Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Tangisan minda


__ADS_3

Pangeran Mahkota tidak menyangka jika Gubernur Albiru dan Pangeran Erik adalah saudara seayah.


Putri Andara meminta Prajurit untuk mengawasi Ratu Bianca yang mulai sedikit terkoyak bahkan mulai agak sedikit gila .


Putri Andara telah berhasil membuat Ratu Bianca hancur bahkan patah hati , itu tandanya kemenangan tinggal di depan mata .


" Jo , dimana ayah ". Tanya Putri Andara.


" Mari akan aku bawa kalian menemui yang mulia ." Kata Jonathan .


Jonathan membawa kedua anak raja Erlangga untuk menghadapnya .


Raja Erlangga terbaring lemah di ranjang bahkan sangat menyedihkan .


" Ayah ". lirih Pangeran Mahkota seraya mendekat ke arah Raja Erlangga .


" Apa yang terjadi dengan ayah , Jo katakanlah ." Gumam Putri Andara .


" Ratu Bianca membuat yang mulia memilih , bahkan yang mulia rela memberikan hidupnya demi keselamatan putra dan putrinya ". Jelas Jonathan dengan meneteskan air mata .


Putri Andara mendekati Raja Erlangga dan mengajaknya mengobrol satu sama lain .


" Ayah , dengarkan aku berbicara ? ayah memiliki janji padaku masih ingat kan ". Kata Putri Andara .


" Ayah juga memiliki janji padaku ". Sahut Pangeran Mahkota.


" Enak saja , ayah hanya menyayangiku ".


Pangeran Mahkota dan Putri Andara saling berdebat namun itu hanya berpura - pura saja , mata raja Erlangga seketika mengeluarkan bukit air mata dengan derasnya .


" Kakak ? Coba lihat , ayah menangis ". Ujar Putri Andara .

__ADS_1


Mendengar hal itu pun Pangeran Mahkota sudah sangat bahagia , lalu dia teringat pada sakit yang di derita oleh Putri Andara sebelumnya .


" Kakak ? Itu , aku sembuh karena Albiru yang merawatku selama ini ". Jujur Putri Andara.


" Gubernur Albiru katakan padaku , dokter mana yang bisa menunjang kesembuhan ayahku . Katakan padaku ." Pangeran Mahkota memohon .


" Hanya dengan air kelapa muda yang di bakar lalu di campurkan oleh rempah - rempah ." Jelas Gubernur Albiru .


" Jo , dengarkan perkataan gubernur Albiru . Segera mencari kelapa muda ". Titah Pangeran Mahkota .


Putri Andara masih bingung kemana perginya Putri Indira dan Arina .


" Mereka berdua dimana ? Istana ini begitu sepi tanpa pembuat onar , heheh ". Kata Putri Andara .


" Indira jelas ada pada suamimu ". Kata Pangeran Mahkota lalu segera pergi dari hadapan mereka.


Seketika mata Putri Andara menatap penuh selidik pada Gubernur Albiru .


" Benarkah , awas saja jika main - main di belakangku ". Gereget Putri Andara .


" Tidak akan . Kamu pikir aku akan bermain apa ? "


" Ya bermain main lah , aku mendengar jika kamu pernah berciuman dengan wanita itu . Kamu pikir aku bodoh ya ." Kata Putri Andara .


" Cemburu rupanya ".


" Ehh Albiru jangan macam - macam ya , aku bisa mematahkan keperkasaanmu jika berani melakukan hal yang intim dengannya ". Ancamnya .


" Mengapa tidak kamu kurung saja lalu berikan gembok pengaman ". Kata Gubernur Albiru yang mengejutkan .


Putri Andara terlihat sangat kesal bahkan menjauhi Gubernur Albiru.

__ADS_1


Minda datang menghampiri dan menanyakan apa yang sedang terjadi pada Putri Andara .


Namun dia hanya diam saja , Minda melihat tubuh Putri Andara yang terlihat masih ada bekas memar meski tidak begitu jelas .


" Putri ? Apa yang terjadi denganmu ". tanya Minda .


" Erik . Dia menculikku dan menyiksaku ".


" Ini pasti sangat sakit ya ". Minda mulai melow .


" Lah kenapa malah kamu yang cengeng sih , aku dari kemarin menahan air mata karena tidak ingin malu . Dia 2x memecutku seperti layaknya seekor hewan ".


" Putri ?". Lirih Minda yang tidak sanggup lagi menahan air matanya malah menangis sejadinya .


" Minda ? Kenapa kamu malah semakin histeris sih , yang sakit itu aku bukan kamu . Jangan lebay deh ".Gumam Putri Andara .


" Aku tidak sanggup mendengar ceritamu bahkan meski aku tidak merasakan sakit itu secara fisik namun batinku tersakiti melihatmu di siksa layaknya hewan , itu sangat sakit Putri ? sakit ". Kata Minda yang masih meneteskan air matanya .


" Ya ampun Minda ". Menepuk jidatnya.


Putri Andara segera memeluknya dan berusaha untuk menenangkan agar tidak memasukan ke dalam hati lagi .


" Sudah jangan menangis lagi ya ".


" Aku gagal menjagamu dan aku lalai bahkan bodoh ". Kata Minda yang menyalahkan dirinya .


" Tidak Minda , semua adalah takdir ". .


Suara ketukan pintu kamar Putri Andara menggema , Minda segera membuka pintunya . Begitu melihat siapa yang datang barulah segera keluar dari kamar Putri Andara.


Gubernur Albiru menghampiri Putri Andara

__ADS_1


__ADS_2