
2 hari sebelum hari pernikahan , Putri Andara merasa aneh pada Gubernur Albiru bahkan dia tidak menemuinya selama sepekan .
Albina memberinya pengertian untuk pernikahan palsu yang akan di laksanakan dalam 2 hari .
" Albina , andaikan kita berdualah yang menjadi pengantin wanitanya maka sungguh bahagianya ". Gumam Putri Andara.
" Bersabarlah Putri ".
Diam-diam Arina memperhatikan keduanya dari jarak jauh .
" Andara , malam ini aku tidak akan melepaskanmu . Nyawa akan di balas dengan nyawa tapi jika kamu mati begitu saja sangat di sayangkan ". Kata Arina di dalam hati .
Seluruh pelayan pria maupun wanita di sibukkan dengan mendekorasi Istana karena di pesta pernikahan nanti akan ada banyak tamu terhormat yang akan datang menghadiri .
Arina menyelundup ke kamar Putri Andara untuk melangsungkan rencananya.
Gubernur Albiru saat ini pergi ke kamar Putri Andara bahkan Arina terkejut kala melihat Gubernur Albiru yang juga berada di tempat yang sama .
" Astaga !! Bukankah dia Gubernur Albiru , mengapa dia ada disini ". Kata Albina dalam hati .
Albina mulai menebak - nebak , Putri Andara masuk ke dalam kamarnya .
Putri Andara segera memeluk Gubernur Albiru karena sudah merasa rindu.
" Kenapa kamu jahat padaku , tidak datang berkunjung kemari dalam waktu sepekan ". Ujar Putri Andara.
Arina yang bersembunyi di dalam kamar Putri Andara mendengar semua perkataan itu .
" Apa !! Mereka selama ini menjalin hubungan dengan diam - diam , Andara kamu memang wanita yang licik ".
Gubernur Albiru merasakan nafas orang lain di kamar Putri Andara.
" Ada apa ?". Kata Putri Andara.
Gubernur Albiru memberi bahasa isyarat agar Putri Andara diam lebih dulu.
Arina merasa jika keberadaannya saat ini di sadari oleh Gubernur Albiru , dia panik bukan main.
__ADS_1
Namun beruntunglah ada seekor kucing yang muncul dari arah kamar mandi .
" Sejak kapan ada kucing disini ". Tanya Gubernur Albiru.
" Sejak kemarin , aku menemukannya dan aku menyukai kucing ini ". Kata Putri Andara .
Arina menutup mulutnya agar nafasnya tidak terlalu menggebu .
" Jika pria brengsek itu menyadari keberadaan ku maka tamatlah riwayatku ." Ucap Arina di dalam hatinya .
Gubernur Albiru segera kembali karena besok mungkin akan bersiap mengkomandoi para pengintai .
Putri Andara kembali menyendiri dan ternyata ingin sekali berjalan - jalan .
" Badmood di kamar terus mana tumben banget gak di sentuh sama dia ". Gumam Putri Andara sembari ke luar dari kamarnya.
Kesempatan Arina untuk mencelakai Putri Andara semakin bagus karena posisinya di luar .
Malam hari sedikit sepi , Arina langsung memukul Putri Andara dari arah belakang dengan memakai benda keras .
*Duk*
" hahahaha , rasakan kamu andara !! sekarang aku akan mengulitimu hidup - hidup ". Pekik Arina .
Arina mengeluarkan benda tajam dari pakaiannya dan bersiap melakukan hal yang akan mencelakai Putri Andara .
*Jleb*
Arina menusukan benda tajam itu ke bagian dada Putri Andara dengan kasar.
" Ini untuk pembalasan Ibukku yang tertusuk di bagian yang sama sepertimu sekarang aku akan mengulitimu ." Ucap Arina seperti kehilangan akal .
Pangeran Erik melihat Arina yang akan melakukan hal yang tak terduga pada Putri Andara , dia mentotok bagian leher Arina hingga pingsan.
" Ada apa dengan Arina ? Mengapa dia ingin membunuh Andara , hampir saja aku kehilangan kesempatanku untuk menyiksanya ". Gumam Pangeran Erik.
Putri Andara terkapar bahkan tak berdaya . Darah segar yang berasal dari luka tusuk itu mengucurkan layaknya air .
__ADS_1
Pangeran Erik memanggil Samson agar menyelesaikan Arina dan membersihkan darah yang berasal dari luka tusuk Putri Andara .
" Bawa dia dan kurung jangan sampai keluar." titah Pangeran Erik .
" Baik tuan ".
Kini Putri Andara di bawa oleh Pangeran Erik ke tempat yang sangat jauh dari Istana Kencana.
" Dalam keadaan mengenaskan saja dia masih terlihat sangat manis , tapi sayangnya aku tidak minat padanya ". Ujar Pangeran Erik .
Di hutan belantara dekat air terjun sebuah markas besar milik Pasukan Elang hitam sudah menunggu kedatangan dari Pangeran Erik .
Semua pasukan terkejut ketika melihat wajah Putri Andara yang sangat cantik bak bidadari meksipun sedang tidak sadarkan diri .
" Ikat dia di sana dan jangan coba - coba menyentuhnya sedikitpun !! Mengerti ". Ucap Pangeran Erik .
Dalam keadaan terluka , Putri Andara di ikat bahkan tidak ada yang memperdulikan keadaannya.
Di sebuah alam bawah sadar Putri Andara terbangun lalu melihat sebuah cahaya terang yang menghampiri nya .
" cahaya apakah itu ?'. Ucap Putri Andara seraya menutupi kedua matanya dengan tangan karena silau.
" Sasa ? Sasa ". Suara lembut itu berasal dari Kilauan cahaya yang mendekat ke arah Putri Andara .
Ketika muncul wajah cantik berseri , Putri Andara langsung berdiri dari posisi duduknya.
" Pu -- Putri Andara ? Kamu Putri Andara yang sesungguhnya ". Ucap Putri Andara / Sasa.
" Jika kamu bisa melewati penderitaan ini maka tujuan utamamu akan tercapai dengan baik ". Kata Putri Andara yang sesungguhnya .
" Lalu apakah kamu akan kembali ke duniamu seperti dulu ." Kata Sasa.
" Tidak ". Jawab Putri Andara dengan lembut .
" Mengapa tidak ? dan apakah aku akan selamanya berada di masa kuno ini ".
" Sudah ku bilang kamu akan kembali suatu saat ke duniamu maka selesaikanlah tugasmu ".
__ADS_1
Ketika Putri Andara yang sesungguhnya pergi , Sasa berteriak dan akhirnya sadar dari pingsannya .