Menjadi Putri Cantik

Menjadi Putri Cantik
Perasaan tak enak


__ADS_3

Namun Gubernur Albiru tetap saja tidak datang padanya entah masalah dimana , padahal Putri Andara sudah mengusir orang Pangeran Erik .


Ratu Bianca sangat kesal begitu di ajak ke keluarga Ningrat untuk melamar Albina atas permintaan dari Pangeran Erik .


" Aku tidak bisa menghentikan anak - anakku mereka ini ahh dasar bodoh , bisa - bisanya ingin menikah dengan orang yang berhubungan dengan Pangeran Mahkota ." Ujar Ratu Bianca .


Orang - orang suruhan Pangeran Mahkota melaporkan semua yang telah terjadi pada mereka .


Kini Pangeran Erik mulai menyadari jika ternyata yang melakukan peneroran pada Ratu Bianca adalah Putri Andara .


" Cukup licik juga namun kali ini aku tidak akan melepasmu lagi dan aku akan membuatmu menyesali semuanya ". Ucap Pangeran Erik seraya menyeringai.


Sementara , Bramana masih bertanya - tanya siapa wanita yang menyerupai kekasih hatinya selama ini .


" Tidak mungkin dia adalah Eliza , apakah dia Putri Eliza dengan Erlangga ". Tebak Bramana .


Wajah Putri Andara masih terngiang - ngiang di kepala Bramana , bayangannya pun tidak bisa terlepas begitu saja.


" Sepertinya aku ? Eliza mengapa aku gila padamu . Andai saja aku tidak mengenalkannya pada Erlangga pasti hubunganku akan baik-baik saja , takdir ini benar - benar mempermainkanku ". Lirih Bramana .


Pangeran Erik datang menghadap Bramana untuk meminta saran agar tidak gagal dalam merencanakan tujuannya .


" Duduklah ." Titah Bramana.


" Ayah , ku rasa hari ini kau banyak pikiran ?" . Tebak Pangeran Erik .


" Sedikit . Katakan apa yang akan kamu rencanakan ".


" Membuat seseorang kehilangan akalnya bahkan aku ingin sekali membuatnya menjadi buruk rupa dan menjadi orang yang paling menjijikan di dunia ini ." Ucap Pangeran Erik.


" Sepertinya targetmu seorang wanita ". Kata Bramana.

__ADS_1


" Bagaimana menurut ayah ?".


" Itu terlalu kejam untuk seorang wanita , erik. Namun aku akan memberimu jalan pintas ". Ucap Bramana dengan senyuman menyeringai serta tatapan tajam.


" Apapun itu asalkan wanita ini menderita bahkan harus meminta kematiannya sendiri ." Kata Pangeran Erik .


" Bawalah dia ke markas hutan dan kurunglah di gua dalam air terjun biar aku yang akan menanganinya ." Ucap Bramana .


Pangeran Erik merasa senang karena Bramana kali ini mendukungnya penuh , dia kembali ke Istana untuk mencari waktu dan cara agar bisa membawa Putri Andara ke dalam jebakannya.


" Menurutmu kapan kita akan membawanya Samson ?". Tanya Pangeran Erik pada pengawalnya .


" Satu hari sebelum pernikahan Putri Indira dengan Gubernur Albiru ? Maka pada hari itu mereka akan sibuk tidak mencari keberadaan Putri Andara ". Jelas Samson .


Pangeran Erik seketika tertawa sangat bersemangat karena Samson memberinya ide yang brilian .


" Sepertinya takdir memanglah bersamaku , Andara kali ini kamu tidak akan bisa selamat lagi , lebih baik jangan melihat kekasihmu menikah daripada sakit hati ". Gumam Pangeran Erik .


2 pekan lagi pesta pernikahan akan di mulai , Pangeran Mahkota memberi pengertian pada Albina agar tidak terbawa emosi sesaat .


" Asalkan kita saling percaya saja sudah cukup untukku , aku memercayai pangeran ." Kata Albina.


Pangeran Mahkota memeluk Albina dengan erat .


" Kamu harus tanggung jawab atas kematian Axe ". Perkataan Pangeran Mahkota mengejutkan Albina .


" Axe ? siapa itu dan aku tidak pernah membunuh orang ". Bingung Albina .


" Piaraan yang paling aku sayangi dan itu adalah pemberian kakek kekaisaranku ".


Seketika Albina merasa sangat bersalah karena telah membunuh hewan piaraan Pangeran Mahkota .

__ADS_1


" Maafkan aku ." kata Albina dengan mata berkaca - kaca.


" Aku tidak akan memaafkanmu dan sebagai gantinya kamu harus menggantikan sosok Axe ".


Albina langsung terkejut dan mulai panik karena tidak mungkin dia berubah menjadi seekor ayam seperti Axe .


Dengan melihat wajah lucu Albina yang sedang panik , Pangeran Mahkota menertawakannya .


" Hahahaha kenapa kamu sangat menggemaskan ". Kata Pangeran Mahkota sembari mencubit pucuk hidung Albina yang mancung .


Albina masih belum mengerti maksut dari Pangeran Mahkota bahkan wajahnya masih terlihat bingung.


" Aku hanya bercanda ". Kata Pangeran Mahkota .


" Jadi hanya bercanda , hufftt hampir saja . Ku kira kamu benar - benar memintaku untuk menjadi seekor ayam ".


" Aku akan pulang dan jaga diri baik - baik jangan sampai ke istana karena Erik sudah mulai menguasai lingkungan Istana ". Ungkap Pangeran Mahkota.


" Baiklah , aku akan tetap tinggal di rumah ".


Gubernur Albirulah yang membantu Pangeran Mahkota untuk menemui Albina di rumahnya .


Saat ini keduanya sedang memikirkan strategi yang lebih akurat karena di saat pernikahan nanti pasti akan terjadi sesuatu .


" Gubernur Albiru bagaimana langkah selanjutnya menurut kamu ?".


" Tetap pada langkah awal saja hanya saja belakangnya ini perasaanku tidak enak , aku ? entah perasaan apa ini yang mengganggu ketenangan ku ." Gumam Gubernur Albiru .


" Jika seperti itu maka istirahatlah karena kemungkinan kamu sedang lelah ". Saran Pangeran Mahkota .


Gubernur Albiru merasa gelisah bahkan gundah gulana .

__ADS_1


Tiba - tiba dalam benaknya muncul wajah Putri Andara .


" Tidak ? Andara pasti akan aman ". Kata Gubernur Albiru .


__ADS_2