
" Apakah Putri pernah jatuh cinta ? maaf jika lancang ". Gumam Dokter Reinhard.
" Dokter tidak perlu sungkan ".
" Lalu bagaimana jawaban Putri ?". tanya nya sekali lagi.
" Pernah dan itu ----- hmm Dokter penasaran ya pada siapa aku jatuh cinta ?". Ucap Putri Andara.
" Jika Putri berkenan memberitahukan maka suatu kehormatan untukku ". Kata Dokter Reinhard.
" Aku jatuh cinta pada ---- ".
Mata Putri Andara seketika terfokuskan pada sosok pria yang saat ini berjalan ke arahnya.
Dokter Reinhard pun mengikuti arah pandangan Putri Andara.
" Gubernur Albiru ". Lirih Dokter Reinhard.
Namun langkah Gubernur Albiru dicegat oleh Pangeran Erik alhasil tidak jadi menghampiri Putri Andara yang sedang berduaan dengan seorang pria.
" Putri jatuh cinta kepadanya ?". Gumam Dokter Reinhard.
" Ahh , maksut Dokter siapa ? tidak - tidak bukan pria itu mana mungkin aku jatuh cinta pada pria yang tidak memiliki hati . Lagian dia adalah calon tunangan Indira ". Ungkap Putri Andara.
" Benarkah ". Kata Dokter Reinhard yang memastikan jika yang di cintai Putri Andara bukanlah Gubernur Albiru.
" Dokter meragukan kejujuranku ya ". Kata Putri Andara.
__ADS_1
" Tidak , tidak . Baiklah jangan membahasnya lagi ."
Dokter Reinhard merasa lega dan tenang ternyata Putri Andara tidak jatuh cinta pada Gubernur Albiru namun dia ingin memastikan siapa yang sedang di cintai oleh Putri Andara.
" Dokter , ini namanya Bouqet bunga dimana semua jenia bunga dipadukan menjadi satu dan ini untukmu ". Kata Putri Andara.
" Untukku ".
" Iya , Hmm Dokter jika besok ada waktu luang maukah kamu mendampingiku dalam pesta pertunangan adikku ". Gumam Putri Andara.
Lagi - lagi Dokter Reinhard di buat baper oleh Putri Andara hingga tidak mengerti bagaimana cara untuk menjawab yang tepat.
" Sebenarnya ingin sekali menemani namun ".
" Kenapa ? Apakah kamu tidak bersedia menemaniku ". Agak kecewa.
" Yak ampun dokter mempermainkan aku ya rupanya , dasar yaa ".
" Terima Kasih atas pemberian Putri , ehh apa ini tadi namanya . Cukup susah mengatakannya ". Kata Dokter Reinhard.
" Bouqet bunga , bahkan Minda menyebutnya Pot bunga ". Ujar Putri Andara .
Persiapan menjelang pesta acara pertunangan Putri Indira dan Gubernur Albiru akan di laksanakan besok di Aula Kerajaan.
Dekorasi mulai di rancang seindah mungkin agar semakin menambah kesan yang romantis.
" Putri ? Baju untuk anda sudah di antar oleh Pelayan . Katanya dari Asisten Desainer Flo ". Kata Minda.
__ADS_1
" Minda kemarilah " .
Minda segera mendekati Putri Andara sambil membawa kotak yang berisi pakaian .
" Mulai hari ini kamu tidak perlu sungkan lagi padaku , tidak perlu memanggilku anda , saya cukup kamu , Aku kan biar lebih akrab ". Saran Putri Andara.
" Mana mungkin Putri , itu termasuk lancang ". Kata Minda.
" Jadi kamu tidak mau ya , baiklah maka aku akan menggantimu dengan orang lain saja ". Ancam Putri Andara.
" Tapi Putri , baiklah jika seperti itu saya ahh aku akan tidak sungkan lagi pada anda ". Lirih Minda yang sedikit berat untuk melakukannya.
Minda benar - benar menemukan banyak sekali perbedaan Putri Andara yang kini dengan sebelumnya .
Namun baginya sama saja meskipun kali ini Putri Andara terkesan suka blak - blakan bahkan agak sembrono dan pemarah.
" Putri Andara yang pendiam , pemalu dan tidak suka bergaul bahkan cara bicaranya sangat berubah , tapi aku cukup tenang dengan begitu tidak ada lagi yang menindasnya ". Gumam Minda di dalam hatinya.
Putri Andara membuka kotak yang berisikan baju dengan hasil desainnya sendiri.
" Hahhh , Pu - puteri ? itu baju sangat indah baru pertama kali aku melihat baju seperti itu benar - benar sempurna ". Kata Minda.
Putri Andara tersenyum simpul , cita - citanya memang ingin menjadi seorang Desainer yang terkenal .
Dia mendesain baju jaman Modern untuk di pakai dalam acara pertunangan adiknya.
" Ini adalah Perdana , besok Dokter Reinhard akan terpaku bahkan terpana melihatnya ". Gumam Putri Andara yang membayangkan bagaimana reaksi dari Dokter Reinhard.
__ADS_1
Putri Andara meminta Minda untuk membelikan peralatan make up yang lengkap karena dia tidak ingin di make up oleh orang lain.