
Bramana melihat Pangeran Erik terlihat kesal , entah apa yang sedang terjadi dengannya .
" Erik ? ". panggil Bramana pada Pangeran Erik.
" Ayah , mengapa bisa berada disini ?". Heran .
" Ibumu memanggilku kemari namun adikmu sepertinya telah salah paham ". Jelas Bramana .
" Mengapa harus terburu - buru , ayah bisa di tinggal di Istana ini dengan bebas karena Raja Erlangga sudah terkapar lemah tak berdaya dan Pangeran Mahkota pergi begitu saja ".
" Lalu mengapa kamu masih terlihat kesal , siapa yang menyinggungmu ".
" Seorang wanita yang memiliki hubungan dengan raja erlangga bahkan dia rela memberikan segalanya untuk wanita ini ." Ungkap Pangeran Erik.
Kini Bramana mulai menyimpulkan semua yang telah di dapat olehnya , mulai dari Gubernur Albiru yang meminta bantuan darinya untuk menemukan seorang wanita istana dan Ratu Eliza pun demikian .
" Mungkinkah wanita yang di maksut oleh Albiru , Eliza dan Erik adalah satu orang ? Jika itu benar maka ----- ." Gumam Bramana di dalam hatinya .
Agar tidak merasa penasaran maka dia datang sendiri ke markas hutan yang saat ini di gunakan untuk membekap Putri Andara.
Begitu sampai di markas , semua pasukan langsung tunduk dan menyambut kedatangan pimpinan besarnya .
" Dimana Erik membekap wanita itu ?". tanya Bramana pada salah satu pengawal .
" Di dalam air terjun tuan besar , wanita itu sebelumnya mencoba kabur bahkan sama sekali tidak memiliki ketakutan pada Tuan muda akibatnya selalu membuat kesal ". Jelas Pengawal yang menjaga .
Bramana segera pergi melihat wanita yang di ceritakan oleh pengawal itu , begitu sampai di tempat betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok wanita yang lusuh bahkan pakaiannya berlumuran darah dan kulitnya penuh dengan memar akibat bekas cambukan .
Wajahnya tertutupi oleh rambut yang berantakan , namun ketika Bramana mendekat . Betapa terkejutnya saat keduanya saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
" Eliza ." Lirih Bramana .
Putri Andara mendengar apa yang di ucapkan oleh Bramana meskipun hanya seperti bisikan saja.
" Dia mengenal Ratu Eliza ? Apa hubungannya". Gumam Putri Andara dalam hati.
Bramana mencoba semakin mendekati Putri Andara dan menanyakan apakah dirinya mengenali Albiru .
" Apakah kamu mengenal Albiru ?". Tanya Bramana .
Namun Putri Andara tidak terburu - buru menjawabnya .
" Tenang saja , kamu tidak perlu takut padaku ". Gumam Bramana .
" Lalu , siapa kamu ? mengapa mengenali ibuku ".
*Deg"
Jantung Bramana seperti ingin berhenti seketika saat mendengar sebuah fakta yang mengejutkan .
" Kamu Putri Eliza , ahh maksutnya anak Ratu Eliza dengan Raja Erlangga ".
" Ya , dan aku juga istri Gubernur Albiru ". Jelas Putri Andara.
Justru yang semakin mengejutkan adalah sebuah fakta lagi jika wanita yang di siksa oleh Pangeran Erik merupakan istri dari Gubernur Albiru .
" Kamu istri Albiru ." masih tidak yakin .
" Iya , dan aku sedang mengandung anaknya. Jika dia tahu keadaanku seperti ini maka sudah pasti tidak ada pengampunan lagi ." Ucap Putri Andara dengan sembarangan padahal dia tidak tahu hamil tidaknya.
__ADS_1
Bramana semakin tertekan mendapatkan banyak fakta mengejutkan , apalagi Putri Andara mengatakan jika dirinya sedang hamil anak Gubernur Albiru yang berarti adalah cucunya .
" Siapa nama kamu ? Aku tidak yakin padamu ." ucap Bramana .
" Andara ? Katakan saja pada Albiru jika aku sedang di sekap bahkan di siksa habis-habisan oleh Erik pria tidak berperikemanusiaan itu sama saja dengan ibunya yang kejam membunuh Ibukku ".
* Deg*
* Deg*
Kini mata Bramana memerah seakan tak bisa menahan rasa amarah akibat perkataan Putri Andara .
" Jangan berkata sembarangan ". Kata Bramana .
" Erik membawaku kemari karena untuk balas dendam , selama ini aku suka meneror Ratu Biang kerok eh maksutnya Ratu Bianca itu . Bahkan bibi Sarina di bunuh dengan kejam karena mengetahui dengan jelas pembunuhan itu ". Putri Andara benar - benar percaya jika pria setengah baya ini akan membantunya untuk keluar .
" Aku masih tidak percaya ". Kata Bramana .
" Percuma saja ngomong panjang lebar ujung -ujungnya masih saja tidak percaya . Kamu bisa selidiki sendiri pak , entah siapa nama kamu sebenarnya ". ucap Putri Andara.
" Dalam keadaan seperti ini kamu masih cerewet , apakah benar kamu ini istri Albiru ". Gumam Bramana .
" Percuma saja menjelaskan berkali - kali , sebenarnya mau menolongku apa cuma mengintrogasi ku ". Gumam Putri Andara .
" Masih aku pikirkan ".
Putri Andara baru mengingat kembali jika sosok pria paruh baya yang saat ini di depannya adalah orang yang pernah di lihatnya ketika berkunjung ke makam Ratu Eliza .
" Aku baru ingat jika pernah melihatmu di makam Ibuku , iyaa aku tidak pernah salah itu memang kamu pak ". Ujar Putri Andara .
__ADS_1
Bramana benar - benar ingin mengusut tuntas atas kematian Eliza , jika apa yang di katakan oleh Putri Andara benar maka tidak ada kata maaf serta pengampunan lagi untuk orang yang kejam .