
Suara bouqet bunga yang di bawa oleh Putri Andara mengundang perhatian pria paruh baya itu.
Keduanya saling bertatapan satu sama lain .
" Eliza ". Kata pria paruh baya itu di dalam hatinya .
" Dia terlihat seperti Albiru versi tuanya ? Tapi kenapa dia bisa berada disini ya ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya.
Minda mengambil Bouqet bunga yang terjatuh itu dan menyadarkan Putri Andara.
" Putri , bunganya ". Kata Minda .
Pria paruh baya itu langsung pergi begitu saja tanpa berbicara apapun pada Putri Andara , bahkan matanya juga terlihat sembab lebih sembab dari Raja Erlangga.
Putri Andara sangat heran dengan status pria paruh baya itu .
" Minda ? Mengapa malam Ratu Eliza bisa - bisa di kunjungi oleh orang asing ". Kata Putri Andara.
" Aku rasa pria tadi mungkin sangat berani datang kemari atau mungkin karena Yang mulia kemari dan dia mengikutinya dari belakang atau menyamar jadi pengawal ". Kata Minda .
" Ahh sudahlah , aku tidak ingin membahasnya lagi ".
Putri Andara melihat makam Ratu Eliza seketika langsung duduk bersimpuh .
" Ibu , aku datang untukmu bahkan membawakan bunga untukmu dan ini khusus aku merangkainya sendiri ". Lirih Putri Andara.
Tak terasa derai air mata Minda pun jatuh tak bisa di tahan lagi , dia teringat saat Ratu Eliza menitipkan Putri Andara padanya .
" Mereka semua tidak tahu jika Putri Andara yang sebenarnya telah meninggal bahkan sama seperti Ratu Eliza , bagaimana perasaan orang yang begitu menyayanginya ". gumam Putri Andara di dalam hati.
__ADS_1
Lepas ke makam Ratu Eliza , Putri Andara berniat untuk menemui Pangeran Mahkota untuk melihat bagaimana reaksinya ketika Raja Erlangga memutuskan kembali hubungannya dengan Zalima .
" Minda kembalilah , aku akan pergi ke kamar kakak ". Kata Putri Andara .
Dan ternyata di dalam kamar Pangeran Mahkota terdapat Gubernur Albiru , begitu melihat siapa yang telah datang barulah segera datang dan memeluknya .
*Grep*
Gubernur Albiru memeluk tubuh Putri Andara dengan erat bahkan seakan menahan kerinduan menahun.
" Kalian bisa melampiaskan semuanya di kamarku , aku tidak akan melihatnya ". Kata Pangeran Mahkota .
" Kakak boleh melihatnya dan anggap saja kita impas ". Kata Putri Andara .
" Impas apa ? ." Penasaran Gubernur Albiru .
" Tidak ada , kalian bisa menggunakan ranjangku sepuasnya ". Ucap sekali lagi .
" Dia pikir kita akan ---". Gubernur Albiru menutup mulut Putri Andara dengan mulutnya .
Hingga terjadilah pertautan panas sepanas api yang membara .
Gubernur Albiru seakan meminta haknya untuk melakukan hal yang lebih intim namun segera di tolak oleh Putri Andara karena tempat yang saat ini tidak bisa di gunakan begitu saja .
" Aku tidak mau melakukannya di kamar kakak ". Kata Putri Andara .
" Baiklah , nanti malam jika tidak berhalangan maka aku akan datang ".
" Memangnya kamu tadi malam kemana ?". tanya Putri Andara dengan menyelidik .
__ADS_1
" Aku tidak bisa datang karena Pangeran Erik memperketat pasukan di dekat kamarmu hingga aku tidak bisa bebas ".
" Apakah dia tahu tentang hubungan kita ?". Panik Putri Andara .
" Jelas dia tahu , jadi kamu tidak perlu khawatir lagi ."
Kini Putri Andara tahu mengapa Gubernur Albiru tidak datang menghampirinya semalam .
Dalam benak Putri Andara pun mulai terpikirkan untuk mengusir para pengawal yang notabene adalah orang Pangeran Erik.
" Minda , bawakan aku air dan Carikan baju putih ." Kata Putri Andara .
Minda tidak bertanya untuk apa baju putih dan air .
Ketika melihat Putri Andara berdandan dengan bedak putih bercampur air di balurkan ke seluruh wajahnya tanpa tersisa membuat Minda mulai berpikir bahkan tidak bisa menahan rasa ke ingintahuannya .
" Putri ? Untuk apa berdandan seperti itu lagi jangan bilang kamu akan meneror Ratu Bianca ". Ucap Minda.
" Kamu tenang saja ".
Rambut Putri Andara di biarkan terurai begitu saja bahkan menambahkan bubuk hitam di area mata membuat penampilannya semakin menyeramkan.
" Aku membutuhkan bantuan kamu Minda , karena pengawal di bawah itu merupakan milik Kak Erik maka aku akan menyingkirkannya ". Kata Putri Andara.
Minda pun mengerti dengan alasan Putri Andara berdandan menyeramkan .
Agar terlihat natural , Putri Andara turun dari balkon dan menaiki pohon yang biasa di gunakan Gubernur Albiru untuk naiik ke kamar Putri Andara .
Dia bergelantung dengan berpacu pada kaki saja , kaki di atas sedangkan kepala di bawah tentu saja membuat para pengawal ketakutan bahkan lari terbirit - birit .
__ADS_1
" Akhirnya mereka lari juga !! Kalo sampai datang lagi mungkin aku akan mencekik lehernya saja ."