
Putri Andara masih kekeh tidak mau meminum air lemon namun Dokter Reinhard memastikan kembali jika maanfaat dari buah lemon banyak banget.
" Lemon bagus buat kekebalan tubuh dan menyeimbangkan Ph tubuh bahkan buat pencernaan juga ." Kata Dokter Reinhard.
" Iya , iya . Aku akan meminumnya dokter Reinhard tapi ada syaratnya ". Ucap Putri Andara.
" Baik , apa itu syarat yang diajukan seorang Putri Andara ". Kata dokter Reinhart.
" Bagaimana jika nanti malam kau mengajakku berkencan !!". Seru Putri Andara.
" Apa ? nanti malam berkencan. Putri jangan bercanda ". Gumam Dokter Reihard.
" Jadi kamu mengira jika aku ini bercanda , Dokter aku ingin sekali bermain - main di luar . Tolong bawalah aku ". pinta Putri Andara yang memelas.
" Angin malam tidak baik untuk kesehatanmu Putri ". Ucap Dokter Reinhard.
Putri Andara salah mengira jika Dokter Reinhard pasti akan membawanya keluar dari Istana untuk berkeliling namun dia tidak berkenan.
" Baiklah tapi harus berjanji dulu ". Sahut Dokter Reinhard.
" Ehmm ".
" Berpakaianlah yang tebal agar kesehatanmu terjamin , tapi bagaimana dengan yang mulia raja erlangga ".
" Gampang serahkan semua padaku saja ". Kata Putri Andara .
__ADS_1
Sesuai dengan perjanjian , Putri Andara meminum air lemon itu padahal dia sama sekali tidak menyukai lemon.
" Hmm, lemonnya enak banget gak begitu masam . Wah jangan - jangan lemon di jaman ini berbeda di jaman masa depan ". Kata Putri Andara dalam hatinya.
Putri Andara melihat Zalima yang berjalan dengan mengendap - ngendap bahkan sangat mencurigakan.
Dia meminta izin pada Dokter Reinhard untuk pergi ke toilet .
" Zalima , apa yang akan dia lakukan ? terus pake jalan mengendap - endap lagi . Mencurigakan ". Gumam Putri Andara dalam hati.
Tanpa sepengetahuan Zalima , Putri Andara diam - diam mengikuti langkah calon kakak iparnya itu.
Tak di sangka jika Zalima sedang menemui Pangeran Erik bahkan menyampatkan untuk berpelukan dengan eratnya.
" Yakk , astaga ternyata di jaman kuno seperti ini perselingkuhan sudah terjadi . Ternyata Zalima ini menghianati kakak , awas saja kalian ". Kata Putri Andara di dalam hatinya.
" Eh ehh.. mereka malah menjadi ". Lirih Putri Andara.
Pangeran Erik membawa Zalima masuk ke dalam ruangan yang ternyata sebuah ruangan kosong atau gudang.
Putri Andara melihat langsung dengan apa yang telah terjadi , keduanya telah berbuat yang tidak lazim .
" Mataku , oh mataku ? apa ini , mereka akan melakukan apa dan kenapa harus buka - buka baju begitu sih ". Gumam Putri Andara dengan Lirih.
Rasanya Putri Andara ingin sekali kembali dan tidak ingin menonton adegan vulgar itu dengan nyata namun tak terduga seseorang telah membekap mulutnya.
__ADS_1
" Sttt diamlah ". Bisik Pria itu.
" Kau lagi ". Gumam Putri Andara setengah berbisik sambil melotot.
Pria itu adalah Gubernur Albiru yang menyaksikan adegan Vulgar berdua dengan Putri Andara.
Entah mengapa Gubernur Albiru bisa muncul dengan tiba - tiba .
Pangeran Erik mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang tak seharusnya.
Dia teringat akan wajah Putri Andara yang jauh lebih cantik dan anggun dari Zalima.
" Pangeran ? mengapa tidak jadi ". Kata Zalima.
" ini tidak benar , bagaimana jika Pangeran Mahkota mengetahuinya ". Jelas Pangeran Erik.
" Aku tidak perduli ". Kata Zalima.
Mendengar pengucapan dari Zalima , tangan Putri Andara mengepal kuat bahkan wajahnya sudah mulai berapi - api.
Ketika Pangeran Erik memakai bajunya dan akan segera keluar maka Gubernur Albiru membawa Putri Andara keluar agar tidak memperumitan masalah hari ini
" Kamu mau bawa aku kemana ?". Kata Putri Andara.
" Menjauh dari tempat itu , kamu tidak boleh bertindak gegabah ". Ujar Gubernur Albiru.
__ADS_1
" Jangan mengajariku karena aku sudah tahu ngerti ". Ungkap Putri Andara lalu pergi meninggalkan Gubernur Albiru.
" Tidak ku sangka jika Putri Andara tak seperti yang di rumorkan bahkan dia terlihat cerdas dan licik . Sangat menarik ". Gumam Gubernur Albiru sambil tersenyum smirk.