
Begitu sampai di kamar , Putri Andara meminta Minda untuk melihat situasi istana dan keberadaan Pangeran Mahkota .
" Mengapa mereka bisa bersama ya ? Aku rasa ada yang janggal ". Kata Putri Andara.
" Kemungkinan telah terjadi sesuatu pada ayahku ". Sahut Gubernur Albiru.
" Ratu Bianca ini memang sangat licik di depan semua orang dia berpura - pura lemah padahal dialah inti dari semuanya ." Rinci Putri Andara .
Gubernur Albiru hanya tersenyum ketika mendengar suara celetukan Putri Andara , namun dengan seiringnya waktu pasti akan terungkap .
Putri Andara sebenarnya sudah curiga namun masih ragu , akhirnya pelan - pelan dia menggerakkan tubuhnya dan bergoyang - goyang .
" Apakah kecurigaan ku ini benar adanya ? Ada masalah pada penglihatannya ". Gumam Putri Andara di dalam hatinya .
Sekali lagi dia mencoba untuk mengetes penglihatan Gubernur Albiru dengan membuka seluruh benang yang menempel di seluruh tubuhnya .
Tidak ada reaksi apapun dari Gubernur Albiru dan Putri Andara khawatir serta panik.
" Andara ? mengapa kamu diam saja ". Kata Gubernur Albiru .
" Benarkah ? ".
" Ada apa ?". Mulai panik .
Putri Andara memakai kembali pakaian yang dia lepas begitu saja , dan segera mendekat ke arah Gubernur Albiru .
" Memang kamu tidak melihat ya aku sedang apa di depanmu ". Kata Putri Andara .
Seketika mata gubernur Albiru mencari keberadaan Putri Andara bahkan di saat itulah semua terungkap jika penglihatan Gubernur Albiru bermasalah .
" Aku disini , Albiru ". Memeluk Gubernur Albiru.
" Andara , aku ".
__ADS_1
" Hiks.. hiks..bahkan kamu menyembunyikannya dariku . Aku ini kamu anggap sebagai siapamu hah !! Aku sudah curiga namun kamu sangat pintar menyembunyikannya ". Gumam Putri Andara setengah kecewa .
" Maafkan aku ."
" Untuk apa ? Aku akan membalas perbuatan nenek sihir itu . Kesabaranku sudah habis ". Emosi Putri Andara .
" Ingatlah , kamu sedang mengandung . Tidak boleh ceroboh dan gegabah . Kita bisa pikirkan kembali ". Saran Gubernur Albiru .
" Lalu mau sampai kapan dia akan memakan korban lagi , Ratu Eliza yang malang di bunuh dengan kejam dan Raja Erlangga ? sekarang kamu . Mana bisa aku hanya berdiam diri saja ". Kata Putri Andara .
" Lalu apa yang akan kamu lakukan ? ".
" Aku akan menggunakan cara yang sama untuk menjatuhkannya yaitu Racun ? Dia membunuh Ratu Eliza dengan Racun bahkan tubuh Putri Andara yang asli pun lemah karena racun , Raja Erlangga dan penglihatanmu termasuk ". Rinci Putri Andara .
" Panggilkan Tom , aku akan berbicara dengannya ". Pinta Gubernur Albiru .
Putri Andara segera pergi untuk memanggil tom namun Gubernur Albiru menghentikan langkahnya .
" Tunggu , satu lagi jangan beritahukan orang lain jika mataku tidak berfungsi karena bisa berbahaya ". Ucap Gubernur Albiru.
Emosi Putri Andara benar - benar meledak bahkan tidak bisa lagi menahannya .
Putri Andara pergi ke Perpustakaan istana untuk mencari tahu tentang pengobatan akibat terkena racun .
Bahkan dia ingin membuat racun untuk membalaskan dendamnya .
" Biang kerok , Aku akan terus berjuang demi menuntut balas dengan apa yang telah kamu lakukan ". Kecam Putri Andara .
Keesokan harinya , Dokter Reinhard menghampiri Putri Andara karena khawatir setelah mendengar informasi jika Istana telah di serang oleh pasukan Elang hitam .
Seluruh pasukan Istana telah mengunci bahkan memperketat lingkungan sekitar Istana .
Untuk penyusup berhasil di lumpuhkan , Pangeran Erik dan Ratu Bianca tidak bisa lagi memasuki Istana kencana karena Pangeran Mahkota membuat perintah larangan .
__ADS_1
" Bagaimana aku akan masuk ? ." Kata Dokter Reinhard.
Saat dia turun dari kendaraannya , mata tajam pengawal istana yang menakutkan mengarah pada Dokter Reinhard.
" Aku adalah Dokter Reinhard , dokter pribadi Putri Andara ". Kata Dokter Reinhard.
" Untuk saat ini tidak boleh ada yang masuk ke dalam Istana dengan alasan apapun kecuali atas kehendak Pangeran Mahkota ". Ucap Pengawal itu dengan tegas.
" Baiklah mohon sampaikan pada Pangeran Mahkota jika aku ingin menghadapnya ". Balas Dokter Reinhard .
Beberapa pengawal segera pergi untuk melaporkan kedatangan Dokter Reinhard .
Pangeran Mahkota tidak memberi izin namun Putri Andara mendengarnya .
" Kakak ? Biarkan dia masuk karena ada perihal yang akan kami rundingkan ". Kata Putri Andara .
" Baiklah , kakak hanya berpesan untuk berhati - hatilah karena bisa jadi dia adalah mata - mata musuh ." Kata Pangeran Mahkota .
" Aku akan menjaminnya ".
" Dimana Gubernur Albiru mengapa aku tidak melihatnya dari kemarin ". Tanya Pangeran Mahkota .
" Kemarin dia pamit untuk pergi menemui ayahnya terkait Erik ". Alasan Putri Andara .
" Tapi kenapa pengawal pribadinya masih ada disini ". Mulai curiga .
" Di tugaskan untuk melindungi Istrinya paham kan ."
" Cukup bagus ".
Ingin sekali rasanya mengatakan pada Pangeran Mahkota jika Gubernur Albiru saat ini telah menanggung penderitaan karena menyelamatkan serangan Pangeran Erik .
Satu - satunya yang dapat membantu Putri Andara yaitu Dokter Reinhard .
__ADS_1
Putri Andara sendiri yang menghampiri Dokter Reinhard secara langsung .