Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Batu Jodoh


__ADS_3

Malam telah tiba dimana Putri Andara akan bersiap untuk pergi , Dokter Reinhard sudah menunggunya di halaman istana .


Dalam menuju halaman Istana dia bertemu dengan Pangeran Erik.


" Andara ! malam - malam bersinar terang bagaikan bulan , mau kemana ?". Kata Pangeran Erik.


" Iihh jijik banget , dia masih berani ngegombal lagi ." Gumam Putri Andara dalam hati.


Namun Pangeran Mahkota melihat keduanya sedang mengobrol maka segera menghampirinya.


" Andara ". Kata Pangeran Mahkota.


" Kakak , hari ini aku ingin berjalan - jalan di luar Istana tapi tenang saja tidak perlu khawatir karena Dokter Reinhard akan menjagaku ". Ucap Putri Andara.


" Dokter Reinhard , baiklah . Jangan pulang terlalu larut takutnya kesehatanmu menurun." Kata Pangeran Mahkota.


" Tentu kakak , Andara pergi dulu ya . Kak Erik aku juga pergi yaa ". Pamitnya pada kedua kakaknya.


Pangeran Erik tidak merelakan kepergian Putri Andara dengan pria lain , entah mengapa dirinya bagaikan terbakar api cemburu.


Dokter Reinhard mengajak Putri Andara ke alun - alun dimana disana terdapat sebuah acara yang meriah.


" Wahh pemandangan malam disini sangat indah dan ramai , Dokter itu ada apa ?". tanya Putri Andara.


" Setiap hari Minggu malam maka akan ada acara batu jodoh , dimana setiap pasangan akan mencobanya ". Jelas Dokter Reinhard.


" Batu Jodoh , ada - ada saja ".


" Namun benda itu sangat keramat dan hanya pasangan yang benar - benar berjodoh yang akan mendapatkan anugerah luar biasa ". Kata Dokter Reinhard.


" Aku tidak percaya , jodoh itu di tangan tuhan bukan di tentukan oleh batu ". Ungkap Putri Andara.

__ADS_1


Dokter Reinhard tersenyum mendengar Putri Andara mengatakan hal yang tidak di percayai olehnya .


Ada sebuah bangunan yang sangat tinggi dan indah di dekat alun - alun .


Entah mengapa rasanya Putri Andara ingin pergi ke dalam gedung itu.


" Putri ? kamu mau kemana ?." Kata Dokter Reinhard.


" Gedung itu indah aku ingin pergi ". Kata Putri Andara.


" Tapi nanti dulu , bagaimana kalo kita coba main batu jodoh itu . Pasti seru ". Ajak Doktet Reinhard.


" Boleh saja tapi jangan terlalu percaya dengan seperti itu , tahayul ". Ucap Putri Andara.


Dokter Reinhard menghampiri batu jodoh itu namun ketika dia akan mendekat tiba - tiba seorang pencopet mengambil dompetnya.


" Hei , maling ". Teriak Dokter Reinhard.


" Semoga saja malingnya tertangkap biar tahu rasa ". Kata Putri Andara yang menunggu Dokter Reinhard.


Batu Jodoh itu bercahaya kala Putri Andara memandangnya.


" Eh kenapa batu itu malah bercahaya pas ku pandang , hm jadi penasaran ". Gumam Putri Andara.


Gedung Indah dekat alun - alun kota adalah Kantor Gubernur Albiru , bahkan dia tidak menyangka jika malam ini menemukan sosok Putri Andara di dekat batu jodoh.


" Tom , apakah kamu yakin dia sendirian disana ". tanya Gubernur Albiru.


" Benar Tuan Muda ".


Gubernur Albiru segera menghampiri Putri Andara .

__ADS_1


Dia melihat batu jodoh itu bersinar dengan menyala - nyala .


" Putri Andara , hentikan langkahmu itu ". Pekik Gubernur Albiru.


Putri Andara sudah berada di depan batu jodoh itu , hal ini membuat Gubernur Albiru ketakutan dan segera menyusul Putri Andara.


Kini keduanya berada di atas batu jodoh itu dan cahaya semakin berwarna seperti pelangi.


" Wahh sangat indah ". Takjub Putri Andara.


" Kamu gila ya , ini bisa bahaya jika kamu tidak pergi membawa pasanganmu ." Ungkap Gubernur Albiru.


" Kenapa sih kamu selalu muncul dengan tiba - tiba , pasti mengikutiku ya ." Tuduhnya pada Gubernur Albiru.


" Sebelum kamu berada di atas batu jodoh ini sebaiknya baca peraturannya , lihatlah disana ada sebuah peraturan bahkan tulisannya sangat jelas ". Kata Gubernur Albiru .


Sebelum keduanya keluar dari arena batu jodoh tiba - tiba sebuah tanda muncul , ada sinar berwarna putih sebagai simbol jika pasangan yang saat ini menggunakan batu jodoh telah digariskan berjodoh.


" Jodoh !!". Putri Andara terkejut seraya melotot ke arah Gubernur Albiru.


Dengan cepat dia melangkah keluar dari batu jodoh itu .


" Aku berjodoh dengan dia , tidak ? mana mungkin bisa seperti itu . Lagian kenapa dia selalu muncul di depanku sih , nyebelin banget ". Geram Putri Andara.


Gubernur Albiru menarik tangan Putri Andara dan membawanya pergi namun malah memberontak.


" Lepaskan aku ". Pekik Putri Andara.


" Sendirian di tempat sepi bahkan ini sudah malam , bahaya untukmu ikutlah denganku ". Kata Gubernur Albiru.


" Tidak , lagian aku tidak sendirian . Ada Dokter Reinhard ".

__ADS_1


__ADS_2