Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Ide Putri Andara


__ADS_3

Suara bouqet bunga yang di bawa oleh Putri Andara mengundang perhatian pria paruh baya itu.


Keduanya saling bertatapan satu sama lain .


" Eliza ". Kata pria paruh baya itu di dalam hatinya .


" Dia terlihat seperti Albiru versi tuanya ? Tapi kenapa dia bisa berada disini ya ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya.


Minda mengambil Bouqet bunga yang terjatuh itu dan menyadarkan Putri Andara.


" Putri , bunganya ". Kata Minda .


Pria paruh baya itu langsung pergi begitu saja tanpa berbicara apapun pada Putri Andara , bahkan matanya juga terlihat sembab lebih sembab dari Raja Erlangga.


Putri Andara sangat heran dengan status pria paruh baya itu .


" Minda ? Mengapa malam Ratu Eliza bisa - bisa di kunjungi oleh orang asing ". Kata Putri Andara.


" Aku rasa pria tadi mungkin sangat berani datang kemari atau mungkin karena Yang mulia kemari dan dia mengikutinya dari belakang atau menyamar jadi pengawal ". Kata Minda .


" Ahh sudahlah , aku tidak ingin membahasnya lagi ".


Putri Andara melihat makam Ratu Eliza seketika langsung duduk bersimpuh .


" Ibu , aku datang untukmu bahkan membawakan bunga untukmu dan ini khusus aku merangkainya sendiri ". Lirih Putri Andara.


Tak terasa derai air mata Minda pun jatuh tak bisa di tahan lagi , dia teringat saat Ratu Eliza menitipkan Putri Andara padanya .


" Mereka semua tidak tahu jika Putri Andara yang sebenarnya telah meninggal bahkan sama seperti Ratu Eliza , bagaimana perasaan orang yang begitu menyayanginya ". gumam Putri Andara di dalam hati.

__ADS_1


Lepas ke makam Ratu Eliza , Putri Andara berniat untuk menemui Pangeran Mahkota untuk melihat bagaimana reaksinya ketika Raja Erlangga memutuskan kembali hubungannya dengan Zalima .


" Minda kembalilah , aku akan pergi ke kamar kakak ". Kata Putri Andara .


Dan ternyata di dalam kamar Pangeran Mahkota terdapat Gubernur Albiru , begitu melihat siapa yang telah datang barulah segera datang dan memeluknya .


*Grep*


Gubernur Albiru memeluk tubuh Putri Andara dengan erat bahkan seakan menahan kerinduan menahun.


" Kalian bisa melampiaskan semuanya di kamarku , aku tidak akan melihatnya ". Kata Pangeran Mahkota .


" Kakak boleh melihatnya dan anggap saja kita impas ". Kata Putri Andara .


" Impas apa ? ." Penasaran Gubernur Albiru .


" Tidak ada , kalian bisa menggunakan ranjangku sepuasnya ". Ucap sekali lagi .


" Dia pikir kita akan ---". Gubernur Albiru menutup mulut Putri Andara dengan mulutnya .


Hingga terjadilah pertautan panas sepanas api yang membara .


Gubernur Albiru seakan meminta haknya untuk melakukan hal yang lebih intim namun segera di tolak oleh Putri Andara karena tempat yang saat ini tidak bisa di gunakan begitu saja .


" Aku tidak mau melakukannya di kamar kakak ". Kata Putri Andara .


" Baiklah , nanti malam jika tidak berhalangan maka aku akan datang ".


" Memangnya kamu tadi malam kemana ?". tanya Putri Andara dengan menyelidik .

__ADS_1


" Aku tidak bisa datang karena Pangeran Erik memperketat pasukan di dekat kamarmu hingga aku tidak bisa bebas ".


" Apakah dia tahu tentang hubungan kita ?". Panik Putri Andara .


" Jelas dia tahu , jadi kamu tidak perlu khawatir lagi ."


Kini Putri Andara tahu mengapa Gubernur Albiru tidak datang menghampirinya semalam .


Dalam benak Putri Andara pun mulai terpikirkan untuk mengusir para pengawal yang notabene adalah orang Pangeran Erik.


" Minda , bawakan aku air dan Carikan baju putih ." Kata Putri Andara .


Minda tidak bertanya untuk apa baju putih dan air .


Ketika melihat Putri Andara berdandan dengan bedak putih bercampur air di balurkan ke seluruh wajahnya tanpa tersisa membuat Minda mulai berpikir bahkan tidak bisa menahan rasa ke ingintahuannya .


" Putri ? Untuk apa berdandan seperti itu lagi jangan bilang kamu akan meneror Ratu Bianca ". Ucap Minda.


" Kamu tenang saja ".


Rambut Putri Andara di biarkan terurai begitu saja bahkan menambahkan bubuk hitam di area mata membuat penampilannya semakin menyeramkan.


" Aku membutuhkan bantuan kamu Minda , karena pengawal di bawah itu merupakan milik Kak Erik maka aku akan menyingkirkannya ". Kata Putri Andara.


Minda pun mengerti dengan alasan Putri Andara berdandan menyeramkan .


Agar terlihat natural , Putri Andara turun dari balkon dan menaiki pohon yang biasa di gunakan Gubernur Albiru untuk naiik ke kamar Putri Andara .


Dia bergelantung dengan berpacu pada kaki saja , kaki di atas sedangkan kepala di bawah tentu saja membuat para pengawal ketakutan bahkan lari terbirit - birit .

__ADS_1


" Akhirnya mereka lari juga !! Kalo sampai datang lagi mungkin aku akan mencekik lehernya saja ."


__ADS_2