
Pangeran Mahkota tidak menyangka jika Gubernur Albiru dan Pangeran Erik adalah saudara seayah.
Putri Andara meminta Prajurit untuk mengawasi Ratu Bianca yang mulai sedikit terkoyak bahkan mulai agak sedikit gila .
Putri Andara telah berhasil membuat Ratu Bianca hancur bahkan patah hati , itu tandanya kemenangan tinggal di depan mata .
" Jo , dimana ayah ". Tanya Putri Andara.
" Mari akan aku bawa kalian menemui yang mulia ." Kata Jonathan .
Jonathan membawa kedua anak raja Erlangga untuk menghadapnya .
Raja Erlangga terbaring lemah di ranjang bahkan sangat menyedihkan .
" Ayah ". lirih Pangeran Mahkota seraya mendekat ke arah Raja Erlangga .
" Apa yang terjadi dengan ayah , Jo katakanlah ." Gumam Putri Andara .
" Ratu Bianca membuat yang mulia memilih , bahkan yang mulia rela memberikan hidupnya demi keselamatan putra dan putrinya ". Jelas Jonathan dengan meneteskan air mata .
Putri Andara mendekati Raja Erlangga dan mengajaknya mengobrol satu sama lain .
" Ayah , dengarkan aku berbicara ? ayah memiliki janji padaku masih ingat kan ". Kata Putri Andara .
" Ayah juga memiliki janji padaku ". Sahut Pangeran Mahkota.
" Enak saja , ayah hanya menyayangiku ".
Pangeran Mahkota dan Putri Andara saling berdebat namun itu hanya berpura - pura saja , mata raja Erlangga seketika mengeluarkan bukit air mata dengan derasnya .
" Kakak ? Coba lihat , ayah menangis ". Ujar Putri Andara .
__ADS_1
Mendengar hal itu pun Pangeran Mahkota sudah sangat bahagia , lalu dia teringat pada sakit yang di derita oleh Putri Andara sebelumnya .
" Kakak ? Itu , aku sembuh karena Albiru yang merawatku selama ini ". Jujur Putri Andara.
" Gubernur Albiru katakan padaku , dokter mana yang bisa menunjang kesembuhan ayahku . Katakan padaku ." Pangeran Mahkota memohon .
" Hanya dengan air kelapa muda yang di bakar lalu di campurkan oleh rempah - rempah ." Jelas Gubernur Albiru .
" Jo , dengarkan perkataan gubernur Albiru . Segera mencari kelapa muda ". Titah Pangeran Mahkota .
Putri Andara masih bingung kemana perginya Putri Indira dan Arina .
" Mereka berdua dimana ? Istana ini begitu sepi tanpa pembuat onar , heheh ". Kata Putri Andara .
" Indira jelas ada pada suamimu ". Kata Pangeran Mahkota lalu segera pergi dari hadapan mereka.
Seketika mata Putri Andara menatap penuh selidik pada Gubernur Albiru .
" Benarkah , awas saja jika main - main di belakangku ". Gereget Putri Andara .
" Tidak akan . Kamu pikir aku akan bermain apa ? "
" Ya bermain main lah , aku mendengar jika kamu pernah berciuman dengan wanita itu . Kamu pikir aku bodoh ya ." Kata Putri Andara .
" Cemburu rupanya ".
" Ehh Albiru jangan macam - macam ya , aku bisa mematahkan keperkasaanmu jika berani melakukan hal yang intim dengannya ". Ancamnya .
" Mengapa tidak kamu kurung saja lalu berikan gembok pengaman ". Kata Gubernur Albiru yang mengejutkan .
Putri Andara terlihat sangat kesal bahkan menjauhi Gubernur Albiru.
__ADS_1
Minda datang menghampiri dan menanyakan apa yang sedang terjadi pada Putri Andara .
Namun dia hanya diam saja , Minda melihat tubuh Putri Andara yang terlihat masih ada bekas memar meski tidak begitu jelas .
" Putri ? Apa yang terjadi denganmu ". tanya Minda .
" Erik . Dia menculikku dan menyiksaku ".
" Ini pasti sangat sakit ya ". Minda mulai melow .
" Lah kenapa malah kamu yang cengeng sih , aku dari kemarin menahan air mata karena tidak ingin malu . Dia 2x memecutku seperti layaknya seekor hewan ".
" Putri ?". Lirih Minda yang tidak sanggup lagi menahan air matanya malah menangis sejadinya .
" Minda ? Kenapa kamu malah semakin histeris sih , yang sakit itu aku bukan kamu . Jangan lebay deh ".Gumam Putri Andara .
" Aku tidak sanggup mendengar ceritamu bahkan meski aku tidak merasakan sakit itu secara fisik namun batinku tersakiti melihatmu di siksa layaknya hewan , itu sangat sakit Putri ? sakit ". Kata Minda yang masih meneteskan air matanya .
" Ya ampun Minda ". Menepuk jidatnya.
Putri Andara segera memeluknya dan berusaha untuk menenangkan agar tidak memasukan ke dalam hati lagi .
" Sudah jangan menangis lagi ya ".
" Aku gagal menjagamu dan aku lalai bahkan bodoh ". Kata Minda yang menyalahkan dirinya .
" Tidak Minda , semua adalah takdir ". .
Suara ketukan pintu kamar Putri Andara menggema , Minda segera membuka pintunya . Begitu melihat siapa yang datang barulah segera keluar dari kamar Putri Andara.
Gubernur Albiru menghampiri Putri Andara
__ADS_1