .
" Aku tahu itu , dia tidak akan mungkin membiarkan istana di pimpin oleh Kakak ".
" Aku akan mengantarmu pulang ke Istana sekarang ".
" Apa ? sekarang !!". Terlihat heran.
" Apakah kamu berfikir aku menginginkanmu hari ini ? Jika boleh , maka aku tidak akan sungkan lagi ". Sindir kerasnya meminta kode .
" Aku tidak mengerti maksut kamu ". Kata Putri Andara .
" Jangan berlagak bodoh , Andara . Baiklah ayo kembali ke Istana ." ajaknya .
__ADS_1
Putri Andara menghela nafasnya karena Gubernur Albiru benar - benar tidak meminta jatahnya saat ini .
Ketika di dalam mobil barulah Gubernur Albiru mengatakan perihal dirinya yang tidak menyentuh Putri Andara meskipun dia adalah Istrinya .
" aku akan menyentuhmu apabila sudah turun surat resmi dari Pangeran Mahkota jadi paksakan dia untuk memberikan tanda tangannya nanti ." gumam Gubernur Albiru .
" Haruskah dengan memaksa , sepertinya terlihat aku yang menggilaimu ".
Begitu sampai di Istana , Putri Andara segera menghampiri Pangeran Mahkota dan Raja Erlangga .
Namun tiba - tiba seseorang memeluk Putri Andara dari arah depan .
*Grep*
" Putri ? Aku sangat mengkhawatirkanmu ? ". ucap Dokter Reinhard seraya memeluk tubuh Putri Andara dengan erat.
Gubernur Albiru seketika terkejut begitu mendapati istrinya yang di peluk oleh pria lain seperti itu .
Dokter Reinhard melihat kedatangan Gubernur Albiru bahkan wajahnya sedikit masam.
" Gubernur Albiru ". Sapa Dokter Reinhard .
Putri Andara langsung membalikkan tubuhnya ke arah Gubernur Albiru untuk melihat ekspresi wajahnya .
" Maaf , aku menggangu kalian . Aku hanya ingin lewat saja ". Kata Gubernur Albiru .
Putri Andara seakan ingin menahan Gubernur Albiru bahkan ingin juga menjelaskan kejadian yang sesungguhnya .
" Putri ? Ada apa denganmu ". Ucap Dokter Reinhard .
" Tidak ada , ahh aku mau masuk dulu ya soalnya lelah ingin istirahat ".
__ADS_1
Dokter Reinhard hanya menganggukan kemauan dari Putri Andara .
Di dalam Istana , Pangeran Mahkota sudah menunggu kedatangan Gubernur Albiru untuk membicarakan tentang rencana selanjutnya.
Raja Erlangga saat ini mempertanyakan semua yang telah terjadi di tempat pengadaan acara tahunan , Jonathan tidak mengatakan yang sesungguhnya pada Raja Erlangga .
" Gubernur Albiru !! Tolong beritahu bagaimana kejadian yang sesungguhnya di puncak !!". Ucap Raja Erlangga .
" Yang Mulia hamba meminta maaf , karena penyerangan itu terjadi dengan mendadak maka tidak ada cara lain ". Ucap Gubernur Albiru .
" Namun kalian sudah membuatku murka dan harusnya kalian berdua di hukum ". Kata Raja Erlangga.
Gubernur Albiru berlutut di hadapan Raja Erlangga bahkan Pangeran Mahkota langsung membelanya .
" Ayah , bukan salahnya . Namun aku yang memintanya ". Ungkap Pangeran Mahkota .
" Kalian berdua sama saja !! Bagaimana bisa pemuda tangguh seperti kalian memiliki pemikiran untuk tidak melibatkan ku dalam peran penting ini ".
" Bukan seperti itu maksut kami ayah , namun tidak ada cara lain untuk mengamankan anda dari serangan itu ". Kata Pangeran Mahkota .
" Persetan dengan ucapannmu itu Andreas !! Kamu seolah memegang peran untuk menggantikanku memimpin ". Murka Raja Erlangga.
Kemurkaan Raja Erlangga sudah terdengar oleh Ratu Bianca .
Putri Andara juga ketar - ketir mendengar berita Raja Erlangga murka pada Pangeran Mahkota dan Gubernur Albiru.
" Ini tidak bisa di biarkan !! Aku akan memohon pengampunan untuk mereka berdua " . Kata Putri Andara.
Namun ketika dia ingin pergi ke aula utama menghampiri Raja Erlangga , Putri Indira menarik tangannya dengan kasar.
" Mau kemana kamu ". Ketusnya.
__ADS_1
" Lepas !! Ini bukanlah urusan kamu ". Balas ketus Putri Andara yang menghempaskan tangan Putri Indira .