
Malam telah tiba dimana Putri Andara akan bersiap untuk pergi , Dokter Reinhard sudah menunggunya di halaman istana .
Dalam menuju halaman Istana dia bertemu dengan Pangeran Erik.
" Andara ! malam - malam bersinar terang bagaikan bulan , mau kemana ?". Kata Pangeran Erik.
" Iihh jijik banget , dia masih berani ngegombal lagi ." Gumam Putri Andara dalam hati.
Namun Pangeran Mahkota melihat keduanya sedang mengobrol maka segera menghampirinya.
" Andara ". Kata Pangeran Mahkota.
" Kakak , hari ini aku ingin berjalan - jalan di luar Istana tapi tenang saja tidak perlu khawatir karena Dokter Reinhard akan menjagaku ". Ucap Putri Andara.
" Dokter Reinhard , baiklah . Jangan pulang terlalu larut takutnya kesehatanmu menurun." Kata Pangeran Mahkota.
" Tentu kakak , Andara pergi dulu ya . Kak Erik aku juga pergi yaa ". Pamitnya pada kedua kakaknya.
Pangeran Erik tidak merelakan kepergian Putri Andara dengan pria lain , entah mengapa dirinya bagaikan terbakar api cemburu.
Dokter Reinhard mengajak Putri Andara ke alun - alun dimana disana terdapat sebuah acara yang meriah.
" Wahh pemandangan malam disini sangat indah dan ramai , Dokter itu ada apa ?". tanya Putri Andara.
" Setiap hari Minggu malam maka akan ada acara batu jodoh , dimana setiap pasangan akan mencobanya ". Jelas Dokter Reinhard.
" Batu Jodoh , ada - ada saja ".
" Namun benda itu sangat keramat dan hanya pasangan yang benar - benar berjodoh yang akan mendapatkan anugerah luar biasa ". Kata Dokter Reinhard.
" Aku tidak percaya , jodoh itu di tangan tuhan bukan di tentukan oleh batu ". Ungkap Putri Andara.
__ADS_1
Dokter Reinhard tersenyum mendengar Putri Andara mengatakan hal yang tidak di percayai olehnya .
Ada sebuah bangunan yang sangat tinggi dan indah di dekat alun - alun .
Entah mengapa rasanya Putri Andara ingin pergi ke dalam gedung itu.
" Putri ? kamu mau kemana ?." Kata Dokter Reinhard.
" Gedung itu indah aku ingin pergi ". Kata Putri Andara.
" Tapi nanti dulu , bagaimana kalo kita coba main batu jodoh itu . Pasti seru ". Ajak Doktet Reinhard.
" Boleh saja tapi jangan terlalu percaya dengan seperti itu , tahayul ". Ucap Putri Andara.
Dokter Reinhard menghampiri batu jodoh itu namun ketika dia akan mendekat tiba - tiba seorang pencopet mengambil dompetnya.
" Hei , maling ". Teriak Dokter Reinhard.
" Semoga saja malingnya tertangkap biar tahu rasa ". Kata Putri Andara yang menunggu Dokter Reinhard.
Batu Jodoh itu bercahaya kala Putri Andara memandangnya.
" Eh kenapa batu itu malah bercahaya pas ku pandang , hm jadi penasaran ". Gumam Putri Andara.
Gedung Indah dekat alun - alun kota adalah Kantor Gubernur Albiru , bahkan dia tidak menyangka jika malam ini menemukan sosok Putri Andara di dekat batu jodoh.
" Tom , apakah kamu yakin dia sendirian disana ". tanya Gubernur Albiru.
" Benar Tuan Muda ".
Gubernur Albiru segera menghampiri Putri Andara .
__ADS_1
Dia melihat batu jodoh itu bersinar dengan menyala - nyala .
" Putri Andara , hentikan langkahmu itu ". Pekik Gubernur Albiru.
Putri Andara sudah berada di depan batu jodoh itu , hal ini membuat Gubernur Albiru ketakutan dan segera menyusul Putri Andara.
Kini keduanya berada di atas batu jodoh itu dan cahaya semakin berwarna seperti pelangi.
" Wahh sangat indah ". Takjub Putri Andara.
" Kamu gila ya , ini bisa bahaya jika kamu tidak pergi membawa pasanganmu ." Ungkap Gubernur Albiru.
" Kenapa sih kamu selalu muncul dengan tiba - tiba , pasti mengikutiku ya ." Tuduhnya pada Gubernur Albiru.
" Sebelum kamu berada di atas batu jodoh ini sebaiknya baca peraturannya , lihatlah disana ada sebuah peraturan bahkan tulisannya sangat jelas ". Kata Gubernur Albiru .
Sebelum keduanya keluar dari arena batu jodoh tiba - tiba sebuah tanda muncul , ada sinar berwarna putih sebagai simbol jika pasangan yang saat ini menggunakan batu jodoh telah digariskan berjodoh.
" Jodoh !!". Putri Andara terkejut seraya melotot ke arah Gubernur Albiru.
Dengan cepat dia melangkah keluar dari batu jodoh itu .
" Aku berjodoh dengan dia , tidak ? mana mungkin bisa seperti itu . Lagian kenapa dia selalu muncul di depanku sih , nyebelin banget ". Geram Putri Andara.
Gubernur Albiru menarik tangan Putri Andara dan membawanya pergi namun malah memberontak.
" Lepaskan aku ". Pekik Putri Andara.
" Sendirian di tempat sepi bahkan ini sudah malam , bahaya untukmu ikutlah denganku ". Kata Gubernur Albiru.
" Tidak , lagian aku tidak sendirian . Ada Dokter Reinhard ".
__ADS_1